
Musypimcab PCA Dukun berlangsung hangat, memotivasi perempuan ber-Aisyiyah dengan semangat baru, dinamis, dan progresif untuk mewujudkan kecamatan yang adil.
Tagar.co – Suasana hangat dan tenang menyelimuti Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab 1) Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Dukun. Bertempat di aula Wisata Alam Gosari, Ujungpangkah, Gresik, kegiatan yang terselenggara pada 3 Agustus 2025 itu menghimpun 90 peserta dari berbagai ranting se-kecamatan Dukun.
Mengusung tema “Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Mewujudkan Kecamatan Dukun Berkeadilan”, Ketua PCA Dukun, Endang Nurhayati, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir dan mengikuti Musypimcab hari ini. Semoga membawa kebahagiaan. Kita semua berbahagia, ber-Aisyiyah dengan gembira. Program-program kerja yang terlaksana maupun yang terencanakan nantinya akan menjadi program kerja yang menggembirakan dan menyenangkan,” tuturnya dengan raut wajah bahagia.
Menanggapi tema tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Dukun, Afifuddin Aminin, S.Ag., M.Pd.I., dalam kajian iftitahnya menjelaskan makna dinamisasi.
“Dinamis itu harus semangat. Contohnya saat kita tadi menyanyikan lagu mars, harus semangat. Saya amati, kalau kita menyanyikan lagu masih kurang dinamis, kalah dengan saudara-saudara kita. Saya beberapa kali menghadiri undangan PCNU (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama) itu ketika menyanyikan mars tidak diam saja, tetapi tangannya sambil mengepal penuh semangat,” ungkapnya.
“Jadi Ibu-Ibu, kita perlu dinamis, berkembang, dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tidak boleh diam saja,” ajaknya.

Tegakkan Keadilan dan Etika Moral
Lebih lanjut, Afifuddin menekankan pentingnya dinamika dalam berorganisasi. “Organisasi itu ada dinamika. Ketika berbeda pendapat, kita harus menyikapinya dengan wajar selama dinamika itu bersifat membangun karena perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika persyarikatan,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengharuskan ingat bahwa Aisyiyah adalah perempuan berkemajuan yang seharusnya memperhatikan etika-etika moral yang dijunjung tinggi di Aisyiyah dan Muhammadiyah.
Ia juga menekankan pentingnya sikap adil yang harus mulai dari tingkat bawah, yaitu dari ranting-ranting. Ia menegaskan agar pengurus tidak hanya memperhatikan satu ranting saja tanpa melibatkan ranting lainnya. Menurutnya, sikap adil dapat menciptakan suasana yang harmonis dan dinamis dalam berorganisasi.
Baca Juga: Nasyiah Dukun Rapimcab di Alas Veenuz: Sinergi Kuat, Program Hebat
Majelis Hukum Baru Perkuat Gerakan
Sebelum sidang pleno 1 mulai, Ketua PCA Dukun mengumumkan terbentuknya Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia PCA Dukun. Majelis baru ini diketuai oleh Dra. Amsa Ahyad bersama Mawaddah, S.H.I., M.H.I., sebagai sekretaris. Pembentukan majelis ini menyempurnakan susunan kepengurusan PCA Dukun yang kini menaungi tujuh majelis.
Setelah resmi, Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia memaparkan sejumlah program kerja. Antara lain sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait perlindungan hukum terhadap perempuan, peningkatan kualitas perempuan dalam pemberantasan korupsi, serta kegiatan yang berpotensi menyadarkan masyarakat tentang pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Acara Musypimcab yang penuh ide, gagasan, masukan, dan evaluasi kritis yang membangun ini, berakhir dengan sidang pleno yang mengagendakan pemaparan rencana program kerja dari 7 majelis dan kebijakan-kebijakan dari pengurus harian PCA Dukun. Musyawarah harapannya dapat menjadi sarana untuk memperkuat jiwa dan ketangguhan warga Aisyiyah Dukun dalam menjalankan kegiatan positif ke depannya, sehingga tercipta dinamisasi yang adil dan berkemajuan. (#)
Jurnalis Nur Halisa Penyunting Sayyidah Nuriyah












