Feature

Perdana Naik Pesawat di Museum Ini, Siswa Mugeb School Ingin Kembali 

64
×

Perdana Naik Pesawat di Museum Ini, Siswa Mugeb School Ingin Kembali 

Sebarkan artikel ini
Perdana naik pesawat jadi pengalaman berharga siswa kelas II Mugeb School. Meski tidak benar-benar terbang, mereka bahagia duduk di kursi pesawat Museum Penerbangan TNI AL Juanda. 
Siswa kelas II bahagia setelah naik Pesawat Merpati di Museum Penerbangan TNI AL Juanda. (Tagar.co/Nurma Aini Salsabila)

Perdana naik pesawat jadi pengalaman berharga siswa kelas II Mugeb School. Meski tidak benar-benar terbang, mereka bahagia duduk di kursi pesawat Museum Penerbangan TNI AL Juanda.

Tagar.co – Langit cukup cerah mengiringi keberangkatan 164 siswa SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School) ke Museum Penerbangan Pangkalan Udara TNI AL Juanda, Selasa (11/2/2025) pagi.

Lokasinya di Jalan Raya Bandara Juanda, Kepuh, Betro, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Museum ini terletak di Kompleks Lanudal Juanda, sebelah timur Terminal 2 Bandara Juanda.

Setelah registrasi di Rumah Pintar Juanda Cendekia Puspenerbal, berlokasi di dekat pintu masuk Terminal 2 Bandara Juanda, peserta Field Trip lalu menuju museum. Mereka naik shuttle bus yang tersedia.

Sekitar sepuluh menit kemudian, mereka tiba di bangunan tower lima lantai. Di depan gedungnya terpampang tulisan Museum R.E.B.O. Tjokroadiredjo.

Wajah anak-anak penuh semangat terpancar sejak mereka melangkah keluar bus. Sorot mata takjub dan ingin tahu siswa kelas II Mugeb School tertuju pada area tempat parkir pesawat udara. Di sanalah pesawat bekas Merpati Airlines Boeing 737-400 terparkir.

Baca Juga:  Siswa Spemdalas dan Mahasiswa Asal Tiongkok Belajar Batik Pitutur Cerme
Perdana naik pesawat jadi pengalaman berharga siswa kelas II Mugeb School. Meski tidak benar-benar terbang, mereka bahagia duduk di kursi pesawat Museum Penerbangan TNI AL Juanda. 
Siswa kelas II Ar-Rahman Mugeb School habis naik pesawat yang parkir di apron. (Tagar.co/Nurma Aini Salsabila)

Naik Pesawat

Keseruan yang anak-anak nantikan akhirnya tiba. Usai menyimak penjelasan Pengurus Museum, Subandono, anak-anak setelahnya berkesempatan melihat dari dekat helikopter maupun pesawat yang parkir di halamannya.

Sambil berbaris rapi, mereka langsung berjalan beriringan menyeberangi lapangan menuju pesawat. Semakin mendekat, anak-anak semakin antusias. Apalagi cuacanya mendukung, mendung. Pasalnya, mayoritas belum pernah naik pesawat. Karena itulah pengalaman kali ini jadi pengalaman yang sungguh mengesankan bagi mereka.

Seperti Alesya Putri Kresna. Siswi kelas II Al-Kahfi ini bersorak bahagia karena akhirnya merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya. “Seru! Naik pesawat tapi gak terbang beneran. Bisa duduk di kursi pesawat beneran, Bisa tiduran di kursi pesawat,” kenang Esya, sapaannya, penuh antusias, Rabu (12/2/2025).

Anak berusia 8 tahun ini juga menegaskan, “Pengin ke sana lagi! Pesawatnya nyaman meski kursinya agak melengkung. Ada mejanya buat makan, kursinya empuk.”

Teman sekelasnya, M. Rafasha Alfarizi, mengiyakan. “Bisa lihat pesawat Singapura dan Malaysia!” ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Terminal 2 memang untuk rute penerbangan luar negeri. Beruntung, ada pesawat terbang ke Singapura siang itu. Tak lama kemudian, ada pesawat yang mendarat dari Malaysia. Pemandangan take off dan landing dari dekat itu sukses menarik perhatian siswa.

Baca Juga:  Bidik Rp25 Miliar, Lazismu Gresik Dorong Inovasi Sosial dan Luncurkan Mobil Zakat Keliling
Perdana naik pesawat jadi pengalaman berharga siswa kelas II Mugeb School. Meski tidak benar-benar terbang, mereka bahagia duduk di kursi pesawat Museum Penerbangan TNI AL Juanda. 
Sebagian siswa kelas II Mugeb School yang menjajal duduk di kursi pesawat. (Tagar.co/Nurma Aini Salsabila)

Nonton Sinema Mini

Setelah puas bermain dan menyimak penjelasan di area pesawat, mereka kemudian kembali ke museum untuk menonton sinema mini. “Kayak nonton layar tancap di Upin Ipin,” ungkap Esya.

Di bioskop mini itu, ada siswa yang duduk di kursi maupun lesehan. Kapasitas kursinya memang kurang dari 164 siswa. Mereka nonton bersama penuh kehangatan.

“Ada helikopter. Filmnya menceritakan penerbangan TNI AL,” terang Rafasha antusias.

Para wali kelas sekaligus guru pendamping turut bersyukur bisa menyaksikan proses belajar di luar kelas tersebut. Seperti yang Mufarohah, S.Pd.I rasakan. Ia pun berusaha mengabadikan keberadaan murid-muridnya di sana lewat jepretan foto maupun video. (#)

Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni