Feature

Muhadjir Effendy Dikukuhkan sebagai Guru Besar UM

655
×

Muhadjir Effendy Dikukuhkan sebagai Guru Besar UM

Sebarkan artikel ini
Muhadjir Effendy akan dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Negeri Malang, Kamis (13/2/2025).
Muhadjir Effendy konferensi pers menjadi pengukuhan guru besar Universitas Negeri Malang. (um)

Sudah diangkat menjadi guru besar Universitas Negeri Malang 30 September 2014, pengukuhan baru berlangsung tahun 2025.

Tagar.co – Muhadjir Effendy akan dikukuhkan menjadi guru besar Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (13/2/2025).

Muhadjir Effendy yang sekarang menjadi Penasihat Presiden bidang Haji dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan Luar Sekolah pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Dia akan menyampaikan orasi ilmiah di acara pengukuhan bertempat di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM).

Dalam konferensi pers Rabu (12/2/2025), Prof Muhadjir Effendy menjelaskan sudah menjadi guru besar pada 30 September 2014 di Universitas Negeri Malang.

Dua tahun setelah itu ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

”Amanat ini memberikan keleluasaan bagi saya untuk berkontribusi lebih dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Alhamdulillah, saya bersyukur atas kepercayaan ini,” ujar Prof. Muhadjir.

Selama menjadi Mendikbud periode 2016-2019, ia membuat program penguatan pendidikan karakter, percepatan implementasi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hingga akhir masa jabatannya, KIP telah memberikan manfaat bagi lebih dari 18,69 juta siswa.

Baca Juga:  Bolak-balik Ditolak Scopus, Perjuangan Prof. Sigit Hermawan Berujung Pengukuhan Guru Besar

Program lainnya adalah revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu pencapaian adalah revitalisasi pendidikan vokasi melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.

Periode berikutnya dia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) tahun 2019.

Muhadjir menuturkan, program utamanya tentang mengatasi stunting anak. Angka stunting berhasil turun. Dari 30,8% pada 2018 menjadi 21,5% pada 2023.

Capaian ini mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia, yang naik dari 71,92 poin pada 2019 menjadi 74,39 poin pada 2023.

Dia tetap berkomitmen memajukan dunia pendidikan. ”Setelah pengukuhan ini, saya akan mendedikasikan waktu sebagai guru besar UM dan turut membina mahasiswa S2 dan S3,” katanya.

Pengukuhan Prof. Muhadjir sebagai Guru Besar UM diharapkan dapat memperkuat peran UM dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pembangunan manusia.

Muhadjir pernah menjabat rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiga periode.

Baca Juga:  Ribuan Mahasiswa Siap Ramaikan KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 di UMM

Saat menjadi Mendikbud  mengenalkan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru sehingga tak ada lagi sekolah favorit.

“Pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB saja, tetapi untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan, mulai dari kurikulum, sebaran guru, hingga kualitas sarana prasarana,” kata Muhadjir.

Muhadjir juga membawa Indonesia ke panggung internasional melalui perannya sebagai Presiden Southeast Asian Ministers for Education Organization (SEAMEO) pada 2017-2019.

Di tingkat nasional, ia juga mendorong peningkatan kompetensi siswa melalui berbagai ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), Festival Literasi Sekolah (FLS), dan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Kebijakan ini membuktikan dedikasinya dalam menyiapkan generasi unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Program lainnya adalah Pengukuran dan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Juni 2024. Dalam program tersebut, lebih dari 300.000 posyandu terlibat, dengan lebih dari 16 juta balita berhasil diukur. Program ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Program ini mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus naik. Pada tahun 2019, IPM Indonesia tercatat sebesar 71,92 poin, kemudian meningkat 74,39 poin pada 2023.

Baca Juga:  Duduk Lama Melemahkan Otak: Inilah Pola Gerak yang Bisa Mengasah Fokus dan Kendali Emosi

Muhadjir yang diperoleh seperti Pioneer of National Education and Social Empowerment Pasca Award (2024), Tanda kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya (2024), Penghargaan Extraordinary Attention Towards The Welfare Of The Young Generation (2024), Anugerah Parahita Ekapraya (APE) (2020), Tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Joko Widodo (2020), Penghargaan Best Ministers Obsession Award (2020), Tokoh Penggerak Local Heroes hingga UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Makhtoum (2020). (#)

Penyunting Sugeng Purwanto