Feature

Karnaval Arakan Sunatan SD Muhammadiyah Melirang Ramaikan Pensi di MDTC

44
×

Karnaval Arakan Sunatan SD Muhammadiyah Melirang Ramaikan Pensi di MDTC

Sebarkan artikel ini
SD Muhammadiyah Melirang
Tampilan Karnaval Arakan Sunatan siswa SD Muhammadiyah Melirang Bungah Gresik di Kemahiran Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwarda Kabupaten Gresik, Kamis malam (15/1/2026). (Istimewa/Tagar.co)

Tampilkan arakan sunat massal, sebanyak 10 murid pukau acara Kemahiran Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwarda Kabupaten Gresik

Tagar.co – Suasana malam di Muhammadiyah Development Training Center (MDTC) Panceng, Gresik, tampak berbeda dari biasanya.

Lokasi yang umumnya sunyi mendadak berubah semarak oleh gelaran Pentas Seni (Pensi) dalam rangka kegiatan Kemahiran Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwarda Kabupaten Gresik, Kamis malam (15/1/2026).

Di bawah sorotan lampu panggung dan sejuknya udara perbukitan Panceng, para peserta menampilkan kreativitas terbaiknya dengan penuh antusias.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari SD Muhammadiyah Melirang Bungah Gresik. Mengusung tema arakan sunat massal, sebanyak 10 murid tampil percaya diri menyuguhkan seni kreasi berjudul Karnaval Arakan Sunatan.

Cerita yang diangkat bersumber dari kearifan lokal Desa Melirang, dikemas dengan nuansa tradisi yang hidup dan ceria.

Malam itu, suasana MDTC Panceng Gresik seketika hening ketika Nail melangkah ke atas panggung. Dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan, ia membuka pentas seni melalui lantunan prolog yang menggugah.

Baca Juga:  Rehat Sejenak di Ruang Spiritual, Bekal Amil Jelang Ramadan

Alunan suara Nail mengalir lembut, mengantarkan penonton memasuki kisah tradisi yang sarat makna.Dalam pementasan tersebut, Salis berperan sebagai anak yang disunat, didampingi Evan, Akbar, Haikal, dan Adam tampil sebagai punggawa yang memimpin arakan.

Sementara itu, Tristan dan Abi memainkan peran penari jaranan dengan gerak lincah dan kompak. Amar dan Hafiz melengkapi cerita sebagai pemain Ganong yang energik, menghadirkan suasana riuh dan penuh tawa. Kolaborasi peran ini berhasil menghadirkan alur cerita yang komunikatif dan menghibur penonton.

Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi menyampaikan kesan bangganya atas penampilan anak didiknya. “Pentas seni ini menjadi ruang belajar yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya berlatih tampil di depan umum, tetapi juga belajar mencintai budaya lokal, bekerja sama, dan percaya diri,” tuturnya.

Senada dengan itu, Koordinator Kemahiran, Fatimatus Zahra, menilai pensi sebagai sarana penguatan karakter.

“Melalui kegiatan kemahiran HW, nilai kemandirian, kepemimpinan, dan kreativitas tumbuh secara alami. Pensi malam ini membuktikan bahwa pembinaan kepanduan mampu melahirkan generasi yang berani dan berbudaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Merawat Marwah Lembaga Zakat lewat Tata Kelola Dana Umat

Sementara itu, salah satu pemain jaranan Tristan Al Jaras mengaku senang dan bangga bisa tampil. “Awalnya grogi, tapi setelah tampil rasanya senang sekali. Kami jadi lebih berani dan kompak. Semoga ke depan bisa tampil lebih baik lagi,” ungkapnya polos.

Pentas seni malam kemahiran ini pun menjadi penutup yang berkesan, mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan semangat pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda. (#)

Jurnalis Rabya Auliani. Penyunting Ichwan Arif.