Feature

Praktik Bikin Coding, Siswa DTCP Spemdalas Ikuti Islamic Bootcamp

39
×

Praktik Bikin Coding, Siswa DTCP Spemdalas Ikuti Islamic Bootcamp

Sebarkan artikel ini
DTCP Spemdalas
Siswa DTCP SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik mengikuti kegiatan DTCP Islamic Bootcamp, Jumat-Sabtu (13-14/12/2024). (Tagar.co/Ichwan Arif)

Tidak hanya belajar teori, siswa mendapat pengalaman berharga dalam praktik pembuatan produk berbasis teknologi sekaligus pengalaman sebuah kultur seorang teknokrat muslim.

Tagar.co –  Siswa Digital Technology Class Program (DTCP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan DTCP Islamic Bootcamp, Jumat-Sabtu (13-14/12/2024).

Kegiatan yang diikuti siswa kelas VII DTCP ini mengangkat tema Smart IoT Drying Rock: Outomatic Senser System for Indoor Clothes.

Kepala Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si. mengatakan dalam kegiatan ini siswa mendapatkan pengalaman sebuah kultur seorang teknokrat muslim.

“Belajar dan membuat produk berbasis teknologi IT dan IoT dengan melaksanakan kegiatan ibadah real di sekolah, seperti tahajud jamaah shalat wajib mengikuti pengajian dan tidak hanya teknologi,” katanya.

Dia menuturkan, kegiatan ini juga kami mengolaborasikan antara teknologi dengan agama. “Jadi anak belajar teknologi sekaligus belajar agama,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia M. Ainun Naim, S.Pd. Dia mengatakan kegiatan DTCP Islamic Bootcamp ini harus dijadikan sebagai sarana belajar untuk menggali ilmu yang sebanyak-banyaknya.

Baca Juga:  Menjahit Kemandirian sejak Bangku SMP, Siswa Spemdalas Belajar Memperbaiki Pakaian

“Ini adalah kesempatan kita, maka kalian semua harus enjoy dan bersungguh-sungguh. Kalian semua tidak akan mendapatkan hanya teori tetapi juga praktik juga,” jelasnya.

Siswa DTCP SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik sedang belajar bikin coding di acara DTCP Islamic Bootcamp, Jumat-Sabtu (13-14/12/2024). (Tagar.co/Ichwan Arif)

Dia memaparkan, dari teori dan praktik, maka kalian semua selama acara ini akan bisa menghasilkan produk. Kalian belajar implemnetasi keseharian, bagaimana manfaat coding dan IA itu.

“Maka, ini adalah kesempatan berharga dan semoga siswa yang ikut acara ini nantinya bisa mengajari ke adik kelasnya. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah jangan sampai teknologi itu meninggalkan nilai karakter religius kita semua,” harapnya.

Dia menjelaskan, peserta kali ini juga akan mengikuti serangkaian kegiatan, selain teori dan praktik teknologi, siswa juga akan mengikuti kultum, tahajad, muhasabah, shalat subuh berjamaah, dan tadarus.

“Kita tetap mengutaman karakter ke-Islaman kita semua. Itu sangat penting. Belajar teknologi iya, tetapi belajar agama juga sangat penting,” tambahnya.

Untuk itu, sambungnya, setelah pembukaan ini, ada materi dari guest star siswa kelas IX Athallah Rafif Isani yang akan menjelaskan implementasi IoT.  (*)

Baca Juga:  Robot Karya Siswa Spemdalas Jadi yang Terbaik di Olympicad 2026

Jurnalis Ichwan Arif. Penyunting Mohammad Nurfatoni.