Opini

Polri dan Misi Sunyi Membangun Negeri dari Pinggiran

30
×

Polri dan Misi Sunyi Membangun Negeri dari Pinggiran

Sebarkan artikel ini
Seorang anggota Polri bersama siswa (Foto internet)

Tak sekadar penegak hukum, Polri kini menjelma menjadi pelayan pendidikan di pelosok negeri. Dari pedalaman Papua hingga pulau-pulau terluar, Bhayangkara hadir mengajar, menginspirasi, dan merawat masa depan anak-anak bangsa.

Oleh Triyo Supriyatno Wakil Ketua PDM Kota Malang dan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Tagar.co – Pada usia ke-79, 1 Juli 2025 lalu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya hadir dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.

Dengan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), Polri semakin mengukuhkan perannya sebagai pelayan dan pengayom masyarakat di berbagai lini kehidupan.

Tahun ini, peringatan Dirgahayu Ke-79 Polri mengangkat semangat “Polri bersama Rakyat Membangun Indonesia Hebat”. Sebuah tema yang bukan sekadar slogan, tetapi cermin dari kiprah nyata kepolisian dalam menjaga keamanan, mendampingi proses pembangunan, hingga terlibat langsung dalam pelayanan publik, terutama di wilayah-wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T).

Polri dan Pendidikan di Daerah 3T

Salah satu wujud nyata kehadiran Polri yang patut diapresiasi adalah perannya dalam mendukung layanan pendidikan di daerah-daerah 3T dan kawasan rawan keamanan.

Baca Juga:  Memaafkan Dosa di Jalan Tol

Di wilayah perbatasan Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga kepulauan terluar, kehadiran aparat Polri tidak semata bertugas menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas masyarakat setempat.

Kita menyaksikan bagaimana para Bhayangkara di pedalaman Papua ikut menjadi tenaga pendidik darurat saat sekolah kekurangan guru. Di sejumlah pulau kecil yang nyaris tak terjangkau sinyal dan transportasi, Polri hadir membantu distribusi buku pelajaran dan logistik pendidikan. Bahkan, di beberapa daerah rawan konflik, aparat kepolisian ikut memastikan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa rasa takut.

Hal ini menjadi penting karena pendidikan adalah fondasi peradaban bangsa. Tidak ada negara maju tanpa pemerataan pendidikan, dan tidak ada pemerataan pendidikan tanpa jaminan rasa aman. Polri telah menunjukkan bahwa keamanan bukan hanya soal penanganan kriminalitas, tetapi juga tentang memastikan anak-anak Indonesia di ujung negeri dapat mengenyam pendidikan dengan layak.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Namun, tantangan ke depan tidak ringan. Wilayah-wilayah 3T masih dihadapkan pada minimnya infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia, serta potensi gangguan keamanan, baik dari kelompok bersenjata, peredaran narkoba, hingga ancaman radikalisme. Dalam situasi seperti itu, sinergi Polri dengan masyarakat, pemerintah daerah, TNI, serta lembaga pendidikan menjadi kunci utama.

Baca Juga:  Polri, Krisis Tata Kelola Ketertiban dan Keamanan Nasional

Kita berharap, ke depan peran Polri di bidang sosial, khususnya pendidikan, dapat semakin ditingkatkan secara sistematis. Program Polisi Sahabat Anak, Polisi Mengajar, hingga pendampingan sekolah di daerah rawan perlu terus diperluas.

Selain itu, kapasitas anggota Polri di bidang pendidikan dan pengembangan masyarakat juga patut mendapat perhatian, karena tugas yang mereka emban di lapangan jauh melampaui sekadar menjaga ketertiban.

Keterlibatan Polri dalam pendidikan di daerah 3T menjadi simbol bahwa institusi kepolisian adalah milik rakyat, bekerja bersama rakyat, dan hadir untuk kepentingan rakyat. Dengan menjaga anak-anak bangsa tetap bisa belajar di wilayah-wilayah rentan, Polri turut merawat harapan Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar dan beradab.

Apresiasi di Usia Ke-79

Dirgahayu Polri ke-79 bukan hanya momentum peringatan sejarah berdirinya kepolisian republik ini, tetapi sekaligus refleksi tentang eksistensi Polri dalam dinamika bangsa. Kita semua perlu mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan Polri, dari bidang keamanan hingga sosial kemasyarakatan, khususnya di daerah yang selama ini luput dari perhatian.

Baca Juga:  Iktikaf: Reset Spiritual di Tengah Kegelisahan Zaman

Terima kasih kepada seluruh jajaran Polri yang telah dan terus menjaga Indonesia dalam sunyi, dalam panas terik dan dingin hujan, dalam gempuran tantangan yang tak selalu mudah.

Terima kasih atas pengabdian yang tak kenal lelah dalam memastikan anak-anak bangsa di perbatasan tetap bisa menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan bangga, belajar mengenal dunia lewat buku-buku sederhana, dan bercita-cita menjadi generasi Indonesia yang hebat.

Dirgahayu Ke-79 Polri. Bersama rakyat, kita bangun Indonesia hebat. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni