
Sebelas siswa pilihan SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berlomba dalam Olympicad 2026 di Makassar. Mereka membawa misi besar mengejar prestasi nasional sekaligus menjalin ukhuwah melalui kompetisi bergengsi.
Tagar.co — Koper-koper berjejer rapi di pelataran sekolah. Para siswa mengawali perjalanan panjang yang penuh harapan. Isak haru dan pelukan hangat orang tua melepas keberangkatan kontingen Olimpiade Ahmad Dahlan (Olympicad) VIII SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) Gresik. Sebanyak 11 siswa dan 3 guru pendamping melangkah pasti menuju ajang dua tahunan tingkat nasional yang berlangsung pada 12–14 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyiapkan 35 cabang lomba untuk menguji ketangkasan pelajar Muhammadiyah se-Indonesia. Rabu sore (11/2/2026), rombongan Smamio bertolak dari Bandara Juanda tepat pukul 15.20 WIB. Di ruang tunggu, suasana tampak produktif. Beberapa siswa tekun membolak-balik catatan materi lomba, sementara yang lain sibuk mengabadikan momen keberangkatan mereka.
“Bismillah, ini bukan sekadar lomba, melainkan pengalaman berharga,” ujar Hudzaifaturahman, salah satu guru pendamping, saat memompa semangat anak didiknya.
Ia menekankan, proses belajar dan jalinan persaudaraan jauh lebih penting daripada sekadar trofi kemenangan. Pesawat akhirnya mendarat mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 18.50 WITA. Embusan angin laut yang lembut dan semburat senja Makassar menyambut kedatangan mereka dengan hangat.
Aroma Rempah dan Hangatnya Jamuan Apong
Setibanya di Makassar, pemandu lokal bernama Daeng Nakku telah menanti rombongan. Ia segera mengajak kontingen menyusuri kawasan Panakkukang yang benderang oleh gemerlap lampu kota. “Di sinilah para tamu biasanya menikmati makanan legendaris Makassar,” ucap Daeng Nakku sambil menunjuk deretan rumah makan yang padat pengunjung.
Ia menjelaskan dengan antusias, kawasan tersebut merupakan pusat pengolahan hasil laut atau seafood yang sangat beragam. Akhirnya, pilihan jatuh pada Rumah Makan (RM) Apong Boulevard. Deretan mobil yang memenuhi area parkir menjadi bukti sahih kelezatan kuliner di sana.
Di hadapan meja panjang yang telah tertata, para siswa sempat terpaku melihat menu yang menggugah selera. “Kalau semuanya enak, pilih yang mana dulu ya, Pak?” seloroh Freyanda memecah kecanggungan. Malam itu, meja makan berubah menjadi pesta pora hidangan laut.
Sajian Ikan Sunu Macho, Katambra Manados, udang telur asin, hingga udang putih saus Padang memanjakan lidah mereka. Tawa dan obrolan ringan mengalir deras, menyapu bersih rasa lelah setelah perjalanan udara.
Salah satu siswa mengaku terkesan dengan cita rasa otentik Makassar yang ia cicipi. Pengalaman kuliner ini menjadi energi tambahan sebelum mereka berjibaku di medan lomba. Usai bersantap, rombongan beristirahat di Continent Centrepoint Panakkukang guna memulihkan stamina.
Baca Juga: Didik Suhardi: Olympicad Momentum Bangun Generasi Emas Muhammadiyah
Semangat Indonesia Hebat di Bumi Celebes
Fajar menyingsing, menandai mulainya hari pertama Olympicad VIII. Lapangan Unismuh Makassar berubah menjadi lautan manusia saat ribuan peserta mengikuti senam Anak Indonesia Hebat. Mayoritas peserta, termasuk kontingen Smamio, mengenakan kaus putih bergambar maskot burung merah yang menjadi ikon kejuaraan tahun ini. Diaspora pelajar ini menjadi bukti nyata kekuatan pendidikan Muhammadiyah di tanah air.
Panitia mengarahkan para siswa untuk mengikuti Workshop Moslem Citizens dan STEM Education sebagai pembuka wawasan. Agenda ini bertujuan membentuk karakter pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi bagi bangsa.
Puncaknya, upacara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, menyulut api semangat di dada setiap peserta. Di tengah riuh rendah acara, tekad baja terpancar dari wajah para delegasi Gresik ini.
“Kami siap bertanding dan membawa pulang pengalaman terbaik,” bisik Mandala Wahyu Purnomo, peserta cabang lomba Fahmil Quran, penuh keyakinan.
Perjalanan ini memang baru saja mereka mulai. Bagi keluarga besar Smamio, Olympicad bukan sekadar ajang adu kecerdasan. Ini adalah fragmen tentang keberanian melangkah, kekuatan kebersamaan, dan upaya kolektif untuk menjemput mimpi-mimpi besar di ufuk timur Indonesia.
Berikut daftar Kontingen Smamio pada Olympicad VIII Makassar 2026:
Olimpiade Matematika: Apriandhika Zhafran Yudianto (XI-3).
Olimpiade Kimia: Alyadhiba Shafira Sashi Kirana.
Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI): Freyanda El Naury Mardhika, Khatrisma Indah Nur Fadhilah, Mukhammad Ezra San Airlangga.
News Reading: Muhammad Ghaisan Mirza Rifai, Habibullah Zidan El Faza.
Hifdzil Quran: Abdurrahman Insan Pambudi.
Fahmil Quran: Hasna Nadhifa Salma, Kania Mutiara Ariva, Mandala Wahyu Purnomo.
Pendamping: Dr. Anis Shofatun, S.Si., M.Pd., Hudzaifaturahman, S.Th.I., Anggi Aulidhia Rohmah, S.Pd. (#)
Jurnalis Anis Shofatun Penyunting Sayyidah Nuriyah












