Feature

Milad Ke-70, Din Syamsuddin Dorong UMJ Menjadi Universitas Kelas Dunia

55
×

Milad Ke-70, Din Syamsuddin Dorong UMJ Menjadi Universitas Kelas Dunia

Sebarkan artikel ini
Din Syamsuddin menegaskan UMJ perlu melangkah menjadi universitas kelas dunia pada milad ke-70 dengan modal akreditasi unggul, penguatan peradaban Islam, dan strategi internasionalisasi berkelanjutan.
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan sambutan mewakili Badan Pembina Harian (BPH) UMJ. (Tagar.co)

Din Syamsuddin menegaskan UMJ perlu melangkah menjadi universitas kelas dunia pada milad ke-70 dengan modal akreditasi unggul, penguatan peradaban Islam, dan strategi internasionalisasi berkelanjutan.

Tagar.co — Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) kini memasuki usia tujuh dekade, Senin (15/12/2025). Dorongan besar untuk melangkah menuju universitas kelas dunia (A World Class University) mengemuka pada Sidang Terbuka Senat UMJ dalam rangka Milad ke-70. Lokasinya di Gedung Cendekia UMJ, Kampus Cirendeu, Jakarta.

Dalam forum akademik yang berlangsung khidmat tersebut, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan sambutan mewakili Badan Pembina Harian (BPH) UMJ. “UMJ perlu melangkah ke universitas kelas dunia,” ujar Din Syamsuddin di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan yang memenuhi Auditorium K.H. Ahmad Azhar Basyir, M.A.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menegaskan, UMJ telah memiliki modal yang memadai untuk melangkah ke tingkat global. Dia menilai UMJ telah memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun nonfisik. Ia pun menyebut capaian Akreditasi Unggul Nasional yang diraih UMJ pada 2024 sebagai pijakan penting untuk melompat ke level internasional.

Baca Juga:  Ada Kehangatan di Kajian Ramadan dan Bukber SD Alam Al-Ghifari Kota Blitar

“Setelah memperoleh derajat akreditasi unggul nasional, kini UMJ tinggal menapaki satu anak tangga lagi untuk menduduki universitas kelas dunia,” kata Guru Besar Politik Islam FISIP UIN Jakarta tersebut.

Din Syamsuddin menegaskan UMJ perlu melangkah menjadi universitas kelas dunia pada milad ke-70 dengan modal akreditasi unggul, penguatan peradaban Islam, dan strategi internasionalisasi berkelanjutan.
Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, M.A. menyampaikan sambutan mewakili Badan Pembina Harian (BPH) UMJ. (Tagar.co)

Ibu Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Menurut kesaksiannya, dalam satu hingga dua dasawarsa terakhir, UMJ menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia melihat UMJ terus berbenah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“UMJ semakin maju dan berkembang. Bahkan, terakhir ini, UMJ memanen banyak guru besar dari berbagai disiplin ilmu,” ujarnya.

Capaian tersebut, menurut Din Syamsuddin, bukanlah hasil kerja instan. Ia lantas mengulas posisi historis UMJ dalam lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ia menegaskan, UMJ, yang berdiri pada 1955, merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah tertua.

“UMJ adalah ibu atau bapak dari banyak Perguruan Tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, dan lainnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Anak-anaknya sudah maju dan memperoleh peringkat global. Maka sang ibu atau bapak tidak boleh tertinggal.”

Pernyataan tersebut menjadi pengingat, usia tua tidak identik dengan stagnasi. Sebaliknya, pengalaman panjang perlu menjadi kekuatan untuk melompat lebih jauh. Din Syamsuddin memandang Milad ke-70 UMJ sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi.

Baca Juga:  Spemdalas Raih 5 Emas Olympicad VIII Makassar

Sebagai langkah konkret, Din Syamsuddin menyarankan pimpinan UMJ segera membentuk Tim Penyiapan Universitas Kelas Dunia. Yakni tim yang mampu merumuskan peta jalan, strategi internasionalisasi, serta indikator capaian yang terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Din Syamsuddin: Dunia Islam Perlu Lompatan Baru dalam Kerja Sama Bisnis Global

Islam dan Peradaban Masa Depan

Pada bagian lain sambutannya, Din Syamsuddin mendorong UMJ mendirikan Pusat Kajian Islam dan Peradaban. Ia menilai langkah tersebut selaras dengan gerak internasionalisasi Muhammadiyah yang kian menguat dalam beberapa tahun terakhir. Di samping itu, menurutnya, UMJ perlu turut berperan dalam menampilkan Islam sebagai agama peradaban masa depan.

Ia menegaskan, Milad ke-70 UMJ bukan sekadar perayaan usia, melainkan tonggak untuk maju, memulai fase baru perjalanan UMJ. Dengan nada optimistis, ia menutup sambutannya dengan kalimat reflektif, “May life begins at seventy.”

Alhasil, sidang Terbuka Senat UMJ pun menjadi penanda, di usia tujuh dekade, UMJ tidak berhenti menoleh ke belakang, tetapi justru bersiap melangkah ke panggung dunia.

Baca Juga:  Ketua Pengprov Orado Jatim Hadiri Pembukaan Kejurcab Orado Banyuwangi

Pada sidang terbuka ini turut hadir Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan Ketua BPH UMJ. Hadir pula Prof. Dr. Armai Arif yang mewakili Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah serta Rektor UMJ Prof. Dr. Makmun Murod Al-Barbasi. Kehadiran para tokoh nasional dan pimpinan Persyarikatan tersebut menegaskan posisi strategis UMJ, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai bagian penting dari sejarah dan masa depan Muhammadiyah. (#)

Penyunting Sayyidah Nuriyah