
Buku Pengantar Studi Ilmu Tarbiah karya Prof. Dr. Said Ismail Ali ini tak hanya menyuguhkan konsep pendidikan secara mendalam, tetapi juga menegaskan peran strategis tarbiyah sebagai fondasi peradaban yang agung dan berkelanjutan.
Oleh M. Anwar Djaelani, peminat pendidikan
Tagar.co – Dalam kehidupan, pendidikan atau tarbiah memegang peranan yang sangat penting. Tingkat kualitas pendidikan masyarakat suatu bangsa menjadi penentu utama bagi kemajuan negara tersebut. Oleh karena itu, proses pendidikan perlu dikelola seoptimal mungkin.
Kita memahami bahwa untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang memadai. Dalam konteks ini, kita sepakat bahwa seorang pendidik tidak cukup hanya mengajar di dalam kelas. Ia harus memiliki peran yang lebih luas—sebagai teladan, pemberi motivasi, dan pembimbing—yang semuanya berkontribusi terhadap keberhasilan proses pendidikan.
Baca juga: Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi: Ulama Nusantara, Guru para Pendiri Bangsa
Buku ini ditulis oleh orang yang tepat. Penulisnya bekerja di Departemen Prinsip-Prinsip Pendidikan di Universitas Ain Shams sejak 1975 (kecuali selama tiga tahun), sehingga masa kerjanya mencapai 46 tahun saat buku ini ditulis.
Ia tidak pernah berhenti mengajar Prinsip-Prinsip Pendidikan, bahkan tidak sekalipun selama setahun pun dalam kurun waktu tersebut. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah departemen tempat dia mengajar. Ain Shams adalah perguruan tinggi yang terhitung spesial dalam pengajaran Prinsip-Prinsip Pendidikan (hlm. 2).
Urgensi Pendidikan
Ilmu pendidikan mencakup berbagai aspek yang luas. Di dalamnya terdapat unsur-unsur seperti kurikulum, metode pembelajaran, teknologi pendidikan, manajemen pendidikan, psikologi pendidikan, serta berbagai disiplin ilmu lain yang telah ada maupun yang mungkin akan berkembang seiring kemajuan pengetahuan (hlm. 5).
Pendidikan perlu dirancang sedemikian rupa agar mampu mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi dinamika masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan membekali mereka pengetahuan, informasi, nilai-nilai, dan keterampilan yang relevan. Tujuannya adalah agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, modern, fleksibel, serta mampu merespons perubahan dengan cepat (hlm. 62).
Salah satu aspek yang patut mendapatkan perhatian utama adalah pendidikan moral atau akhlak. Bisa jadi, inilah fondasi utama dari seluruh jenis pendidikan. Tak heran bila para pendahulu kita selalu mengutamakan pendidikan moral, karena bidang ini memiliki keterkaitan yang erat dengan semua bentuk pendidikan lainnya. Bahkan, hubungan tersebut sangat dekat dan saling memengaruhi (hlm. 76).
Indikasi Keberhasilan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan beragam istilah untuk menyatakan hasil dari proses pendidikan. Meskipun bentuknya berbeda, maknanya tetap serupa. Misalnya, seseorang disebut sebagai pribadi yang berpendidikan apabila ia menunjukkan akhlak mulia dan perilaku benar, bahkan sebelum mendapat pengakuan dari orang-orang di sekitarnya.
Kita juga bisa menyebutnya sebagai sosok yang beradab, atau seseorang yang telah mendapatkan bimbingan yang baik. Bisa pula dijelaskan dengan kalimat seperti ini: tindak-tanduk orang tersebut lurus dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya maupun orang lain (hlm. 6).
Pendidikan dan Peradaban
Apa itu pendidikan? Al-Qadhi Al-Baidawi dalam Anwar At-Tanzil wa Asrar At-Ta’wil mendefinisikan pendidikan sebagai proses mengarahkan sesuatu menuju kesempurnaan secara bertahap.
Sementara itu, menurut Ibnu Sina, tarbiyah adalah suatu proses pembiasaan, yakni melakukan aktivitas secara berulang-ulang dalam jangka waktu lama dan dalam rentang waktu yang berdekatan (hlm. 9).
Hal yang menarik, pendidikan dipandang sebagai pintu gerbang menuju peradaban yang agung. Lalu, apa itu adab? Dalam Lisan Al-‘Arab, adab dimaknai sebagai perilaku terjaga dari orang-orang yang beradab. Akar katanya berarti “mengajak” atau “memanggil”—karena adab mengarahkan manusia untuk melakukan perbuatan terpuji dan mencegah mereka dari tindakan tercela. Adab juga bermakna kedisiplinan diri, proses pembelajaran, kesantunan, dan cara bersikap baik kepada sesama (hlm. 10).
Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk dan memajukan peradaban. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa atau masyarakat yang memberi perhatian besar terhadap pendidikan terbukti mampu membangun peradaban mereka dengan kuat. Pendidikan memperkuat fondasi budaya dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Akibatnya, mereka tumbuh menjadi masyarakat maju yang memberi kontribusi besar secara ilmiah, sosial, dan intelektual.
Contoh nyata dapat dilihat dari peradaban besar masa lalu seperti Mesir Kuno, Babilonia, Yunani, dan Romawi. Semua menunjukkan betapa pendidikan memainkan peran penting dalam keberlanjutan dan kemajuan peradaban mereka.
Hal yang sama juga berlaku dalam sejarah Islam. Baik Al-Qur’an maupun hadis mengajak umat Islam untuk menuntut ilmu dan menguasainya—tentu melalui proses pendidikan. Akibatnya, terbukalah banyak peluang untuk membangun peradaban Islam yang gemilang.
Islam tidak hanya mendorong pencarian ilmu, tetapi juga menyediakan sarana dan metode untuk mencapainya melalui pendidikan. Inilah yang membuat peradaban Islam berkembang selama berabad-abad, bahkan turut memengaruhi peradaban Barat sejak era Renaisans Eropa (hlm. 58).
Sistematika Bagus
Buku ini terdiri atas tujuh bagian:
Pertama, Konsep Pendidikan. Di dalamnya terdapat pasal-pasal seperti Makna Pendidikan, Takdib (Penanaman Adab/Etika), Taklim (Pengajaran), Hidayah (Petunjuk), Perkembangan Pengertian Pendidikan, Watak Pendidikan, Tema Pendidikan, Fungsi-Fungsi Pendidikan, serta Peran Pendidikan dalam Menciptakan dan Mengarahkan Masa Depan.
Kedua, Jenis-Jenis Pendidikan, memuat Pendidikan Intelektual, Pendidikan Moral, Pendidikan Sosial, Pendidikan Keilmuan, Pendidikan Estetika, Pendidikan Keterampilan, dan ditutup dengan “Di Mana Pendidikan Agama?”.
Ketiga, Pengertian Pokok-Pokok Pendidikan, meliputi Makna Ushul (Prinsip-Prinsip) secara bahasa, makna istilah, kesehatan mental, dan psikologi pendidikan.
Keempat, Sisi Ilmiah Pokok-Pokok Pendidikan, membahas Kebutuhan Manusia Akan Ilmu Pengetahuan, Urgensi Penelitian Ilmiah dalam Pendidikan, Dapatkah Terbentuk Ilmu Pendidikan?, dan Pandangan Kritis terhadap Pokok-Pokok Pendidikan.
Kelima, Bidang-Bidang Pokok-Pokok Pendidikan, antara lain Pokok-Pokok Agama, Filosofis, Sejarah, dan Psikologis.
Keenam, Bidang-Bidang dalam Pokok-Pokok Pendidikan, mencakup Pokok-Pokok Kebudayaan, Biologis, Alam, Ekonomi, dan Manajemen.
Ketujuh, Perumusan Pokok-Pokok Pendidikan dalam Pemikiran Pendidikan Kontemporer Kita, termasuk di dalamnya Perumusan Pokok-Pokok Abad ke-21.
Kaya Manfaat
Buku ini didukung oleh sumber bacaan yang luas. Di daftar pustaka tercantum 119 judul buku sebagai rujukan. Ini meyakinkan.
Ini buku yang berharga. Kehadirannya didesain untuk memberikan pemahaman dan pedoman terkait seluk-beluk dunia pendidikan atau tarbiyah. Pasti berguna bagi banyak kalangan.
Buku ini penting dibaca oleh para pendidik seperti guru, dosen, dan pendakwah. Juga sangat bermanfaat bagi para orang tua sebagai pendidik pertama dan utama anak-anak mereka. Bahkan, buku ini relevan bagi mahasiswa yang menempuh studi ilmu pendidikan atau tarbiyah.
Data Buku
- Judul: Pengantar Studi Ilmu Tarbiyah
- Penulis: Prof. Dr. Said Ismail Ali
- Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
- Tahun Terbit: 2024
- Tebal: xiv + 338 halaman
Penyunting Mohammad Nurfatoni












