
Organisasi besar dilihat dari dua hal. Jangan salah kaprah. Bukan diukur dari seberapa banyak dan pintar kadernya. Apalagi dari banyak uang kasnya.
Tagar.co – Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur Hengki Pradana menyempatkan hadir pada pembukaan dan Stadium General Pelatihan Fasilitator Pendamping (FAP) I PD IPM Gresik.
Baca juga: Kader IPM Gresik Didoakan Jadi Wakil Menteri
Mengenakan jas kuning IPM, ia berkesempatan menyampaikan sambutan di hadapan peserta maupun tamu undangan. Lokasinya di Averroes Hall lantai 2 SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb School).
Dana, sapaan akrabnya, menegaskan, “Organisasi besar bukan diukur dari seberapa banyak atau seberapa pintar kadernya. Apalagi seberapa banyak uang kasnya. Tapi diukur dan dilihat dari ketajaman berpikir dan masifnya pergerakan!”
Karena itulah, ia menyampaikan, IPM Jatim sangat mengapresiasi atas pelaksanaan FAP 1. “Hari ini menjadi titik balik untuk melanjutkan perjuangan ke depan,” harap pria asal Lamongan ini.
“Ini rasanya kita sudah lama tidak berjumpa. Saya datang ketika Musyda. Ketika pelantikan, kami di Sulawesi,” kenangnya, Sabtu (7/12/2024) pagi.
Dana mengungkap, “Kehadiran kami sebagai bentuk cinta kami kepada PD IPM Gresik.” Sebab, biasanya ia mengutus para koordinator bidang untuk menghadiri acara pelatihan agar wajah pimpinan di PW IPM Jatim bisa dikenal merata.
Pasalnya, spesial di pelatihan ini, ia sendiri yang hadir. Sekum PW IPM Jatim Liset Ayuni, S.Psi. yang asli Gresik mengundangnya secara khusus untuk memberi semangat kepada kader IPM Gresik.
“Kalau kita bicara kader, IPM Gresik tidak kekurangan kader. Mampu ekspansi bahkan sampai nasional,” ungkapnya.
Ia pun mencontohkan, Ketua Umum PP IPM 2020-2022 Nashir Effendi dan Tenaga Ahli Kemendikdasmen Azaki Khoiruddin. Keduanya kader IPM asli Gresik.
Maka Dana menegaskan, “Ini harus dilanjutkan! Ini PR Mas Krisna.” Krisna Bakhtiar kini menjabat sebagai Ketua Umum PD IPM Gresik.

PFP Ibarat Roda
Menurut Dana, PFP ini ibarat rodanya. Jika diibaratkan kendaraan. “Kalau IPM tidak mengadakan pelatihan fasilitator, kendaraan tidak bisa kemana-mana,” ujarnya.
Padahal, lanjutnya, produk perkaderan formal Taruna Melati ini luarannya instruktur. Dalam hal ini, di IPM memakai istilah fasilitator daripada instruktur. “Instruktur kesannya diperintah. Fasilitator ini metode dengan pendekatan persuasif dari hati ke hati,” imbuhnya.
Maka ia mengajak para kader berjas kuning itu untuk komitmen bersama, menata kembali komitmennya. “Kita buat kaderisasi terstruktur dan tersentral. Taruna Melati 1, Taruna Melati 2, lalu Pelatihan Fasilitator. Jadi tidak ada kader meloncat,” ungkapnya.
“Materi tiap tingkatan di Taruna Melati 1 dan 2 sebenarnya terintegrasi. Kader Taruna Melati 1 belum waktunya PFP 1. Karena kematangannya. Jangan dipermudah semua agar banyak kadernya. Jangan seperti itu ketika melakukan kaderisasi,” pesannya.
Ia mengakui IPM Jatim terbesar se-Indonesia. Ada 37 Pimpinan Cabang di bawahnya. Mestinya 38, namun PC IPM Blitar di kabupaten dan kota belum terpisah.
Dana mengapresiasi gerak cepat kader di Gresik. “Yang sudah pelantikan dan Musyda ya PD IPM Gresik,” ujarnya.
Ia berharap mereka menjadi kader berilmu dan berakhlak mulia. “Salam cinta, salam juang. Karena dengan cinta kita berjuang,” tegasnya.

Tamu Undangan
Dalam sambutannya, ia juga menyapa tamu undangan satu per satu. Pertama, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Imanullah Ali Ubaid, S.T., S.Kom.
Kemudian, ia menyapa duo Nur dari Aisyiyah. Ada Wakil Ketua Koordinator Bidang Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Majelis Kesehatan, dan Majelis Pembinaan Kader Nurfadlillah, S.Pd., M.Pd.I. Juga Wakil Ketua Koordinator bidang Majelis Kesejahteraan Sosial dan Majelis Hukum dan HAM Nur Hidajati, S.H., M.Pd.
Ia pun mengapresiasi Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Gresik Fatma Hajar Islamiyah, M.Pd. Pagi itu ia hadir bersama Ketua Departemen Pusintek PDNA Gresik Sayyidah Nuriyah, S.Psi.
“Ayunda Fatma, saya adik di IPM Lamongan. Beliau senior saya. Luar biasa Ipmawati satu ini. Seorang penulis, inspirator kita semua,” ujar Dana.
Ia pun menyapa Aida Meilina. “Ipmawati Aida, rumahnya jauh di Bojonegoro paling ujung,” ungkapnya di depan para perwakilan kader IPM se-Kabupaten Gresik. (#)
Jurnalis Sayyidah Nuriyah Penyunting Mohammad Nurfatoni












