
Tagar.co — Upaya memperkuat sistem kearsipan menuju tata kelola pemerintahan yang berkelas dunia kembali digaungkan. Community of Practice (CoP) Jakarta Selatan Archives menggelar kegiatan berbagi praktik terbaik bertema “Berbagi Praktik Baik Instrumen Pengelolaan Arsip Dinamis di Lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan” di Ruang Utama Gelatik, Pemprov DKI Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, yang menegaskan pentingnya pengelolaan arsip secara profesional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
“Arsip memegang peranan penting sebagai pusat memori organisasi sekaligus pendukung pengambilan keputusan strategis untuk memajukan organisasi menuju pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Tomy dalam sambutannya.
Arsip Sebagai Memori dan Inovasi Organisasi
Kegiatan CoP kali ini diikuti para arsiparis dari tingkat kecamatan, pengelola arsip kelurahan, serta perwakilan dari berbagai bagian di Sekretariat Kota Jakarta Selatan. Tujuan utamanya ialah memperdalam pemahaman dan penerapan instrumen pengelolaan arsip dinamis, mulai dari Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis, hingga Jadwal Retensi Arsip.
Baca juga: Pemprov DKI Mantapkan Budaya Berbagi Ilmu antar-SKPD
Narasumber utama, SME Irawan, memaparkan materi bertema “Alih Media Arsip Dinamis” sebagai kelanjutan pembahasan CoP Triwulan (TW) 2 dan TW 3. Ia menyoroti kemajuan pesat sistem arsip di Jakarta Selatan yang kini menjadi rujukan nasional.
“Sistem arsip di Jakarta Selatan telah direplikasi oleh berbagai instansi dari provinsi, kabupaten/kota, hingga kampus di seluruh Indonesia. Praktik baik ini bahkan sudah tiga kali berturut-turut meraih penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta,” ungkap Irawan bangga.
Tacit Knowledge dan Penguatan Tim
Perwakilan BPSDM Pemprov DKI Jakarta, Ima Rohimah, menggarisbawahi pentingnya membangun tim yang solid dalam menjaga keberlanjutan CoP Knowledge Management. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada manusia yang mengelolanya.
“Berbagi pengetahuan, terutama tacit knowledge, adalah kunci agar pengetahuan organisasi tidak hilang dan terus dimanfaatkan untuk mendukung inovasi serta efisiensi kerja jangka panjang,” jelas Ima.
Sementara itu, Kepala Pusdatin BPSDM Pemprov DKI Jakarta, Andhika Karuniawan Ananda, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mendampingi CoP melalui tugas para widyaiswara. Menurutnya, hasil pendampingan pada TW 2 dan TW 3 menunjukkan penguatan signifikan dalam manajemen pengetahuan di lingkungan SKPD.
“Kami optimistis TW 4 ini akan semakin memperkuat CoP Knowledge Management di SKPD Pemprov DKI Jakarta, sehingga mendorong pelayanan publik menuju visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” ujarnya.
Kolaborasi dan Skalabilitas Pengetahuan
Menutup sesi diskusi, Syaifulloh, Principal Consultant, bersama Deni C., anggota konsultan, menilai implementasi knowledge management di SKPD Pemprov DKI Jakarta pada TW 3 dan TW 4 menunjukkan lonjakan signifikan.
“Kegiatan CoP ini mendorong kolaborasi lintas sektor, aksesibilitas, dan skalabilitas pengetahuan untuk pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Syaifulloh.
Perkuat Kearsipan Jakarta Global, CoP Jakarta Selatan Archives Gelar Berbagi Praktik Terbaik
Jakarta Selatan, 14 Oktober 2025 — Upaya memperkuat sistem kearsipan menuju tata kelola pemerintahan yang berkelas dunia kembali digaungkan. Community of Practice (CoP) Jakarta Selatan Archives menggelar kegiatan berbagi praktik terbaik bertema “Berbagi Praktik Baik Instrumen Pengelolaan Arsip Dinamis di Lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan” di Ruang Utama Gelatik, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, yang menegaskan pentingnya pengelolaan arsip secara profesional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
“Arsip memegang peranan penting sebagai pusat memori organisasi sekaligus pendukung pengambilan keputusan strategis untuk memajukan organisasi menuju pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Tomy dalam sambutannya.
Arsip Sebagai Memori dan Inovasi Organisasi
Kegiatan CoP kali ini diikuti para arsiparis dari tingkat kecamatan, pengelola arsip kelurahan, serta perwakilan dari berbagai bagian di Sekretariat Kota Jakarta Selatan. Tujuan utamanya ialah memperdalam pemahaman dan penerapan instrumen pengelolaan arsip dinamis, mulai dari Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis, hingga Jadwal Retensi Arsip.
Narasumber utama, SME Irawan, memaparkan materi bertema “Alih Media Arsip Dinamis” sebagai kelanjutan pembahasan CoP Triwulan (TW) 2 dan TW 3. Ia menyoroti kemajuan pesat sistem arsip di Jakarta Selatan yang kini menjadi rujukan nasional.
“Sistem arsip di Jakarta Selatan telah direplikasi oleh berbagai instansi dari provinsi, kabupaten/kota, hingga kampus di seluruh Indonesia. Praktik baik ini bahkan sudah tiga kali berturut-turut meraih penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta,” ungkap Irawan bangga.
Tacit Knowledge dan Penguatan Tim
Perwakilan BPSDM Pemprov DKI Jakarta, Ima Rohimah, menggarisbawahi pentingnya membangun tim yang solid dalam menjaga keberlanjutan CoP Knowledge Management. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada manusia yang mengelolanya.
“Berbagi pengetahuan, terutama tacit knowledge, adalah kunci agar pengetahuan organisasi tidak hilang dan terus dimanfaatkan untuk mendukung inovasi serta efisiensi kerja jangka panjang,” jelas Ima.
Sementara itu, Kepala Pusdatin BPSDM Pemprov DKI Jakarta, Andhika Karuniawan Ananda, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus mendampingi CoP melalui tugas para widyaiswara. Menurutnya, hasil pendampingan pada TW 2 dan TW 3 menunjukkan penguatan signifikan dalam manajemen pengetahuan di lingkungan SKPD.
“Kami optimistis TW 4 ini akan semakin memperkuat CoP Knowledge Management di SKPD Pemprov DKI Jakarta, sehingga mendorong pelayanan publik menuju visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya,” ujarnya.
Kolaborasi dan Skalabilitas Pengetahuan
Menutup sesi diskusi, Syaifulloh, Principal Consultant, bersama Deni C., anggota konsultan, menilai implementasi knowledge management di SKPD Pemprov DKI Jakarta pada TW 3 dan TW 4 menunjukkan lonjakan signifikan.
“Kegiatan CoP ini mendorong kolaborasi lintas sektor, aksesibilitas, dan skalabilitas pengetahuan untuk pelayanan publik yang lebih baik,” tegas Syaifulloh.
Para peserta CoP yang telah memperoleh SK sebagai anggota tetap dari unsur Pemkot, kecamatan, dan kelurahan diharapkan mampu menerapkan praktik yang dipelajari di unit kerja masing-masing.
Dengan dukungan pimpinan serta pendampingan terpadu dari BPSDM dan konsultan, CoP Jakarta Selatan Archives diharapkan menjadi motor penggerak tertib arsip dan pengetahuan organisasi—mendorong Jakarta menjadi kota yang global, cerdas, dan berbudaya.
Para peserta CoP yang telah memperoleh SK sebagai anggota tetap dari unsur Pemkot, kecamatan, dan kelurahan diharapkan mampu menerapkan praktik yang dipelajari di unit kerja masing-masing.
Dengan dukungan pimpinan serta pendampingan terpadu dari BPSDM dan konsultan, CoP Jakarta Selatan Archives diharapkan menjadi motor penggerak tertib arsip dan pengetahuan organisasi—mendorong Jakarta menjadi kota yang global, cerdas, dan berbudaya. (#)
Penyunnting Mohammad Nurfatoni












