Feature

Rahasia Joyful Learning: Ketika Guru TK Aisyiyah Gresik Belajar bersama Master Sekolah Berkisah

49
×

Rahasia Joyful Learning: Ketika Guru TK Aisyiyah Gresik Belajar bersama Master Sekolah Berkisah

Sebarkan artikel ini
Rahmad Junaedy, S. Pd. I (Kak Jun), master coaching Sekolah Berkisah Indonesia (SBI) saat memberikan materi pada kegiatan Workshop Joyful Learning Teaching for Kindergater Teacher yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik di SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School), Jawa Timur, Sabtu, 24 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Bagaimana menciptakan kelas yang hidup, seru, dan penuh makna? Para guru TK Aisyiyah Gresik menemukan jawabannya langsung dari Kak Jun, master Sekolah Berkisah Indonesia, dalam workshop joyful learning yang memadukan tawa, kreativitas, dan refleksi.

Tagar.co – Tawa renyah, sorak sorai, dan wajah-wajah berbinar memenuhi aula SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School), Gresik, Sabtu (24/5/2025). Hari itu bukan sekadar perayaan milad ke-94 Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik.

Lebih dari itu, hari itu menjadi panggung penuh makna bagi para guru KB-TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik untuk belajar sambil bermain, tertawa sambil merenung, berkompetisi sambil mempererat kebersamaan.

Baca juga: Ketua PDM Gresik: Bismillah, Niatkan Workshop agar Bernilai Ibadah

PDNA Gresik menggandeng Rahmad Junaedy, S.Pd.I., sosok inspiratif yang dikenal sebagai Kak Jun, master coaching dari Sekolah Berkisah Indonesia (SBI). Tidak main-main, workshop bertajuk Joyful Learning Teaching for Kindergarten Teacher ini dirancang penuh kejutan dan antusiasme, sekaligus menjadi puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sejak pagi pukul 08.45 hingga menjelang sore, semangat peserta nyaris tak surut. Mereka larut dalam setiap sesi yang dibawakan Kak Jun dengan gaya khasnya: interaktif, lucu, sekaligus penuh pesan edukatif.

Baca Juga:  Zada yang Tak Pernah Diam
Kelompok Gajah saat unjuk kebolehan dalam lomba yel-yel dan ice breaking pada kegiatan Workshop Joyful Learning Teaching for Kindergater Teacher yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik di SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School), Jawa Timur, Sabtu, 24 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Tertawa, Salah Tebak, dan Rahasia Joyful Learning

Di awal materi, Kak Jun mengajak peserta bermain konsentrasi menggunakan gambar-gambar geometri di layar proyektor. Mulanya, permainan terasa mudah karena bentuk dan warnanya sesuai.

Namun suasana sontak berubah saat layar mulai menampilkan tulisan warna yang tidak sesuai dengan warnanya: tulisan “biru” berwarna kuning, “kuning” berwarna putih, “merah” berwarna hijau, dan seterusnya.

“Perhatikan tulisannya ya, Bu,” ujar Kak Jun sambil tersenyum melihat peserta mulai keliru menebak. Suasana aula pun pecah oleh gelak tawa.

Dari permainan sederhana itu, Kak Jun mengajak para guru merenung: bagaimana membuat pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan, seru, dan bermakna.

Joy Fun Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menciptakan suasana belajar yang menarik, membangkitkan antusiasme, dan relevan bagi anak-anak,” jelasnya.

Salah satu kunci penting, menurutnya, adalah keberanian guru untuk menciptakan momen-momen ice breaking. “Gunanya untuk mencairkan suasana, memulihkan konsentrasi, menumbuhkan motivasi belajar, dan melatih interaksi sosial,” tutur ayah dua anak ini.

Baca Juga:  Melawan Rasa Takut di Telaga Sarangan

Yel-yel Pisang dan Kehe

Para pemenang lomba yel-yel dan ice breaking pada kegiatan Workshop Joyful Learning Teaching for Kindergater Teacher yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik di SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb School), Jawa Timur, Sabtu, 24 Mei 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

bohan Lomba

Suasana makin seru ketika Kak Jun mengumumkan lomba yel-yel dan ice breaking. Para peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan cara unik: mereka harus mencari teman kelompoknya tanpa suara dan tanpa isyarat tangan.

Terdengar suara cekikikan saat para guru berlarian mencari teman satu kelompok. Hasilnya: kelompok kambing, kucing, gajah, dan–yang paling unik–kelompok Pisang, dipimpin Reni Vindarwati dari TK Aisyiyah 04 Banyu Tengah, Panceng.

Kelompok-kelompok ini diberi waktu hanya 15 menit untuk menciptakan yel-yel dan gerakan ice breaking yang menarik. Hasilnya? Aula Mugeb School berubah jadi panggung kreativitas: ada yang menirukan suara kambing, ada yang mengeong seperti kucing, hingga aksi kocak kelompok Pisang yang akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama.

“Dan juara pertama adalah… kelompok tiga!” seru Kak Jun. Sorak sorai memenuhi ruangan, terutama dari kelompok Pisang yang girang bukan main. Sementara kelompok lainnya, meski tak juara pertama, tetap semangat menerima hadiah berupa makanan ringan yang dikalungkan layaknya medali.

Baca Juga:  Ramadan Ceria di KB-TK IT Handayani: Latihan Salat Idulfitri hingga Aksi Berbagi

“Wow… Biskuat, biar tambah kuat!” seru Ian Ianah, komandan kelompok dua, sambil memamerkan ekspresi lucu.

Setelah lomba selesai, peserta beristirahat sejenak sambil menikmati hadiah. Suasana hangat dan penuh tawa tetap terasa, bahkan hingga sesi kedua dimulai.

Lebih dari Sekadar Workshop

Bagi para peserta, kegiatan ini bukan cuma tentang mendapatkan ilmu baru, tetapi juga tentang membangun semangat, mempererat persahabatan, dan memaknai ulang peran mereka sebagai guru anak usia dini. Dalam setiap tawa, setiap permainan, terselip pesan: mendidik anak bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga soal menghadirkan kegembiraan dalam proses belajar.

PDNA Gresik sukses mengemas perayaan miladnya menjadi sebuah momen belajar yang menyenangkan, membuktikan bahwa semarak tidak selalu identik dengan kemewahan, tetapi dengan makna dan kebersamaan yang tulus. (#)

Jurnalis Nadhirotul MawaddahPenyunting Mohammad Nurfatoni