Feature

Tapak Suci Umla Kenalkan Jurus Madura dan Rampak di Panggung Internasional

73
×

Tapak Suci Umla Kenalkan Jurus Madura dan Rampak di Panggung Internasional

Sebarkan artikel ini
UKM Pencak Silat Umla yang tampil dalam pembukaan 5th International Summer Course 2025 Umla (Tagar.co/Febby Balla Syach Puteri)

Lewat 5th Summer Course 2025, Tapak Suci Umla tampil membanggakan. Mereka memperkenalkan jurus pencak silat khas Madura dan seni rampak Jawa Timur kepada peserta dari berbagai negara.

Tagar.co — Pembukaan 5th International Summer Course 2025 Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla) berlangsung semarak dengan suguhan seni budaya tradisional yang memukau, Senin 21 Juni 2025.

Bertempat di Aula Budi Utomo Lantai 3, acara yang menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara ini dibuka dengan penampilan atlet Tapak Suci yang membawakan jurus pencak silat khas Madura dan seni rampak dari Jawa Timur—dua warisan budaya yang jarang tampil di panggung Lamongan, apalagi dalam nuansa internasional.

Baca juga: Harmoni Budaya dan Inovasi Global Warnai Pembukaan 5th International Summer Course Umla 2025

Pentas tersebut merupakan persembahan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Umla. Para mahasiswa menampilkan koreografi silat yang dinamis dan penuh makna, dipadukan dengan harmoni gerak seni rampak yang menonjolkan kekompakan dan semangat kolektif. Ini bukan sekadar hiburan pembuka, melainkan wujud nyata upaya pelestarian budaya lokal yang dikemas dalam wajah global.

Baca Juga:  14 TK Adu Kekompakan di Lomba Tapak Suci Seni Beregu di Open School SD Muri

David Alfin Arizal, mahasiswa Umla sebagai salah satu penampil mengungkapkan bahwa penampilan tersebut dipersiapkan dengan latihan intensif selama dua pekan. “Ini kesempatan besar bagi kami untuk mengenalkan budaya lokal ke audiens global,” ujarnya antusias.

David Alfin Arizal dari UKM Pencak Silat Umla saat tampil dalam pembukaan 5th International Summer Course 2025 Umla (Tagar.co/Febby Balla Syach Puteri)

Menurut David, jurus pencak silat Madura yang mereka tampilkan menjadi momen bersejarah karena baru pertama kali dipentaskan di Kabupaten Lamongan. “Sangat senang rasanya bisa membawa jurus khas Madura ke panggung ini, terlebih dalam acara berskala internasional,” tambahnya dengan bangga.

Tak kalah mencuri perhatian, seni rampak yang mengandalkan keserempakan dan disiplin tinggi juga menuai tepuk tangan meriah dari para peserta. David menyebut bahwa seni ini pernah tampil di panggung dunia, membuktikan bahwa budaya Jawa Timur mampu bersaing dalam peta seni pertunjukan global.

Penampilan ini menegaskan komitmen Umla untuk menjadikan ajang Summer Course sebagai ruang perjumpaan antarbudaya yang tak hanya mendidik secara akademis, tetapi juga merayakan keragaman dan warisan leluhur. Dalam setiap gerak silat dan hentakan rampak, tergambar semangat mahasiswa Umla mengangkat budaya Nusantara ke mata dunia. (#)

Baca Juga:  MTs Muga Sumberrejo Sabet Dua Emas di Alisco 2026

Jurnalis Febby Balla Syach Puteri Penyunting Mohammad Nurfatoni