Feature

Shecure Fest 2025 PCNA Buduran Gaungkan Kesehatan Reproduksi Perempuan

30
×

Shecure Fest 2025 PCNA Buduran Gaungkan Kesehatan Reproduksi Perempuan

Sebarkan artikel ini
Dr. Rafhani Rosyidah, S.Keb., Bd., M.Sc., memaparkan materi. (Tagar.co/Shahensyah Raiq)

Lebih dari seratus muslimah antusias mengikuti talkshow kesehatan reproduksi perempuan. Ini bagian dari program pemberdayaan bertajuk Shecure Fest 2025 oleh PCNA Buduran.

Tagar.co — Masjid yang biasanya sunyi, Ahad pagi itu mendadak semarak oleh tawa, lantunan doa, dan semangat para muslimah dari berbagai usia. Pada Ahad, 3 Agustus 2025, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Buduran menggelar Talkshow Muslimah bertajuk kesehatan reproduksi wanita sebagai bagian dari rangkaian program Shecure Fest 2025.

Lebih dari seratus peserta memadati halaman dan area utama Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari remaja, ibu rumah tangga, hingga para tokoh perempuan komunitas.

Acara sejak pukul 08.20 WIB itu menjadi ruang belajar dan refleksi bersama. Narasumber membahas hal-hal krusial namun kerap terabaikan. Yaitu kesehatan reproduksi perempuan.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Buduran, Ustaz Mugiono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif dakwah perempuan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan kajian khusus muslimah seperti ini. Dakwah seperti ini sangat perlu di era sekarang. Silakan jadikan masjid ini sebagai pusat kegiatan muslimah yang bermanfaat dan mencerahkan,” tegasnya dalam sambutan.

Baca Juga:  Menteri Kehutanan: Langkah Strategis Tata Kelola Kehutanan Cegah Kegilaan Manusia

Ketua PCNA Buduran, Rifatul Hidayah, S.S., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta. Ia menjelaskan, talkshow ini bagian dari Shecure Fest 2025, program satu bulan penuh untuk pemberdayaan muslimah.

“Selain talkshow, akan ada sarasehan entrepreneur muslimah, Thrifting Muslimah, dan berbagai kompetisi inspiratif muslimah,” ujarnya.

Sebagai seorang ibu dua anak yang juga aktif bekerja dan berorganisasi, Rifa menyemangati peserta untuk terus menuntut ilmu. Selain itu juga tidak takut berperan aktif di masyarakat.

“Dalam Islam, perempuan itu mulia. Ia bukan hanya pendamping laki-laki, tapi juga ibu, pendidik, dan penggerak masyarakat. Maka menuntut ilmu dan aktif berorganisasi adalah bentuk jihad kita,” tegasnya.

Pembicara foto bersama peserta setelah talkshow. (Tagar.co/Syahensyah Raiq)

Bongkar Mitos, Rawat Amanah

Talkshow inti berlangsung gayeng dengan pembicara Dr. Rafhani Rosyidah, S.Keb., Bd., M.Sc., dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan praktisi kebidanan. Dalam pemaparannya yang lugas dan menyentuh, ia menjelaskan, kesehatan reproduksi tidak hanya menyangkut organ tubuh. Melainkan juga aspek fisik, mental, dan sosial secara menyeluruh.

“Banyak perempuan, terutama remaja, belum paham betapa pentingnya merawat tubuhnya sendiri. Mari kenali sistem reproduksi kita, pahami proses menstruasi, ovulasi, hingga bagaimana menjaga kebersihan dan pola hidup sehat,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Balik Busur dan Doa Ibu: Keteguhan Nabilah Memanah di Arena 20 Meter

Ia juga membongkar mitos-mitos umum seputar menstruasi dan organ intim yang masih banyak dipercayai, namun keliru secara medis. “Tubuh kita adalah amanah. Jagalah bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Nur Rafita Hanun, M.A., Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sidoarjo, Siti Aminah, S.T.P., Kepala TK ABA 1 Buduran beserta wali siswa. Tampak juga hadir santri dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Porong dan Tulangan dan santri Pondok Pesantren Al-Fattah Banjarsari.

Di antara mereka juga hadir perwakilan dari KNPI Kecamatan Buduran, Karang Taruna Kecamatan Buduran, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Buduran, dan ibu-ibu Aisyiyah.

Baca Juga: Magrib di Masjid Ar-Royyan Buduran, Ratusan Anak Muda Kompetisi Mobile Legend

Thrifting Muslimah

Usai talkshow, acara berlanjut dengan Thrifting Muslimah, yaitu bazar pakaian muslimah layak pakai. Keuntungan dari kegiatan ini akan mereka kelola untuk mendukung program-program masjid, sejalan dengan semangat pemberdayaan perempuan dan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Ikuti Olympicad 2026, Asa Smamio Berkibar di Timur Nusantara

Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini terselenggara berkat kerja sama PCNA Buduran dengan Departemen Muslimah Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Semangat yang mereka bawa terasa bukan hanya pada ilmu yang tersampaikan, tetapi juga pada energi kolektif perempuan yang ingin tumbuh, berdaya, dan mencerahkan, dimulai dari masjid. (#)

Jurnalis Bayu Firdaus Penyunting Sayyidah Nuriyah