Telaah

Saat Puasa Ramadan Tak Mampu Ditunaikan: Membayar Fidiah atau Qada?

74
×

Saat Puasa Ramadan Tak Mampu Ditunaikan: Membayar Fidiah atau Qada?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Freepik/AI

Sakit menahun, usia lanjut, hingga kondisi hamil dan menyusui menjadi alasan syar’i seseorang boleh meninggalkan puasa. Islam memberi jalan keluar yang bijaksana melalui qada dan fidiah.

Oleh Ridwan Ma’ruf; Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Quran Islamic School Al-Fatih Sidoarjo, dan Praktisi Spiritual Parenting Sidoarjo.

Tagar.co – Fidiah berasal dari kata fada (فَدَى), yang bermakna menjaga seseorang dari musibah dengan tebusan yang diserahkan sebagai pengganti.

Adapun fidiah (فِدْيَةٌ) adalah harta yang diserahkan sebagai pengganti atas kelalaian dalam melaksanakan ibadah tertentu, atau sebagai kafarat akibat pelanggaran puasa atau sumpah (Ar-Raghib As-Asfahani, Kamus Al-Qur’an, Jilid 3, hlm. 35).

Baca juga: Hukum Menunda Qada Puasa Ramadan

Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah 184:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Baca Juga:  Khusyuk dan Syukur di Masjid Al-Asy'ari Wonorejo

“Puasa itu dilakukan pada hari-hari tertentu. Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, lalu ia berbuka, maka ia wajib mengganti puasa pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidiah, yaitu memberi makan seorang miskin. Barang siapa dengan kerelaan hati berbuat kebajikan, maka itu lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang mampu berpuasa, tetapi berbuka karena uzur syar’i, wajib mengqada puasanya. Dalam kondisi tertentu, kewajiban tersebut dapat disertai atau diganti dengan fidiah, yaitu memberi makan seorang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Fidiah secara khusus berlaku bagi orang yang sakit menahun, lansia yang sudah tidak mampu berpuasa, serta perempuan hamil atau menyusui yang dikhawatirkan kondisi fisiknya apabila tetap berpuasa.

Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas:

عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ: أُثْبِتَتْ لِلْحُبْلَى وَالْمُرْضِعِ

Dari Ikrimah, Ibnu Abbas berkata, “Fidiah diperuntukkan bagi perempuan hamil dan perempuan menyusui.” (Abu Dawud, Jilid 2, hlm. 75, disahihkan oleh Al-Albani)

Baca Juga:  Mengapa Puasa Ramadan Diwajibkan?

Demikian pula kedudukan lansia yang sudah tidak mampu berpuasa. Mereka diberi keringanan untuk tidak berpuasa dan sebagai gantinya membayar fidiah dengan memberi makan orang miskin, tanpa kewajiban mengqada puasa. Hal ini berdasarkan riwayat:

رُخِّصَ لِلشَّيْخِ الْكَبِيرِ أَنْ يُفْطِرَ، وَيُطْعِمَ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا، وَلَا قَضَاءَ عَلَيْهِ

Ibnu Abbas Ra. berkata, “Orang lanjut usia diberi keringanan untuk tidak berpuasa, namun ia memberi makan seorang miskin setiap hari, dan tidak wajib mengganti puasanya.”
(Ad-Daruquthni dan Al-Hakim; Ibnu Hajar al-Asqalani, Bulugul Maram, hlm. 382)

Adapun apabila seseorang meninggal dunia dan masih memiliki utang puasa Ramadan, misalnya orang tua, maka ahli warisnya boleh mengqada puasanya atau menggantinya dengan membayar fidiah.

Namun, mengqada puasa atas nama mayit dipandang lebih utama sebagai bentuk birrulwalidain seorang anak kepada orang tuanya (Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, Jilid 4, hlm. 547).

Berapa Ukuran Fidiah?

Ukuran fidiah puasa adalah satu mud bahan makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan, setara dengan sekitar 0,60 kilogram makanan pokok.

Baca Juga:  Madrasah Ramadan: Menanamkan Takwa, Melatih Disiplin

Ketentuan ini merujuk pada Fatwa-Fatwa Tarjih (Jilid 1, hlm. 108). Fidiah diberikan kepada fakir miskin dan dapat pula dikonversikan dalam bentuk uang sesuai harga satu mud makanan pokok.

Pembayaran fidiah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang. Islam memberikan kemudahan (rukhsah) dan tidak memberatkan. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Baqarah 185:

يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”

Waktu pembayaran fidiah dilakukan setelah seseorang benar-benar meninggalkan puasa. Fidiah boleh dibayarkan sekaligus di akhir Ramadan atau diangsur setiap hari ketika tidak berpuasa. Seluruh fidiah juga boleh diberikan kepada satu orang miskin saja.

Penutup

Dengan demikian, fidiah merupakan bentuk ketaatan yang bijaksana. Islam tidak menghendaki umatnya memaksakan diri hingga menimbulkan kesulitan bagi kehidupan dan kesehatan. Seluruh syariat dibangun di atas prinsip kemudahan dan kemaslahatan. Wallahua’lam. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni