Feature

Sinergi Lintas Negeri: Insip dan Permai Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Migran

36
×

Sinergi Lintas Negeri: Insip dan Permai Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Migran

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor Insip Arina Athiyallah dan Sekretaris Jenderal Permai Penang Agung Priatin menunjukan Mou yang baru ditandatangani (Tagar.co/Istimewa)

Lewat MoU dan pelatihan psikososial, Institut Agama Islam Pemalang dan Permai Penang berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih manusiawi dan inklusif bagi pelajar Indonesia di Malaysia

Tagar.co — Semangat membangun masa depan anak-anak Indonesia di luar negeri terpatri dalam kerja sama strategis antara Pertubuhan Masyarakat Indonesia (Permai) Penang Malaysia dan Institut Agama Islam Pemalang (Insip). Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), keduanya berkomitmen memperluas akses pendidikan dan memperkuat dukungan terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Berlangsung hangat di Penang, kerja sama ini tak sekadar seremoni. Ia menjadi penanda hadirnya kepedulian lintas batas terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak Indonesia yang tumbuh jauh dari tanah air. Presiden Permai Penang, Eddy Virgo, menyambut langsung delegasi dari Insip dengan penuh apresiasi.

Baca juga: Merantau tanpa Merasa Asing: Pesan Abdul Mu’ti untuk Diaspora Muhammadiyah di Malaysia

“Selamat datang kepada delegasi Insip di Penang. Kami sangat menghargai kolaborasi ini. Insip Pemalang telah menunjukkan kepedulian besar terhadap masa depan anak-anak Indonesia di sini,” ujarnya dalam sambutan pada Jumat (11/7/2025).

MoU yang diteken mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengembangan kurikulum pendidikan, pelatihan tenaga pengajar, hingga program pengabdian masyarakat dan penelitian kolaboratif. Kerja sama ini dipandang sebagai langkah awal yang strategis dalam memperkuat kapasitas pendidikan komunitas Indonesia di luar negeri.

Tak hanya berhenti di atas kertas, semangat kolaborasi itu langsung diwujudkan dalam bentuk pelatihan. Sejumlah dosen Insip menggelar sesi pelatihan pengelolaan emosi dan strategi pembelajaran bagi puluhan pelajar Indonesia di Penang. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para siswa yang selama ini membutuhkan pendampingan psikososial dalam keseharian mereka.

Wakil Rektor Insip, Arina Athiyallah, B.HSc., M.Psi., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari misi besar Insip dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pelatihan emosi dasar ini adalah langkah awal dari kontribusi kami dalam membangun semangat belajar dan kesejahteraan emosional siswa. Ini sejalan dengan visi Insipuntuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, tanpa memandang batas geografis,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Permai Penang, Agung Priatin, pun optimistis bahwa kerja sama ini akan membuka jalan bagi sinergi yang lebih luas ke depan.

“Kami berharap kolaborasi antara Permai dan Insip terus berkembang, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga pembinaan masyarakat migran secara umum,” ungkapnya.

Tak hanya dengan Permai, Insip juga menjalin kemitraan internasional lainnya. MoU turut ditandatangani dengan Center for Policy Research Universiti Sains Malaysia (USM), sebuah lembaga think tank tertua yang memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan strategis nasional di Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Insipjuga menggelar diskusi kolaboratif dengan Centre for Islamic Development Management Studies (Isdev) USM, institusi terkemuka dalam bidang ekonomi politik Islam, kebijakan publik berbasis Islam, dan manajemen aset. Diskusi ini menjadi wadah pertukaran pemikiran dan gagasan strategis untuk memperkuat kontribusi keilmuan antarnegara serumpun.

Melalui kolaborasi ini, harapan akan tumbuhnya generasi muda Indonesia di luar negeri yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing global kian menguat. (#)

Jurnalis Sapto Suhendro Penyunting Mohammad Nurfatoni