
Peringatan Isra Mikraj di MTs Darut Banjaran Driyorejo berbeda. Siswi berprestasi tampil sebagai penceramah, memberikan inspirasi bagi generasi muda.
Tagar.co – Aula baru MTs Darut Tauhid yang terletak di lantai dua pagi ini, Kamis 6 Februari 2025, tampak ramai dengan semangat para santri yang hadir untuk memeriahkan peringatan Isra Mikraj. Meskipun peringatan ini tidak dilaksanakan di bulan Rajab, namun makna dari peristiwa Isra Mikraj tetap relevan sebagai pengingat bagi umat Islam. Dengan tema Generasi Muda Islami Menjadikan Isra Mikraj sebagai Inspirasi Hidup, kegiatan ini berjalan dengan khidmat dan penuh makna.
Baca juga: MTs Darut Tauhid Banjaran Driyorejo Ukir Prestasi dengan Video Pendek Madrasah Sehat
Acara dimulai dengan senandung salawat Isyfa Lana, yang dipimpin oleh Wahyu Setio Budi, bersama Muhammad Dafin Arrifad, Muhammad Muslich Al Kholiqi, Muhammad Rihansyah Nasrullah, dan Muhammad Hisbillah Adi Wijaya. Suara merdu mereka mengiringi lantunan doa, sementara Martha Ayu Firnanda dari kelas 9 menyanyikan lagu Islami Aisyah, dengan suaranya yang khas dan penuh penghayatan.

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB ini juga dihadiri oleh seluruh dewan guru, tenaga kependidikan, wali murid, dan siswa MTs Darut Tauhid Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pembacaan Kalam Ilahi oleh Syaibah Dinda Islamiyah, santri kelas 8, mengawali acara dengan menyampaikan Surah Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Selanjutnya, pembacaan Istigasah dipimpin oleh Muhammad Thoriq Asrori, S.Pd., yang mengajak semua hadirin untuk memohon ampunan kepada Allah, diiringi dengan pembacaan sholawat nabi yang dipimpin oleh Muhammad Muslich Al Kholiqi dan rekan-rekannya. Melalui sholawat ini, mereka memohon agar Allah senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan, mengampuni dosa, serta memberikan ketenangan hati dan syafaat dari Nabi Muhammad Saw.

Dalam acara tersebut, Kepala Madrasah MTs Darut Tauhid, Rokhana Oktiasari, M.Pd., juga memberikan sambutan yang penuh makna. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar untuk memperingati Isra Mikraj, melainkan untuk menggali hikmah dari peristiwa agung tersebut.
“Isra Mikraj adalah perjalanan luar biasa yang membawa banyak pelajaran tentang kebesaran Allah, yang harus kita pahami dan jadikan inspirasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarbya. Bu Kamad, sapaan akrabnya, juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyukseskan acara ini.
Panitia kegiatan ini terdiri dari berbagai pihak, antara lain:
- Penanggung jawab: Pujianto S.Pd.
- Sie Konsumsi: Ujik Wahyuti S.Pd dan Iin Indrawati Armindi M.Pd.
- Sie Acara: Indawati, S.Pd.
- Sie Sarpras: M.Thoriq Asrori, S.Pd.
- Sie Dokumentasi: Rizkya Eka Santi

Menuju puncak acara, ananda Roro Vivi Dinatia Swastiani, peserta lomba pidato Bahasa Indonesia dalam Porseni KKMTs 01, memberikan mauidah hasanah dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi Generasi Muda.
Dalam pidatonya, Vivi menyampaikan pesan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman, sesuai dengan sabda Rasulullah Saw yang mengatakan, “Annadhafatu minal iman,” yang artinya “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Vivi juga mengutip Surah At-Taubah 108, “Wallahu Yuhibbul Muttahhirin,” yang berarti “Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri.”
Dengan semangat yang membara, Vivi mengajak semua yang hadir untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menurutnya, perilaku hidup bersih dan sehat adalah investasi jangka panjang untuk tubuh dan mental yang sehat. Ia menekankan bahwa kebiasaan baik dimulai dari hal-hal kecil, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, dan menjaga pikiran tetap positif.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pujianto, S.Pd. Dalam do’a ini, diamemohon ampunan kepada Allah atas segala dosa, baik yang dilakukan oleh individu maupun orang tua. Doa juga dipanjatkan agar semua yang hadir diberikan nikmat iman, kesehatan, serta keberkahan dalam hidup, dunia, dan akhirat. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












