Feature

Saifullah Rochim Pimpin Kembali SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo 

48
×

Saifullah Rochim Pimpin Kembali SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo 

Sebarkan artikel ini

Sekolah Muhammadiyah dengan predikat Outstanding School itu, kata Saifullah Rochim dicita-citakan menjadi sekolah bertaraf internasional.
Saifullah Rochim saat menerima SK Kepala Sekolah dari Ketua PDM Sidoarjo Prof Dr Dzo’ul Milal (Tagar.co/Darul Setiawan)

Sekolah Muhammadiyah dengan predikat Outstanding School itu, kata Saifullah Rochim dicita-citakan menjadi sekolah bertaraf internasional.

Tagar.co – Suara Maher Zain yang sedang berdendang mengalun di Auditorium Mas Mansyur SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo (Muhida), Sabtu (7/12/24).

Di hall lantai tiga dari sekolah Muhammadiyah yang bertagline “Islamic Digital School”, itu berlangsung pelantikan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Pucanganom Sidoarjo Periode 2024-2028.

Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd., yang sebelumnya menjadi kepala sekolah satu periode, terpilih kembali menjadi kepala sekolah di periode kedua.

Mengawali acara, Ustadz Suhairi sebagai master ceremony (MC) menyapa para undangan. Mulai dari Ketua Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr. A. Khozin hingga Ketua PDM dan PDA Sidoarjo Prof Dr A Dzoul Milal dan Siti Zubaidah.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang oleh Ustadz Fakhruddin menghanyutkan suasana. Aula mendadak senyap. Semua yang hadir mendengar penuh kekhusyukan.

Kegiatan selanjutnya pembacaan SK Kepala oleh Majelis Dikdasmen PNF PDM Sidoarjo yang diwakili Drs. Abdul Basith, M.Pd, yang dirangkai dengan pelantikan oleh PDM Sidoarjo dan penyerahan SK.

Baca Juga:  Saat Manajer PLN UPT Gresik Unit Induk Transmisi Jawa Timur dan Bali Mengajar di Spemdalas

Dalam sambutannya, Pak Sa, panggilannya menyampaikan, semua yang ia terima hari ini adalah karena kehendak Allah SWT. “Karena semua dari Allah, maka nantinya juga akan kembali kepada Allah,” ujar Moch. Saifullah Rochim, S.E., M.Pd.

Bagi Pak Sa, menjadi kepala sekolah di Muhida tidak mudah dan banyak dinamikanya. “Bagaimana kita harus mengelola 1040 siswa, 114 pendidik dan tenaga kependidikan, juga perputaran uang Rp 14 M setahunnya,” ungkapnya.

Kita, lanjut dia, juga harus berkompetisi, berfastabiqul khairat atau berlomba-lomba menampilkan yang terbaik dengan sekolah-sekolah lain. “Maka sebenarnya bukan kepala sekolah saja tugasnya yang berat, tetapi semuanya,” paparnya.

Bertaraf Internasional

Dia kemudian menyebut beberapa tugas wakil kepala sekolah yang butuh kerja keras dan kekuatan. Mulai dari Waka Kurikulum dan Tim IT. “Kesiswaan dengan ekstrakurikuler yang berjumlah 29, Waka sarpras dengan gedung baru senilai Rp 10 M, hingga program keislaman BIK yang menjadi ciri khas sekolah,” jelasnya.

Pak Sa juga menyinggung tugas pendidik yang tak kalah berat. “Tugas Bapak Ibu guru juga tak kalah berat. Mereka mengajar anak-anak zaman sekarang, yang butuh ketelatenan dan kerja keras yang luar biasa,” tambahnya.

Baca Juga:  Warga Muhammadiyah Memiliki Tingkatan Kesadaran dalam Berkhidmat

Sekretaris Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo itu juga menyebut peran-peran lain. Mulai dari bendahara, TU, hingga satpam dan OB, yang semuanya juga punya tugas dan peran yang tidak mudah.

“Maka, kita semua mengemban amanah,

‘fakku raqabah’, yakni carilah jalan yang mendaki, sulit, serta tidak hanya datar-datar saja. Kalau kita mengeluh maka jangan terlalu banyak-banyak,” pesannya disambung senyum.

Pak Sa lalu menjelaskan, jika SD Muhida tahun ini juga telah menjadi Outstanding School dan menjadi nominasi Sekolah Unggul tingkat Nasional. Cita-cita kita ke depan adalah Internasional Islamic School, yakni sekolah yang bertaraf internasional. “Bertaraf ya Bapak Ibu, bukan bertarif ya,” ucapnya disambut gerr. (#)

Jurnalis Darul Setiawan.