
Dokter tidak pernah menjanjikan kesembuhan dengan obat. Guru tidak menjamin kesuksesan dengan belajar. Namun Allah SWT berjanji, jika seseorang memperbaiki salatnya, Allah akan memperbaiki hidupnya.
Tagar.co – Siswa Smamuga, Hijra Maulana Abdillah, berdiri tenang di hadapan teman-temannya. Mikrofon headset terpasang di telinganya. Lalu dia mengucapkan salam menyapa hadirin pengajian SMA Muhammadiyah 3 (Smamuga) Tulangan Sidoarjo, Jumat (17/1/2025) siang.
Hadirin menjawab serempak salam itu sehingga suasana pengajian di Masjid Jihadul Fitrah Smamuga menjadi semangat.
Pengajian diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamuga Tulangan.
Hijra Maulana Abdillah siswa Smamuga kelas X.4. Hari itu dia dipilih menjadi penceramah. Biasanya pengajian yang dimulai pukul 13.00 menghadirkan penceramah dari luar sekolah.
Dia mengangkat tema perbaiki salatmu, maka Allah memperbaiki hidupmu. Membuka ceramah dengan mengutip hadis Rasulullah SAW.
”Amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Jika salatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Namun jika salatnya rusak, maka rusak pula amal-amalnya yang lain,” katanya berdasar hadis dari As-Silsilah Ash-Shihah 3: 343.
Hijra mengatakan, dokter tidak pernah menjanjikan kesembuhan dengan obat. Guru tidak menjamin kesuksesan dengan belajar. Namun Allah SWT berjanji, jika seseorang memperbaiki salatnya, Allah akan memperbaiki hidupnya.
“Salat yang menjadi kebiasaan akan membawa kesuksesan dengan izin Allah. Jangan pernah merasa salat itu beban, karena hakikatnya salat yang meringankan beban,” jelas siswa yang sering mengisi ceramah di berbagai kegiatan keislaman ini.
Salat Cermin Diri
Hijra menyampaikan salat berkualitas menjauhkan seseorang dari kemaksiatan. Ia mengutip surat Al-Ankabut ayat 45: Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
Kemudian dia menyarankan beberapa langkah untuk menjaga kualitas salat.
Pertama, tumakninah yaitu tenang, fokus, dan khusyuk dalam setiap gerakan dan bacaan salat.
Kedua, hindari gangguan setan dengan menyempurnakan wudu.
Ketiga, jangan terburu-buru, sebab ibadah bukan perlombaan.
Keempat, bersungguh-sungguh kepada Allah SWT.

Tingkatan Salat
Lantas siswa Smamuga itu menjelaskan lima tingkatan kualitas salat menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib.
Pertama, salat tanpa menjaga wudu, rukun, dan khusyuk.
Kedua, salat dengan menjaga wudu, waktu, dan rukun, tetapi belum khusyuk.
Ketiga, salat dengan menjaga wudu, waktu, dan rukun, serta khusyuk di awal saja.
Keempat, salat dengan khusyuk dan mengalahkan godaan setan.
Kelima, salat yang sempurna dengan kepasrahan kepada Allah SWT.
Hijra menutup materinya dengan menerangkan keutamaan salat lima waktu.
Pertama, Allah akan memperbaiki kehidupan orang yang salat.
Kedua, Allah menenangkan jiwa hambaNya yang salat.
Ketiga, Allah mempermudah rezeki dan urusan hidup.
Keempat, Allah mempercepat pengabulan doa.
Kelima, Allah menjanjikan kesuksesan dan kebahagiaan. (#)
Jurnalis Zulkifli Penyunting Sugeng Purwanto












