
Pengajian pensiunan Wal-Ashri dihadiri 120 anggotanya. Kejutan terjadi usai ceramah, narasumber membagikan buku-buku karyanya.
Tagar.co – Pengajian Paguyuban Pensiunan Wal-Ashri Lumajang makin meriah dengan sesi bagi-bagi buku karya Suharyo AP, S.H., penceramah di acara itu.
Pengajian itu berlangsung di Rumah Makan Bedjo, Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Selasa (13/8/2025).
Suharyo yang pernah menjadi wartawan Harian Sore Surabaya Post ini produktif menulis buku. Sudah 60 judul buku yang diterbitkan.
Beberapa judul itu antara lain The Power of Love, Fenomena Anak Ajaib Bukti Kekuasaan Allah, Manusia Berjiwa Malaikat, Jiwa yang Damai, dan La Tahzan for Smart Teachers.
Koleksi buku-buku itu yang dibagikan kepada 120 hadirin pengajian.
”Pemberian buku ini sangat berkesan karena langsung diberikan oleh penulisnya. Ini menjadi kejutan tersendiri bagi para pensiunan. Tadi bahkan banyak yang berebut,” kata Nugroho Dwi Atmoko, panitia dan tuan rumah pengajian.
Ia mengatakan, awalnya pembagian buku ini sebagai doorprize. Panitia berencana membeli buku tulisan Ustaz Suharyo. Waktu ditanya berapa harga bukunya, Suharyo tak menjawab.
Buku Gratis
Ternyata Suharyo membawa banyak buku koleksinya waktu hadir. ”Jumlahnya sangat banyak. Semua buku dihibahkan. Akhirnya kita bagikan secara merata,” kata Nugroho yang pensiunan Dinas Pekerjaan Umum.
Pemberian buku ini, sambung dia, semoga bermanfaat menjadi bacaan para pensiunan yang mencerahkan. Ustaz Haryo didoakan selalu diberi kesehatan dan keberkahan.
Sementara Suharyo menyampaikan alasannya menghibahkan banyak bukunya.
“Saya melihat jemaah pengajian Wal-Ashri ini usianya sudah senior, di atas 60-an. Untuk mengisi waktu agar dapat menambah ilmu, perlu ada buku bacaan yang bermanfaat,” tuturnya.
Buku-buku itu, kata dia, dia tulis dengan glatuk-glatuk waktu masih muda dulu. ”Mereka senang sekali mendapat buku. Setelah saya pamit pulang, banyak yang mengucapkan terima kasih atas bonus buku tersebut,” ujarnya.
Bahkan, usai acara beberapa orang bertanya dan berkonsultasi berbagai hal yang mereka alami soal keluarga, sosial, hingga uneg-uneg lain yang selama ini terpendam.

Silaturahmi
Sewaktu sambutan mewakili tuan rumah, Sulchan, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Lumajang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan.
Dia juga mengajak semua jemaah menjaga tali silaturahmi agar hubungan baik antaranggota paguyuban tetap terjaga.
Pemilihan tempat juga mendapat apresiasi. “Pak Nugroho sengaja memilih tempat yang berkesan sekaligus memperkenalkan karya anggota,” komentar panitia di sela acara.
Suasana menjadi semakin hangat ketika Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memotong tumpeng.
Potongan pertama diberikan kepada perwakilan anggota paguyuban sebagai tanda kebersamaan. Setelah itu, para tamu dipersilakan menikmati hidangan yang telah disiapkan. (#)
Jurnalis Kuswantoro, Rizal Mazaki Penyunting Sugeng Purwanto












