Feature

Serunya Belajar di TK Aisyiyah 41: Dari Hulahop Ceria hingga Lilin Api Kreasi Anak

68
×

Serunya Belajar di TK Aisyiyah 41: Dari Hulahop Ceria hingga Lilin Api Kreasi Anak

Sebarkan artikel ini
TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik hadirkan pembelajaran seru: permainan hulahop berjalan, diskusi manfaat api, hingga kreasi lilin dari kertas bufalo. Semuanya dikemas penuh tawa dan makna.
Azani Malino Haridiansyah (kiri) berlomba adu kecepatan hulahop berjalan dengan Mikhayla Medina Jasmine di kelas B2 TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Jawa Timur, Jumat, 16 Mei 2025 (Tagar.co/Nofia Firdawati).

TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik hadirkan pembelajaran seru: permainan hulahop berjalan, diskusi manfaat api, hingga kreasi lilin dari kertas bufalo. Semuanya dikemas penuh tawa dan makna.

Tagar.co – Suasana penuh semangat dan tawa riang terdengar sejak pagi di kelas B2 TK Aisyiyah atau Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41 Menganti, Gresik, Jumat (16/5/2025). Hari itu, guru kelas Nofia Firdawati, S.Pd., atau akrab disapa Bu Opi, punya cara unik untuk mengawali pembelajaran: permainan “hulahop berjalan” sebagai ice breaking.

“Bu Opi, kita mau main!” teriak anak-anak serempak ketika ditawari pilihan antara bermain atau belajar. Tanpa menunggu lama, dua buah hulahop pun diambil, dan anak-anak dibagi menjadi dua barisan.

“Baiklah, hari ini kita akan bermain hulahop berjalan,” seru Bu Opi.

Baca juga: Belajar Udara lewat Tawa dan Balon: Sehari di TK Aisyiyah 41 Menganti

Dalam permainan ini, dua anak beradu cepat memindahkan hulahop ke depan dengan cara melewati tubuh mereka, dari garis start hingga finish. Yang menarik, pemenang berhak mencoret wajah temannya yang kalah menggunakan bedak bayi yang sudah disiapkan dalam mangkuk plastik.

Baca Juga:  "Manusia Jalur Langit”, Esai Nadhirotul Mawaddah Raih Penghargaan Nasional

Suasana makin semarak ketika Alicia Kanaya Putri dan Farrel Bambang Putra Wibowo mendapat giliran pertama. Tawa dan sorak-sorai terdengar sepanjang permainan. Namun, meski ada yang menang dan kalah, semua anak tetap ceria dan tidak merasa paling hebat atau rendah diri.

Menikmati kegiatan makan bersama dengan menu nasi goreng di kelas B2 TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Jawa Timur, Jumat, 16 Mei 2025 (Tagar.co/Nofia Firdawati).

Belajar Tentang Api Lewat Lilin dari Kertas

Setelah sesi permainan usai, pembelajaran dimulai. Tema hari itu adalah mengenal manfaat api dalam kehidupan sehari-hari.

“Siapa yang bisa memberi tahu Bu Opi manfaat api?” tanya Bu Opi membuka diskusi.

“Untuk membakar sampah!” jawab Arfan Athallah Putra Prasetiyo dengan lantang, disusul jawaban lain: sebagai sumber cahaya, memasak, membunuh kuman, dan menghangatkan tubuh.

Anak-anak kemudian diajak membuat lilin hias dari kertas bufalo. Kertas dipotong memanjang, dilipat bolak-balik secara vertikal, lalu ditempel gambar api sebagai simbol nyala lilin.

“Bu Opi, lihat punyaku sudah jadi!” seru Aisyah Syafinah Ezzana sambil mengangkat hasil kreasinya.

“Wah, bagus sekali, Sena. Hebat!” puji Bu Opi sambil mengacungkan jempol.

TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik hadirkan pembelajaran seru: permainan hulahop berjalan, diskusi manfaat api, hingga kreasi lilin dari kertas bufalo. Semuanya dikemas penuh tawa dan makna.
Anak-anak didik kelas kelas B2 TK Aisyiyah 41 Menganti pamerkan hasil karyanya, lilin hias dari kertas bufalo, Gresik, Jawa Timur, Jumat, 16 Mei 2025 (Tagar.co/Nofia Firdawati).

Makan Bersama, Menjadi Penutup yang Berkesan

Sebagai penutup, anak-anak makan nasi goreng bersama yang disiapkan oleh tim Ikatan Wali Murid Aisyiyah (Iwama). Suasana penuh keakraban melengkapi kegiatan hari itu.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

“Bu Opi, aku sudah selesai makan nasi gorengnya,” kata Muhammad Falih Aqmar Pradana. Bu Opi terkejut karena ini kali pertama Aqmar menghabiskan nasi di sekolah. “Hebat, Aqmar!” ujarnya bangga.

“Alhamdulillah, hari ini anak-anak luar biasa. Mulai dari ice breaking, belajar manfaat api, hingga makan bersama dilakukan dengan semangat dan gembira,” ucap Bu Opi.

“Semoga semangat belajar mereka terus terjaga, bukan hanya hari ini saja,” tutupnya dengan penuh harap. (#)

Reporter Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni