Feature

Prestasi Kemanusiaan dari Magetan: Lazismu Himpun Rp118 Juta untuk Sumatra

69
×

Prestasi Kemanusiaan dari Magetan: Lazismu Himpun Rp118 Juta untuk Sumatra

Sebarkan artikel ini
Ketua BP Lazismu Magetan, Kasim (tengah) bersama Ketua PDM Magetan Samsul Hidayat dan Korbid ZIS, Irfandi, SE (kanan) dalam pengukuhan sebagai ketua (Samsul Hidayat/Tagar.co)

Kurang dari lima bulan setelah pergantian kepemimpinan, Lazismu Magetan mencatat prestasi kemanusiaan dengan menghimpun Rp118 juta untuk membantu korban bencana alam di Sumatra—sebuah bukti nyata kepercayaan umat dan soliditas gerakan filantropi.

Tagar.co — Lazismu Magetan menorehkan capaian membanggakan dalam aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.

Berdasarkan data terbaru Lazismu Jawa Timur per 29 Desember 2025 pukul 15.44 WIB, lembaga amil zakat ini berhasil menghimpun dana umat sebesar Rp118.565.950—sebuah angka yang terbilang spektakuler, terlebih dicapai dalam masa transisi kepemimpinan yang relatif singkat.

Baca juga: Target Rp1 Miliar, Lazismu Magetan Siap Menjawab Amanah Wilayah

Prestasi tersebut menjadi semakin bermakna karena Lazismu Magetan baru saja mengalami pergantian estafet kepemimpinan kurang dari lima bulan terakhir. Sosok Kasim, Ketua Badan Pengurus Lazismu Magetan yang baru, layak mendapat apresiasi atas kerja kolektif yang solid dan terarah.

Kasim resmi menerima amanat kepemimpinan pada 25 Muharram 1447/21 Juli 2025, berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengurus Wilayah Lazismu Jawa Timur Nomor: 325.BP/KEP/II.19/B/2025, untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2022–2027.

Baca Juga:  Membangun Ekosistem Ekonomi, Kolaborasi Masjid dan Bankziska Lazismu

“Saya mendapat amanah dari Ketua PDM Magetan untuk melanjutkan kepemimpinan karena ketua sebelumnya mengundurkan diri,” ujar Kasim, yang akrab disapa Bung Kasim, saat dihubungi Sabtu malam (29/12/2025).

Bagi pria asal Plaosan tersebut, amanah pimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan kehormatan yang tak ternilai.

“Bagi kader Muhammadiyah, kepercayaan dari pimpinan itu sangat mahal harganya. Tidak mudah mendapat kepercayaan seperti itu,” tuturnya.

Sejak awal menjabat, Kasim langsung menata arah gerak organisasi. Program pertamanya adalah membenahi manajemen internal dan membangun struktur organisasi yang solid serta efisien.

“Dalam uji kepatutan dengan wilayah, saya sampaikan bahwa prioritas utama adalah penguatan internal organisasi. Kedua, menyamakan persepsi dengan pimpinan daerah, cabang, ortom, AUM, dan seluruh elemen persyarikatan. Kami juga merangkul pengurus Lazismu sebelumnya agar tetap bersama-sama berjuang,” jelasnya.

Langkah ketiga adalah memastikan kesinambungan program sosial yang telah berjalan, seperti open donasi, khitan gratis, dan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, sejalan dengan program Pimpinan Daerah Muhammadiyah Magetan.

“Kami bersyukur atas dukungan penuh dari Ketua PDM Magetan yang terus mengawal dan menguatkan langkah kami,” ungkap Kasim.

Baca Juga:  Sedamba Hebat, SD Muhammadiyah 2 Barat Magetan Puncaki PDBI Cup 2026

Dalam kepemimpinannya, Kasim memegang filosofi hidup sederhana namun kuat: hidup adalah untuk dijalani, bukan untuk dipilih, disertai sikap berpikir positif dan menjunjung tinggi kejujuran. Nilai-nilai itulah yang kini menjadi ruh gerak Lazismu Magetan dalam melayani umat.

Jurnalis Samsul Hidayat Penyunting Mohammad Nurfatoni