
MTs Darut Tauhid Banjaran Gresik menutup tahun ajaran dengan studi tour edukatif dan spiritual ke Sidoarjo, Batu, dan Surabaya, merajut pengalaman yang bermakna dalam semangat pembelajaran mendalam.
Tagar.co – Kamis, 22 Mei 2025 menjadi hari yang penuh makna bagi siswa-siswi MTs Darut Tauhid, Banjaran, Driyorejo, Gresik. Dalam rangka penutup tahun ajaran, mereka mengadakan study tour lintas kota: Gresik, Sidoarjo, Malang, hingga Surabaya. Bukan sekadar wisata, kegiatan ini memadukan pendekatan deep learning, wisata edukatif, spiritual, dan hiburan yang menggembirakan.
Pagi itu, halaman madrasah telah dipenuhi semangat. Sebelum berangkat, seluruh peserta menyempatkan diri berziarah ke makam K.H. Tauhid Amin, pendiri Yayasan dan Pondok Pesantren Darut Tauhid.
Baca juga: Peringatan Isra Mikraj di MTs Darut Tauhid Banjaran Driyorejo, Penceramahnya Siswi
“Study tour adalah bentuk pembelajaran mendalam, di mana siswa belajar dengan kesadaran, menghubungkan pengalaman pribadi dengan kenyataan di luar kelas secara bermakna dan menyenangkan,” ujar Ujik Wahyuti, S.Pd., penanggung jawab kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua terhadap program madrasah. “Semua ini untuk menunjang perkembangan pendidikan dan wawasan siswa,” imbuhnya.
Menggali Sejarah di Museum Mpu Tantular
Tujuan pertama adalah Museum Mpu Tantular di Sidoarjo. Pukul 08.10 WIB, rombongan tiba dan langsung melakukan registrasi. Mereka diarahkan ke galeri edukasi Von Faber, menonton film dokumenter tentang situs-situs sejarah di Indonesia. Beberapa siswa mencatat, sebagian lagi merekam dokumentasi sebagai bahan laporan IPS.
Sesi tanya jawab bersama pemandu, Warjoh, menambah antusiasme peserta. Mereka kemudian diajak menyusuri gedung pameran tetap, menjumpai koleksi dari berbagai disiplin: arkeologi, geologi, seni rupa, hingga heraldik.
Di lantai dua, siswa dikenalkan dengan teknologi masa lalu dalam pameran iptek, serta sempat mencoba akses pameran tuna netra dengan teks Braille—wujud inklusi bagi penyandang disabilitas.

Sejuknya Batu dan Wahana Penuh Tawa di Selecta
Perjalanan berlanjut ke Kota Batu, Malang. Udara sejuk menyambut kedatangan mereka di kawasan wisata Selecta. Selepas salat Zuhur, siswa dan guru menikmati berbagai wahana, dimulai dari Cinema 4D. Teriakan dan tawa terdengar ketika kursi berguncang seolah membawa mereka menjadi bagian dari film.
Wahana-wahana lain tak kalah seru: bianglala, sepeda udara, taman bunga, berkuda, waterpark, hingga Dinosaurus Ride. “Selamat berpetualang! Semoga perjalanan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru. Jangan lupa menikmati setiap momen,” ujar Wahyu Setio Budi, siswa kelas IX.
Refleksi, Doa, dan Ziarah: Penutup yang Menyentuh
Menjelang magrib, rombongan singgah di Masjid Cheng Ho untuk salat dan berburu oleh-oleh khas Malang. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Kota Surabaya untuk ziarah ke makam Sunan Bungkul di Jalan Raya Darmo. Nuansa religius menutup perjalanan hari itu.
Bagi Syaibah Dinda Islamiyah, siswi kelas VIII, pengalaman ini begitu membekas. “Kami tidak hanya mendapat hiburan, tetapi juga wawasan dan suasana baru. Kebersamaan selama perjalanan menambah kenangan indah masa sekolah. Semoga kegiatan ini bisa rutin dilakukan setiap tahun,” ungkapnya penuh harap.
Tepat pukul 23.30 WIB, elf merah kembali memasuki halaman MTs Darut Tauhid. Rasa lelah tergantikan oleh sukacita dan rasa syukur. Study tour ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi sarana belajar penuh makna, yang mempererat tali persaudaraan dan memperkaya wawasan siswa. (#)
Jurnalis Rokhana Oktiasari Penyunting Mohammad Nurfatoni












