Feature

Teknologi dan Warisan Budaya: Uhamka Gaungkan Etnobotani Indonesia di Filipina

49
×

Teknologi dan Warisan Budaya: Uhamka Gaungkan Etnobotani Indonesia di Filipina

Sebarkan artikel ini
Rizkia Suciati (kiri)

Lewat forum akademik internasional di Filipina, FKIP Uhamka tak hanya berbagi ilmu, tapi juga mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui kajian etnobotani dan teknologi.

Tagar.co – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) terus meneguhkan langkah sebagai kampus berwawasan global. Terbaru, dalam rangkaian kegiatan Prime Camp 2025 di Filipina, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uhamka mengirimkan salah satu dosen terbaiknya untuk berbagi ilmu sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di forum akademik internasional.

Adalah Dr. Rizkia Suciati, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Uhamka, yang menjadi narasumber dalam kegiatan Guest Lecture di Pangasinan State University (PSU), Kampus St. Carlos, Filipina.

Baca juga: Hima PGSD Uhamka dan UPI Purwakarta Bertemu: Dari Studi Banding Menuju Kolaborasi

Dalam sesi kuliahnya, Dr. Rizkia mengangkat tema “Integrating Technology in Ethnobotany and Heritage in Ciaruteun Village, Bogor.” Ia memaparkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam kajian etnobotani dan pelestarian warisan budaya, dengan mengambil studi kasus Prasasti Ciaruteun—peninggalan bersejarah dari abad ke-5 Masehi yang berada di Desa Ciaruteun, Bogor.

Baca Juga:  Alumni PBSI Uhamka Berbagi Pengalaman Berkiprah di Ranah Publik

“Prasasti ini tidak hanya menjadi bukti keberadaan aksara Sunda Kuno, tetapi juga menegaskan betapa kayanya peradaban lokal masa lampau,” tutur Dr. Rizkia di hadapan mahasiswa dan akademisi PSU.

Lebih jauh, ia mengungkapkan potensi besar tanaman-tanaman lokal yang tumbuh di sekitar situs sejarah tersebut, seperti jahe, kunyit, dan temulawak.

“Tanaman-tanaman ini bukan sekadar punya nilai ekonomi dan kesehatan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang perlu dilestarikan dan dikaji lebih dalam,” tambahnya.

Melalui forum ini, Uhamka menunjukkan komitmen dalam membangun kolaborasi lintas negara, terutama di bidang pendidikan dan riset.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan antara Uhamka dan PSU, serta membuka lebih banyak peluang kerja sama internasional di masa depan,” ujar Dr. Rizkia.

Partisipasi aktif dalam forum-forum seperti ini menjadi salah satu strategi Uhamka untuk memperkuat posisi sebagai kampus berkelas dunia. Lebih dari itu, misi kebudayaan Indonesia pun ikut dibawa dan dikenalkan agar semakin dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat global. (#)

Baca Juga:  Belajar Biologi tanpa Sekat Kelas, Biohamka Hadir di Situbondo

Jurnalis Amir Penyunting Mohammad Nurfatoni