Feature

Hobi Minum Kopi, Lanjut Buka Kafe

45
×

Hobi Minum Kopi, Lanjut Buka Kafe

Sebarkan artikel ini
Hobi mencicipi berbagai jenis kopi dari berbagai daerah, akhirnya kepincut membuka kafe.
Cafe Wasabi di Blitar. Bermula dari hobi minum kopi, akhirnya buka kafe. 

Hobi mencicipi berbagai jenis kopi dari berbagai daerah, akhirnya kepincut membuka kafe.

Tagar.co – Aktivitasnya tak sebatas berputar di rumah sakit dan kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah.

Rika Ayu Respatiwulan, S.T., M.Kes., dan suaminya, Novan Riyanto, Amd.Kep., memilih membuka ruang baru dalam kesehariannya.

Sejak April 2025 lalu, suami istri ini mulai merintis usaha minuman kopi dan roti dengan nama Café Wasabi.

Usaha ini mereka jalankan di luar jam kerja di RSU Aminah Kota Blitar, tempat mereka berdua bekerja sebagai tenaga kesehatan.

Lokasi kafe berada di Jalan Ir. Soekarno Gang VI Nomor 5, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

“Awalnya bulan April masih bergabung kemitraan dengan teman. Mulai bulan Mei 2025 kami berdiri sendiri,” ujar Rika ditemui, Rabu (6/8/2025).

Rika menjelaskan, ide membuka kafe karena dia dan suaminya hobi minum kopi. ”Kami senang mencicipi berbagai jenis kopi dari berbagai daerah. Akhirnya kepikiran membuat sendiri agar lebih hemat,” tuturnya.

Keinginan membuka usaha minuman sudah lama muncul. Bahkan peralatan membuat kopi dan minuman sudah mulai ia cicil sejak setahun lalu.

Baca Juga:  Masjid Uranggantung Kejutan Baru PCM Candipuro

Hanya saja, kesibukan bekerja di rumah sakit dan kegiatan di luar membuat rencana itu sempat tertunda.

“Sebenarnya sudah lama ingin buka angkringan atau mini café. Karena padatnya aktivitas, belum sempat mulai. Alhamdulillah, baru bisa fokus tahun ini,” ujarnya.

Racikan kopi dan aneka minuman, Rika belajar otodidak. Ia juga banyak bertanya pada teman-temannya yang sudah lebih dulu membuka coffee shop.

Nama Wasabi, Rika mengungkapkan, bermula dari ide teman. “Dulu karena hanya jualan di hari Sabtu dan Minggu, akhirnya dinamakan Wasabi. Singkatan dari Warung Sabtu Minggu,” jelasnya.

Seiring waktu, sambutan konsumen terus meningkat. Suasana rumah yang sederhana namun nyaman menjadi nilai tambah tersendiri.

Dari situ, semangat menekuni usaha tumbuh, hingga muncul makna baru dari nama Wasabi.

“Sekarang Wasabi_by APN punya filosofi baru: Waktunya Saling Bicara by APN. APN itu diambil dari nama tiga anak saya, yaitu Aruni, Apta, dan Dzahin,” terang Rika.

Intensitas kedatangan rekan-rekan komunitas ke rumah pun makin sering. Tak sekadar nongkrong atau menikmati kopi, tempat ini juga kerap digunakan untuk menggelar kajian, arisan, hingga pertemuan kecil.

Baca Juga:  Mengenalkan Lazismu ke Anak-Anak lewat Dongeng  

Rika juga menambahkan, untuk saat ini produknya belum dikirim ke luar kota atau dijual di luar platform pribadi.

“Penjualan masih fokus di kafe, tapi kami juga melayani pesanan online untuk area Kota dan Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Dalam satu hari, minuman yang terjual bisa mencapai 30 hingga 50 cup. Sedangkan roti bakar rata-rata terjual sekitar 10 porsi.

Permintaan biasanya meningkat saat akhir pekan atau ketika ada program Jumat Berkah dari pelanggan yang ingin bersedekah.

“Kalau ada acara yang membooking tempat juga produksi bisa lebih banyak dari biasanya,” imbuhnya.

Untuk bahan baku, Rika memilih biji kopi dari daerah pegunungan. “Saya ambil bahan dasar kopinya dari Dampit Malang dan Gunung Kawi, karena kualitasnya bagus dan aromanya khas,” jelasnya. Sementara untuk roti, ia memilih produk lokal Blitar.

Alhamdulillah, lanjutnya, sang suami juga sangat mendukung usaha ini. Selain ikut membantu saat jualan, Novan juga aktif mempromosikan produk melalui media sosialnya.

“Sampai sekarang kami belum punya karyawan. Semua masih dikerjakan berdua,” kata Rika.

Baca Juga:  Lima Pesan PDM Lumajang Sambut Ramadan

Meski disibukkan dengan pekerjaan dan usaha, keduanya tetap aktif dalam kegiatan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Saya tergabung di Aisyiyah sebagai Ketua LLHPB PDA Kota Blitar, sedangkan suami juga aktif di MDMC Jawa Timur,” ucapnya.

Rika menambahkan, Café Wasabi tak hanya menyajikan kopi, juga berbagai pilihan minuman dan camilan lain. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto