
Sebanyak 151 santri mengikuti pembinaan intensif tajwid dan garib dengan metode Tilawati. Mereka bersiap tampil pada Khataman Al-Qur’an Akbar IX di Masjid Agung Gresik.
Tagar.co — Sinar mentari yang cerah menyambut semangat baru di Masjid Al Ikhlas, Sidowungu, Menganti, Gresik, Ahad pagi, 4 Mei 2025. Hari itu, 151 santri dari 30 lembaga pengguna metode Tilawati berkumpul mengikuti Deep Quranic Learning, sebagai bagian dari persiapan menuju Kataman Al-Qur’an Akbar IX yang akan digelar pada 25 Mei 2025 di Gedung Masjid Agung Gresik.
Baca juga: Dari Masjid ke Rumah Makan: Silaturahmi Guru Tilawati Menganti Berbuah Evaluasi Inspiratif
Sejak pukul 07.30, para santri dan guru pendamping mulai berdatangan. Masjid Al Ikhlas yang luas dan megah menjadi saksi semangat mereka yang membara. Kegiatan ini merupakan sesi pertama dari tiga rangkaian pembinaan yang difasilitasi oleh Tim Koordinator Pengembang Al-Qur’an (KPA) Tilawati Kecamatan Menganti, yang bertujuan mengasah kompetensi santri sebelum tampil di acara khotaman.
Belajar Tajwid dan Garib dengan Cara yang Menyenangkan
Tepat pukul 08.05, kegiatan dibuka dengan doa pembuka yang biasa dilantunkan dalam pembelajaran metode Tilawati. Santri dan guru pendamping bersama-sama menyenandungkannya dengan lagu khas Rost, membangkitkan semangat pagi itu.
Pemateri utama, Ustaz Imam Safi’i, S.S., M.Pd., yang juga Ketua Divisi Regional 2 Indonesia Timur Pesantren Al-Quran Nurul Falah Surabaya, memulai sesi dengan sapaan hangat dan tepuk semangat yang serempak dijawab oleh seluruh peserta. Suasana masjid yang sejuk oleh pendingin ruangan semakin mendukung fokus para santri untuk menyelami materi.
Santri menggunakan Buku Pintar Tajwid dan Garib Metode Tilawati Edisi Kedua, yang disusun oleh tim ahli Tilawati Pusat Surabaya: Abdurrahman Hasan, S.Ag., M.Pd.; Muhammad Choiri, S.Pd.I.; Imam Safi’i, S.S., M.Pd.; dan Dausat Al Baihaqi, M.Pd.
Buku tersebut memuat materi tanya jawab ilmu tajwid praktis, tabel komentar tajwid, latihan mengurai tajwid, tabel komentar garib musykilat, serta latihan tajwid dan garib musykilat.

Belajar sambil Bernyanyi
Dalam sesi tanya jawab ilmu tajwid dan garib, peserta dibagi menjadi dua kelompok agar dapat saling berdiskusi berdasarkan nomor urut di buku. Untuk menjaga suasana tetap hidup dan sesuai dengan misi metode Tilawati—Mudah dan Menyenangkan—peserta diajak bernyanyi di sela-sela kegiatan.
Selama hampir dua jam, dari pukul 08.05 hingga 10.30, para santri mengikuti pembinaan dengan khusyuk dan hati yang riang. Selain mendalami ilmu tajwid dan ghorib, kegiatan ini juga membentuk karakter santri agar kelak menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. (#)
Jurnalsi Rokhana Oktiasari Penyunting Mohammad Nurfatoni












