Feature

Rihlah Santri SMP Luqman Al-Hakim Balikpapan: Merajut Persaudaraan

40
×

Rihlah Santri SMP Luqman Al-Hakim Balikpapan: Merajut Persaudaraan

Sebarkan artikel ini
Santri kelas 9 SMP Luqman Al-Hakim Balikpapan peserta rihlah (Tagar.co/Muhammad Aswar Akbar)

Usai Ujian USP, santri kelas 9 SMP Luqman Al-Hakim Balikpapan menggelar rihlah penuh makna. Kebersamaan, ibadah, dan kolaborasi menjadi bekal membangun persaudaraan dan kepemimpinan masa depan.

Tagar.co — Setelah melewati pekan yang penuh tantangan dengan Ujian Satuan Pendidikan (USP) pada 14-18 April 2025, sebanyak 18 santri kelas 9 SMP Integral Luqman Al-Hakim Balikpapan akhirnya menutup bab penting dalam perjalanan akademik mereka.

Ujian yang memerlukan dedikasi tinggi itu tak hanya menjadi ajang pembuktian akademis, tetapi juga mencerminkan semangat perjuangan yang bergema di setiap diri santri demi meraih cita-cita masa depan.

Baca juga: Rihlah Penuh Makna di Kota Legenda Muhammadiyah

Usai ujian, tanpa membuang waktu, para santri segera mempersiapkan agenda berikutnya: rihlah atau perjalanan edukatif di di Coconut Beach, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, selama dua hari: 28-30 April

Meski waktu persiapan singkat, antusiasme mereka membuncah. Diskusi demi diskusi digelar dengan semangat tinggi, merancang konsep rihlah yang bukan sekadar rekreasi, melainkan juga sarana mempererat persaudaraan.

Dalam persiapan rihlah, kekompakan para santri begitu kentara. Mereka bekerja sama tanpa sekat, berkolaborasi dengan sempurna. Setiap detik persiapan menjadi ajang edukasi sosial: saling mendukung, berbagi peran, dan menjaga semangat kebersamaan.

Saat rihlah berlangsung, suasana akrab semakin terasa. Para ustaz tidak hanya berperan sebagai pembimbing, tetapi juga turut berbaur. Mereka memasak bersama, bermain voli bersama, dan mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan para santri.

Momen kebersamaan ini menjadi ruang belajar yang tak kalah penting dari ruang kelas. Meski berada di luar lingkungan sekolah, disiplin ibadah tetap dijaga. Salat berjemaah, murajaah, bahkan salat tahajud tetap dilaksanakan.

Wali Kelas Abdullah Kahar, B.A., menjelaskan tujuan utama rihlah ini adalah mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun relasi yang akan terus terjaga hingga kelak para santri menjadi pemimpin di masa depan.

“Kami berharap mereka tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Itulah esensi dari perjalanan ini,” imbuhnya. (#)

Jurnalis Muhammad Aswar Akbar Penyunting Mohammad Nurfatoni