Feature

Sumu Banyumas Luncurkan Social Club: Dakwah Ekonomi di Tengah Krisis

51
×

Sumu Banyumas Luncurkan Social Club: Dakwah Ekonomi di Tengah Krisis

Sebarkan artikel ini
Kopdar Sumu Banyumas, Kmais (10//4/25)

Lewat launching Sumu Social Club dan semangat kewirausahaan, Sumu Banyumas membangun ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan berdaya—berbasis dakwah, berbasis solidaritas.

Tagar.co Di tengah tantangan ekonomi global yang kian kompleks, Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Banyumas Raya, Jawa Tengah, justru menyalakan obor optimisme.

Kamis (10/4/25), suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Resto Pak Raden, Dukuhwaluh. Sekitar 70 anggota Sumu dari Banyumas, Cilacap, hingga Purbalingga berkumpul dalam Kopdar ke-13 yang juga menjadi momentum peluncuran Sumu Social Club.

Tak sekadar temu wicara biasa, acara ini menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi yang merekatkan semangat kolektif dalam membangun ekonomi umat. Ghufron Mustaqim, Sekretaris Jenderal Sumu sekaligus Co-Founder Evermos, hadir sebagai pembicara utama dan menyampaikan arah gerak besar gerakan ini.

Baca juga: Empat Terobosan Sumu untuk Dorong UMKM Naik Kelas

“Setelah lebih dari seratus tahun Muhammadiyah kokoh di bidang pendidikan dan kesehatan, kini saatnya kita membangun pilar ketiga: ekonomi,” tegas Ghufron. “Sumu bukan sekadar komunitas, tetapi gerakan dakwah ekonomi yang ingin melahirkan 10 orang terkaya Indonesia dari kader dakwah.”

Pernyataan ini disambut antusias para peserta, yang sebagian besar adalah pelaku usaha, profesional muda, dan aktivis sosial. Mereka berdiskusi hangat tentang krisis ekonomi, tingginya beban pajak, hingga terbatasnya sirkulasi uang rupiah yang menyulitkan pergerakan usaha mikro dan menengah.

Sebagai respons konkret, Sumu memperkenalkan Sumu Social Club, hasil kolaborasi dengan HIPMI. Salah satu program unggulannya, Nasi Darurat, ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Program ini tak sekadar memberi bantuan pangan, tetapi juga menyediakan hotline khusus agar bantuan bisa tepat sasaran dan cepat disalurkan.

Tak hanya aksi sosial, Sumu juga menyiapkan inisiatif rintisan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi umat. Ghufron memperkenalkan Zendo, calon penantang serius platform ojek daring yang kini mendominasi pasar, serta Jagalaba, sebuah platform e-commerce yang dibangun dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada pelaku UMKM.

“Ekonomi harus menjadi ladang dakwah baru kita,” ujar Ghufron dengan mantap. “SUMU adalah jembatan antara nilai spiritual dan strategi bisnis. Di sinilah kita membuktikan bahwa keberpihakan pada umat bisa diwujudkan lewat aksi nyata.”

Kopdar ke-13 ini menjadi bukti bahwa Sumu Banyumas tak sekadar hadir sebagai komunitas pengusaha Muslim, tetapi sebagai katalisator perubahan yang mengusung semangat keberdayaan. Di tengah gelombang krisis, mereka memilih untuk bertindak—menggabungkan keimanan dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih adil dan mandiri. (#)

Jurnalis Soleh Penyunting Mohammad Nurfatoni