
Program Tantangan 10 Menit Membaca yang diterapkan di perpustakaan sekolah ini menaikkan kunjungan pembaca sampai lima kali lipat.
Tagar.co – Perpustakaan itu kini mulai didatangi para siswa. Beberapa siswa ada yang memilih membaca di meja sambil lesehan. Kelompok siswa lain berdiskusi di sebelahnya sambil mengerjakan tugas.
Itulah suasana Perpustakaan Ki Bagus Hadikusumo SMP Muhammadiyah Banguntapan Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.
Di situ tersedia 2000 koleksi buku yang tersusun dalam rak kayu. Ada buku karya umum, psikologi, agama, ilmu sosial, bahasa, ilmu alam, IT, kesenian, olahraga, kesusastraan, geografi, dan sejarah.
Di ruang perpustakaan berukuran 8×8 meter itu kini terasa denyut literasi siswa. Buku-buku itu tidak lagi berdebu. Lembaran halaman koleksi buku telah terbuka berkali-kali memasok pengetahuan siswa dan guru.
”Upaya menarik pengunjung salah satunya program Tantangan 10 Menit Membaca,” kata Anggi Supriyadi S.Hum., Kepala Perpustakaan SMP Muhammadiyah Banguntapan.
Program ini, dia menjelaskan, mengajak siswa dan guru meluangkan waktu singkat setiap hari membuka buku dan memahami isi bacaan.
Siswa diajak mencari buku-buku yang diminati. Lalu menceritakan hasil bacaannya, dan memberikan rekomendasi buku bacaan untuk mengembangkan kemampuan literasi siswa menjadi kebiasaan yang terus ditanamkan.
Pengaruhnya cukup baik. Jumlah kunjungan siswa, sambung dia, dari rata-rata 3-5 orang dan per hari menjadi 20 orang perhari. Peminjaman buku juga 20 koleksi perhari.
”Tempat ini kini menjelma menjadi ruang inspiratif bagi para siswa untuk menumbuhkan minat baca. Bukan hanya penyimpanan buku, Perpustakaan sekolah sekarang hadir dengan wajah baru yang lebih hidup, ramah, dan menyenangkan,” tuturnya.
Dia mengembangkan konsep Melayani dengan Ilmu, Mencerdaskan dengan Buku, sehingga perpustakaan ini menjadi ruang positif bagi siswa.
Tren meningkatnya kunjungan ini tidak lepas dari program literasi sekolah yang digalakkan sejak awal tahun ajaran baru 2025/2026 bagi guru dan siswa.
Juga ada inovasi Pojok Baca yang mendekatkan pembaca dengan buku. Berupa ruang kecil dengan desain nyaman di beberapa sudut sekolah memberi kesempatan bagi para siswa dan guru untuk membaca dengan santai atau berdiskusi dengan teman.
Juga ada guidance Rekomendasi Buku Mingguan. Ini membantu siswa menemukan bacaan yang sesuai minat. Berupa novel, biografi tokoh, hingga buku-buku pengetahuan populer.
Kepala SMP Muhammadiyah Banguntapan, Riyanto, S.Pd.I, M.Si., mengatakan, perpustakaan adalah pusat pengembangan ilmu sekaligus karakter.
”Budaya membaca harus terus ditanamkan. Banyak membaca siswa mendapatkan pengetahuan dan membentuk pola pikir kritis, akhlak mulia, serta wawasan luas yang tidak dapat diperoleh dari sekadar bermain handphone,” tuturnya.
Seorang siswa kelas VIII mengatakan, dulu jarang masuk perpustakaan, tapi sekarang jadi suka, karena banyak buku menarik dan suasananya enak buat belajar.
Melalui semangat Cipta Budaya, SMP Muhammadiyah Banguntapan berkomitmen mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan mencintai literasi.
Kata Anggi, perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, tetapi jendela masa depan yang akan membawa siswa menuju dunia yang lebih luas dan penuh inspirasi. (#)
Jurnalis Anggi Supriyadi Penyunting Sugeng Purwanto












