Feature

SD Muhammadiyah Melirang Jadi Tuan Rumah Inspirasi Pembelajaran Mendalam

43
×

SD Muhammadiyah Melirang Jadi Tuan Rumah Inspirasi Pembelajaran Mendalam

Sebarkan artikel ini
Foto bersama antara peserta dan siswa setelah kegiatan open class OJT 2. (Tagar.co/Rabya Auliani)

SD Muhammadiyah Melirang, Gresik, menjadi tuan rumah Open Class OJT 2 yang menghadirkan praktik baik pembelajaran mendalam dan kolaborasi antarguru.

Tagar.co — Hari istimewa bagi keluarga besar SD Muhammadiyah Melirang, Kecamatan Bungah, Gresik. Sekolah ini mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan Open Class On Job Training (OJT) 2, Selasa (16/9/25).

Peserta kegiatan ini merupakan guru Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik, guru-guru yang sebelumnya telah mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam BBPGP Jawa Timur. Alhasil, acara ini menjadi ajang tindak lanjut sekaligus ruang berbagi praktik baik dalam pembelajaran.

Seluruh warga sekolah menyambut antusias kegiatan ini. Spanduk ucapan selamat datang terpasang di halaman. Sementara para guru tamu mulai berdatangan dan kepala sekolah beserta jajaran guru menyambut ramah setiap tamu yang hadir. Mereka menciptakan atmosfer kekeluargaan sekaligus semangat kolaborasi.

Momen membanggakan hadir ketika salah satu guru SD Muhammadiyah Melirang mendapat kepercayaan menjadi guru model dalam ajang bergengsi ini. Ialah Ida Yuli Astutik, S.Pd., guru kelas I yang penuh dedikasi, sabar, dan kreatif dalam mendampingi peserta didik.

Baca Juga:  Pengenalan Dunia Kerja, Program Baru Sekolah Ini
Suasana kelas ketika kegiatan open class OJT 2. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Dalam sesi open class, Ida menampilkan pembelajaran mendalam di hadapan para peserta. Ia memperlihatkan strategi inovatif untuk menumbuhkan kemandirian, keterampilan berpikir kritis, serta semangat belajar siswa sejak dini.

Tidak hanya sekadar menyaksikan, para peserta juga terlibat dalam diskusi reflektif. Mereka berdialog mengenai strategi pembelajaran, kesesuaian dengan kurikulum, hingga tantangan yang mungkin mereka hadapi di kelasnya masing-masing. Diskusi ini menjelma menjadi ruang berharga bagi guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkaya wawasan.

Kepala SD Muhammadiyah Melirang Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan menjadi tuan rumah. Dia berpandangan menjadi tuan rumah Open Class OJT 2 merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sekolah kita mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga,” ujarnya.

Suasana diskusi reflektif bersama fasilitator. (Tagar.co/Rabya Auliani)

Diskusi Reflektif

Setelah rangkaian kegiatan Open Class OJT 2 berlangsung di ruang kelas, suasana kebersamaan masih berlanjut di Aula SD Muhammadiyah Melirang. Di tempat itu, seluruh peserta berkumpul untuk mengikuti sesi diskusi dan refleksi bersama. Aula terasa hangat, penuh antusiasme, sekaligus menjadi ruang pertemuan ide dan pengalaman antarpendidik.

Baca Juga:  Parade Tasmik Tumbuhkan Spirit Cinta Al-Quran

Dua fasilitator berpengalaman memandu diskusi ini, yakni Zaki Abdul Wahid, ST., M.Pd. dan Salha, S.Pd.SD. Keduanya dengan hangat mengarahkan jalannya forum sehingga semua peserta merasa leluasa untuk menyampaikan pandangan.

Dengan gaya komunikatif dan penuh motivasi, para fasilitator mengajak peserta merefleksikan apa saja kelebihan dari pembelajaran mendalam yang telah guru model tampilkan. Mereka juga memberikan ruang mengidentifikasi hal-hal yang perlu peningkatan.

Para peserta tampak aktif memberikan tanggapan. Mereka mendiskusikan strategi pembelajaran, teknik bertanya, pemanfaatan media, hingga menciptakan suasana kelas yang menyenangkan tetapi tetap bermakna. Beberapa guru juga berbagi praktik baik dari sekolah masing-masing, sehingga forum ini semakin kaya dengan gagasan baru.

Baca Juga: Seleksi Ketat Warnai Perjalanan SD Muhammadiyah Melirang Menuju KMSI

Dalam kesempatan ini Zaki menegaskan, tujuan utama dari kegiatan open class bukanlah sekadar menilai guru model, melainkan menjadikannya sebagai ruang belajar bersama. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengambil inspirasi, lalu mengimplementasikannya sesuai konteks sekolah masing-masing,” ujarnya.

Senada dengan itu Salha, menekankan pentingnya kolaborasi antarguru. Menurutnya, dengan berbagi pengetahuan, kualitas pendidikan akan meningkat secara bersama-sama.

Baca Juga:  Sekolah Ceria Borong Tiga Juara Kemahiran HW Kwarda Gresik

Lebih dari sekadar forum refleksi, sesi ini menjadi cermin semangat kebersamaan para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Harapannya, semangat berbagi dan belajar bersama yang tumbuh dari Open Class OJT 2 dapat terus terjaga, sehingga pendidikan di Kabupaten Gresik semakin maju sejalan dengan cita-cita mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing. (#)

Jurnalis Rabya Auliani Penyunting Sayyidah Nuriyah/MS