
Pawai obor digelar SD Muhammadiyah Melirang untuk menyambut Ramadan. Kegiatan berlangsung meriah. Seluruh siswa, guru, dan orang tua, bersuka cita menyambut tamu agung ini.
Tagar.Co – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, SD Muhammadiyah Melirang, Bungah, Gresik, Jawa Timur menggelar kegiatan pawai obor, Rabu malam, (26/2/2025).
Acara diikuti oleh seluruh siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Tak ketinggalan bapak ibu dewan guru, serta para wali murid (ayah dan bunda) juga ikut memeriahkan.
Dalam kegiatan ini, siswa dan bapak ibu guru mengenakan busana muslim bernuansa putih. Sedangkan para bunda wali murid mengenakan busana bernuansa hitam. Setiap peserta membawa obor yang terbuat dari bambu dan kain yang sudah direndam dengan minyak tanah.
Setelah salat Isya, pawai obor dimulai dengan penuh khidmat dan semangat. Acara dibuka oleh pembawa acara, yakni Natasya Aurelia Dewi (siswi kelas 6) dengan bacaan basmallah.
Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi, S.Pd., M.Pd. mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran kegiatan ini.
“Penting bagi kita menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis riwayat An-Nasa’i: Barang siapa yang bergembira menyambut datangnya Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya disentuh api neraka,” ucapnya.
Sebelum peserta diberangkatkan, acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Muhammad Jamin, S.Pd. Usai berdoa, obor dinyalakan secara simbolik oleh Ustadz H. Muhammad Jamin kepada dua siswa, yakni Sukma dan Tristan.
Kedua siswa tersebut kemudian menyalurkan api ke peserta lainnya hingga tuntas. Setelah itu, para peserta mulai berjalan melewati rute yang telah ditentukan. Jalan yang dilalui mencakup Dusun Melirang Wetan, masuk ke Dusun Melirang Kulon, dan berlanjut ke Dusun Kalimalang.
Sepanjang perjalanan, pawai obor diiringi dengan lantunan lagu-lagu bertemakan Ramadan yang diputar melalui pengeras suara.

Makna dan Tujuan Pawai Obor
Kepala sekolah menjelaskan, pawai obor bukan sekedar ajang perayaan, tetapi juga memiliki makna mendalam. Obor yang dibawa melambangkan cahaya keimanan yang harus selalu dijaga dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan.
“Selain itu, pawai ini juga bertujuan untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta mengajak masyarakat untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan,” tuturnya.
Menurut Fichrul, pawai obor merupakan salah satu bentuk tradisi Islami yang tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap bulan Ramadan.
“Dengan semangat yang tinggi, diharapkan umat Islam semakin siap dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.
Baginya, Ramadan adalah saat yang tepat untuk membersihkan diri, menata hati, dan memperbanyak amal kebaikan. “Semoga Ramadan tahun ini menjadi Ramadan yang penuh makna bagi kita semua. Amin,” harapnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa turut serta dengan penuh semangat. Selain menjadi bentuk siar Islam, pawai obor juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat setempat. (#)
Jurnalis Rabya Auliani, S.Pd. Penyunting Nely Izzatul












