Feature

Tari Jamuran Hentakkan Panggung Workshop Joyful Learning Teaching

74
×

Tari Jamuran Hentakkan Panggung Workshop Joyful Learning Teaching

Sebarkan artikel ini
Delapan anak TK Aisyiyah 42 GBA memukau peserta workshop guru se-Gresik dengan Tari Jamuran, menampilkan gerak tradisi penuh filosofi kerjasama dan cinta budaya.
Delapan anak didik TK Aisyiyah 42 GBA Gresik menghentakkan panggung melalui tari Jamuran pada kegiatan Workshop Joyful Learning Teaching For Kindergarten Teacher di SD Muhammadiyah 1 GKB, Jawa Timur, Sabtu, 24 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Delapan anak TK Aisyiyah 42 GBA memukau peserta workshop guru se-Gresik dengan Tari Jamuran, menampilkan gerak tradisi penuh filosofi kerjasama dan cinta budaya.

Tagar.co – Hentakan kaki delapan penari cilik dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 42 Graha Bunder Asri (GBA) sukses memukau peserta Workshop Joyful Learning Teaching for Kindergater Teacher yang digelar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik di SD Muhammadiyah 1 GKB, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (24/5/2025).

Workshop yang diikuti para guru KB-TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik ini berlangsung meriah, terlebih ketika para penari cilik tampil di atas panggung membawakan Tari Jamuran, permainan tradisional khas Yogyakarta yang diiringi lagu daerah berjudul Jamuran. Dengan kostum hijau dan kuning yang cerah, anak-anak itu melenggang luwes, memeragakan gerakan-gerakan yang meniru bentuk jamur, membuat seluruh peserta terpukau.

Baca juga: Solid Gerakkan Nasyiah, PCNA Gresik Kidul Darul Arqam Gabungan

Kedelapan penari itu adalah Azkiya Azifatul Husna, Ameera Luthfya Asheeqa Fauzi, Aliya Namira Dermawan, Adeeva Ashraf Khadijah, Yasmin Novita Anggraini, Elmira Jihan Almahyyra, Annasya Qirani Nazafarin, dan Alesha Anandia Baskoro. Di bawah bimbingan pelatih tari Nur Mayasari, S.Pd., mereka berhasil memaksimalkan penampilan meski hanya berlatih enam kali.

Baca Juga:  Menjaga Napas Ayah dengan Doa

“Latihan hanya enam kali tatap muka, empat kali untuk menghafal gerakan dan dua kali berlatih pola lantai,” jelas Ifa Faridah, S.Pd., kepala TK Aisyiyah 42 GBA.

Suasana pada kegiatan Workshop Joyful Learning Teaching For Kindergarten Teacher di SD Muhammadiyah 1 GKB, Jawa Timur, Sabtu, 24 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah)

Ifa, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Tari Jamuran bukan sekadar hiburan. Di balik tembang sederhana itu, tersimpan filosofi penting tentang kerjasama, pertumbuhan, kesuburan, dan kebersamaan. Bahkan, Ifa menyebut bahwa permainan ini berasal dari kreasi Sunan Giri, salah satu anggota Wali Songo, yang mengajarkan nilai-nilai luhur seperti menaati aturan, menghargai teman, dan bekerja sama.

“Lewat tari, anak-anak belajar menjaga warisan budaya sebagai bentuk cinta kepada bangsa,” tuturnya.

Penampilan tari tradisional ini menjadi salah satu momen yang menghangatkan suasana workshop, sekaligus mengingatkan para pendidik akan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, penuh makna, dan bernilai budaya bagi anak-anak.

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni