Telaah

Tata Cara Menjawab Salam ketika Salat

95
×

Tata Cara Menjawab Salam ketika Salat

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi freepik.com premium

Dalam situasi paling sakral sekalipun, Islam tidak menutup ruang adab sosial. Inilah tuntunan Nabi Saw ketika salam disampaikan di tengah salat.

Oleh Ridwan Manan; Pengajar Pondok Pesantren Al-Fattah Sidoarjo; Anggota Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Jawa Timur.

Tagar.co – Menjawab salam hukumnya wajib. Lalu bagaimana cara menjawab salam ketika seseorang sedang melaksanakan salat?

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا– قَالَ: قُلْتُ لِبِلَالٍ: كَيْفَ رَأَيْتَ اَلنَّبِيَّ صلّى الله عليه وسلّم يَرُدُّ عَلَيْهِمْ حِينَ يُسَلِّمُونَ عَلَيْهِ، وَهُوَ يُصَلِّي؟ قَالَ: يَقُولُ هَكَذَا، وَبَسَطَ كَفَّهُ.
أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ، وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku bertanya kepada Bilal radhiyallahuanhu, ‘Bagaimana engkau melihat Rasulullah Saw menjawab salam mereka ketika beliau sedang salat?’
Bilal menjawab, ‘Begini,’ sambil membuka telapak tangannya.” (Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi, serta disahihkan oleh Tirmizi)

Kisah dalam hadis Ibnu ‘Umar ini bermula ketika Rasulullah Saw keluar rumah menuju Masjid Quba untuk melaksanakan salat. Datanglah penduduk Quba dari kalangan Ansar dan mengucapkan salam kepada beliau. Mereka mengetahui Rasulullah Saw sedang salat, dan Bilal bin Rabah menyaksikan peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Mengapa Salat Wanita di Rumah Lebih Utama? Ini Penjelasan Syariat

Baca juga: Hukum Tidur di Masjid Menurut Pandangan Ulama

Sahabat Ibnu ‘Umar yang terkenal alim itu tidak merasa canggung untuk bertanya kepada Bilal karena ia merasa belum mengetahui masalah ini. Abdullah putra Umar bin Khattab bertanya bagaimana Nabi menjawab salam ketika sedang salat.

Bilal menjawab bahwa Nabi Saw menjawab salam dengan isyarat membentangkan telapak tangan, mengarahkan telapak tangan ke bawah, sedangkan punggung telapak tangan menghadap ke atas.

Hadis Pendukung

Muhammad bin Ismail al-Amir ash-Shan‘ani mengungkapkan dalam Subulus Salam beberapa hadis pendukung:

Muslim meriwayatkan dari Jabir: “Rasulullah Saw menyuruhku untuk suatu keperluan. Ketika aku menemuinya, beliau sedang salat. Aku mengucapkan salam, lalu beliau memberikan isyarat kepadaku.”

Al-Baihaqi meriwayatkan: “Bahwasanya Rasulullah Saw menjawab salam dengan isyarat kepala.”

Musnad Ahmad meriwayatkan dari Shuhaib: “Rasulullah Saw menjawab salam dengan isyarat jari-jemarinya.”

Kesimpulan

Seseorang yang sedang melaksanakan salat boleh menjawab salam dengan isyarat, baik dengan cara membentangkan tangan, mengisyaratkan kepala, maupun menggunakan jari-jemari.

Secara zahir, menjawab salam tetap wajib, namun ketika sedang salat kewajiban tersebut dapat diganti dengan isyarat selama tidak membatalkan salat.

Baca Juga:  Hilangnya Budaya Malu di Tengah Kewajiban Puasa

Jumhur ulama, di antaranya Imam Malik, Imam Syafi‘i, dan Imam Ahmad, berpendapat bahwa boleh menjawab salam ketika salat dengan isyarat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni