Feature

Rumah Singgah Al-Furqon: Menemani Langkah Anak-Anak Istimewa Meraih Masa Depan

55
×

Rumah Singgah Al-Furqon: Menemani Langkah Anak-Anak Istimewa Meraih Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Suasana belajar di Rumah Singgah Al-Furqon, Selasa (7/1/25) malam. (Ahmad Mahmudi for Tagar.co)

Rumah Singgah Al-Furqon berlokasi di di Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Di sinilah anak-anak disabilitas dan duafa menemukan cahaya ilmu dan harapan baru.

Tagar.co – Setiap Selasa dan Jumat sore, Rumah Singgah Al-Furqon di Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya, bergemuruh oleh suara anak-anak. Bukan suara bermain, melainkan lantunan doa yang khusyuk, mengawali kegiatan belajar mengajar.

Di sinilah, di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Medokan Semampir dan Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, anak-anak disabilitas dan duafa menemukan cahaya ilmu dan harapan baru.

Tepat pukul 16:00 WIB, kegiatan bimbingan belajar dimulai. Ustazah Dra. Halimatussya’diyah, Kepala Bimbingan Belajar, atau akrab disapa Ustazah Diah, memimpin dengan penuh semangat. “Literasi dan numerasi menjadi konsentrasi kita dalam bimbingan belajar di Rumah Singgah ini, karena anak didik kita adalah anak-anak yang spesial dan disabilitas,” jelasnya. Fokus pada literasi dan numerasi ini menjadi kunci untuk membekali anak-anak dengan kemampuan dasar yang kokoh.

Baca juga: Kisah Sukses SD Muhammadiyah 16 Surabaya dengan Rekening Bank Emosi

Baca Juga:  Belajar Matematika lewat Ketupat: Ramadan di Sekolah Kreatif Baratajaya

Rumah Singgah Al-Furqon memang unik. Sebagai amal usaha yang dibina langsung oleh LDK PWM Jawa Timur, sasaran dakwahnya pun berbeda. “Keberadaan Rumah Singgah Al-Furqon ini unik, karena dibina langsung oleh LDK PWM Jatim,” ungkap Yusfit Effendi, S.E., Direktur Rumah Singgah Al-Furqon yang juga anggota LDK PWM Jawa Timur.

“Karena unik, sasaran dakwah kitapun juga unik, anak-anak spesial, disabilitas, bahkan anak-anak pank menjadi siswa binaan kita,” tambahnya, menjelaskan kekhususan Rumah Singgah ini.

Saat ini, 15 anak aktif mengikuti bimbingan belajar. Mereka datang dengan beragam latar belakang: slow learner, disabilitas, hingga cacat fisik. Ahmad Mahmudi, M.Pd., salah satu pengajar, menuturkan, “Selain materi pembelajaran yang mempertajam literasi dan numerasi, anak-anak juga diajarkan materi doa-doa harian dan dimurajaah setiap pembelajaran,” Ustaz Udi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa penguatan rohani juga menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, Rumah Singgah Al-Furqon memberikan perhatian penuh kepada anak didiknya. Hal ini dirasakan betul oleh Susmiyati, salah satu wali murid. “Alhamdulillah bimbingan belajar yang diberikan oleh Rumah Singgah sangat membantu anak saya dalam belajar, apalagi kondisi anak saya yang berbeda dengan siswa lainnya,” ungkapnya dengan penuh syukur. Perhatian dan kasih sayang yang diberikan para pengajar menjadi pelipur lara dan penyemangat bagi anak-anak istimewa ini.

Baca Juga:  Wajah Baru Premanisme yang Berlindung di Balik Regulasi Perparkiran

Kegembiraan terpancar dari wajah Muhammad Aji Santoso, Ahmad Syafi’i, dan Siti Aida Nur Aisyah. Selain mendapatkan ilmu, mereka juga menerima santunan berupa makanan bergizi dan uang saku. Bingkisan sederhana ini menjadi pelengkap kebahagiaan mereka, memberikan semangat untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Di Rumah Singgah Al-Furqon, keterbatasan tak menjadi penghalang. Dengan bimbingan yang tepat, perhatian yang tulus, dan semangat yang tak pernah padam, anak-anak istimewa ini sedang menapaki jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Cahaya ilmu di Rumah Singgah Al-Furqon menjadi penerang, menuntun langkah mereka untuk menggapai mimpi dan membuktikan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni