
Dalam acara di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, PDM Gresik meluncurkan Desain Gerakan 2022-2027 melalui strategi penguatan SDM, optimalisasi ekonomi, dan konsolidasi jaringan guna menciptakan Muhammadiyah progresif, modern, inovatif, berkelanjutan.
Tagar.co – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik terus mengembangkan strategi dan program untuk mewujudkan organisasi yang lebih maju dan profesional dalam periode 2022-2027. Fokus utama program ini mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan ekonomi, serta konsolidasi organisasi dan jaringan.
Hal itu mengemuka dalam Musypimda dan Rakerda PDM Kabupaten Gresik yang berlangsung di Hall Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Sabtu (22/2/25).
Baca juga: KLL Dukun Sabet Penghargaan Terbaik di Lazismu Award 2025
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris PDM Gresik H. Yusuf Diachmad Sabri, S.T., M.BA. menyajikan Review Tanfidz Musyda. Dia menegaskan pentingnya sinergi dengan seluruh komponen umat, bangsa, dan kemitraan internasional guna menciptakan pranata sosial yang berkemajuan.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas perserikatan dan amal usaha secara berkesinambungan,” ujarnya.
Strategi Konsolidasi dan Penguatan Organisasi
Sabri menjelaskan, PDM Gresik telah melalui berbagai tahapan penguatan organisasi sejak tahun 2005. Pada periode 2005-2010, fokus utama adalah penataan manajemen organisasi dan jaringan. Kemudian, pada 2010-2025, program difokuskan pada konsolidasi gerakan dan pemantapan manajemen organisasi serta SDM.
Memasuki periode 2015-2020, peningkatan peran dalam pemberdayaan umat dan bangsa menjadi prioritas. Kini, dalam rentang waktu 2022-2027, PDM Gresik menekankan sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Desain Gerakan 2022-2027
Sabri mengatakan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang, PDM Gresik telah menyusun desain gerakan dengan target tahunan yang jelas:
2023: Konsolidasi ideologi dan kelembagaan dilakukan setelah musyawarah daerah (musyda) sehingga saling kenal satu sama lain baik secara personel maupun kelembagaan.
“Sehingga dari sana ada penetapan unit pembantu pimpinan (UPP) dan program kerja,” ujarnya. Di tahun ini belum ada evaluasi karena baru terbentuk.
2024: Peningkatan kualitas dengan fokus pada realisasi program, penataan manajemen, dan pendataan. “Sehingga tahun 2024 banyak sekali permasalahan yang muncul,” ujarnya. Dia menjelaskan di tahun ini dilakukan pendataan aset sebagai salah satu penyelesaian masalah.
2025: Pemberdayaan keluarga dan komunitas melalui evaluasi, sinergi, serta sistem kaderisasi dengan penguatan SDM dan ekonomi. “Keluarga di sini bukan hanya alam pengertian biologis tetapi kita sebagai kelembagaan dalam satu keluarga besar Muhammadiyah dan komunitas-komunitas yang ada di dalamnya,” urainya.
Baca juga: Musypimda dan Rakerda PDM Gresik 2025: Evaluasi, Konsolidasi, dan Sinergi Menuju Visi 2027
Di tahun ini akan ada evaluasi kerena sudah ada program sebelumnya. Sabri juga menekankan bahwa tahun ini saatnya bersinergi. Di tahun ini juga dicanangkan adanya sistem kaderisasi, kerena ternyata Baitul Arqam saja tidak cukup. Muhammadiyah Gresik, menurutnya, masih kesulitan mendapatkan kader yang kompeten dalam proses regenerasi pimpinan amal usaha Muhammadiyah (AUM).
2026: Adanya sinergi antar-UPP sehingga membentuk sistem yang terintegrasi dengan rencana pengembangan berbasis data. Sabri memberi contoh terintegrasikannya laporan keuangan seluruh AUM. Meskipun, katanya, cita-cita ini baru bisa terwujud di tahun-tahun berikutnya.
2027: Terwujud pusat-pusat keunggulan dan program yang berkelanjutan.
Mendorong Program Berkelanjutan
Dengan berbagai rencana dan program tersebut, PDM Gresik berupaya memastikan bahwa Muhammadiyah di Gresik tetap menjadi organisasi yang progresif dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Konsolidasi yang kuat serta pengembangan berbagai program diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi masyarakat luas.
PDM Gresik mengajak seluruh elemen persyarikatan dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program ini. “Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan Muhammadiyah yang lebih berkemajuan serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” kata Sabri. (#)
Jurnalis Mohammad Nurfatoni













