Feature

Salat Duha di SD Mumtas: Cahaya Pagi yang Membentuk Karakter Mulia

26
×

Salat Duha di SD Mumtas: Cahaya Pagi yang Membentuk Karakter Mulia

Sebarkan artikel ini
Ratusan siswa SD Mumtas rutin menunaikan salat Duha setiap pagi. Lebih dari sekadar ibadah, ini adalah upaya membentuk karakter disiplin, spiritualitas kuat, dan semangat belajar penuh berkah.
Para murid SD Muhammadiyah 10 Surabaya larut dalam kekhusyukan salat Duha di masjid Jenderal A. Yani (Tagar.co/M.Khoirul Anam)

Ratusan siswa SD Mumtas rutin menunaikan salat Duha setiap pagi. Lebih dari sekadar ibadah, ini adalah upaya membentuk karakter disiplin, spiritualitas kuat, dan semangat belajar penuh berkah.

Tagar.co—Mentari pagi baru saja menampakkan sinarnya ketika ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) berbondong-bondong menuju Masjid Jenderal A. Yani Sidoyoso V/29 Surabaya.

Wajah-wajah ceria mereka terlihat begitu bersemangat, langkah kaki kecil mereka tertuntun dalam satu tujuan: menunaikan salat Duha, sebuah ibadah yang telah menjadi rutinitas penuh berkah sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Dengan penuh ketenangan, mereka mengambil air wudu. Percikan air yang menyentuh kulit seolah membawa kesejukan, membersihkan raga, dan menyegarkan jiwa. Setelah itu, mereka dengan tertib mengatur barisan saf, lurus dan rapat, kokoh bagaikan bangunan yang saling menguatkan.

Baca juga: Menjadi Santri Sejenak, Guru SD Mumtas Surabaya Perdalam Ilmu Islam di Bangil

Ketika takbir berkumandang, tangan-tangan mungil terangkat dengan penuh khidmat. Gemuruh doa melantun syahdu, memenuhi sudut-sudut masjid dengan harapan dan cita-cita yang melambung tinggi ke langit. Mereka memohon ilmu yang bermanfaat, keberkahan dalam hidup, rezeki berlimpah untuk orang tua, serta kesuksesan di dunia dan akhirat.

Baca Juga:  Jabal Rahmah, Bukit yang Mengajarkan Cinta dan Kepulangan

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, menegaskan pentingnya rutinitas salat Duha dalam membentuk karakter siswa.

“Salat Duha bukan hanya soal ibadah, tetapi juga pembentukan kebiasaan baik yang akan mempengaruhi disiplin dan kualitas hidup siswa. Kami ingin menanamkan bahwa sukses bukan hanya soal akademik, tetapi juga kedekatan dengan Allah,” ujarnya.

Ratusan siswa SD Mumtas rutin menunaikan salat Duha setiap pagi. Lebih dari sekadar ibadah, ini adalah upaya membentuk karakter disiplin, spiritualitas kuat, dan semangat belajar penuh berkah.
Lantunan syahdu dalam doa salat Duha oleh siswa-siswi siswi SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Tagar.co/M. Khoirul Anam)

Senada dengan itu, Kaur Ismuba, Moh. Ali, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitasnya.

“Kami ingin anak-anak Mumtas tumbuh menjadi generasi yang saleh, disiplin, dan terbiasa menghadapkan segala urusan kepada Allah. Dengan salat Duha, mereka belajar tentang kedekatan dengan Sang Pencipta serta pentingnya doa dalam setiap langkah hidup,” tuturnya.

Rutinitas pagi ini telah menjadi energi spiritual yang menghidupkan semangat belajar di SD Mumtas. Para siswa kembali ke kelas dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih, siap menuntut ilmu dengan semangat dan keyakinan bahwa setiap usaha mereka selalu dalam naungan dan rida Ilahi.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Kader Muhammadiyah Tak Perlu Takut Berkompetisi

Bagi mereka, salat Duha bukan sekadar ibadah, tetapi jembatan menuju harapan dan impian yang mereka titipkan kepada Pemilik Alam Semesta. (#)

Jurnalis M. Khoirul Anam Penyunting Mohammad Nurfaton