Feature

Meriah, Haru, dan Penuh Makna Warnai Halalbihalal Keluarga Bani Fadeli

64
×

Meriah, Haru, dan Penuh Makna Warnai Halalbihalal Keluarga Bani Fadeli

Sebarkan artikel ini
Keluarga Bani Fadeli
Momen penuh cinta dan kebersamaan dalam Halalbihalal Keluarga Bani Fadeli 2025 di rumah Mas Iwan, Jombang. (Tagar.co/Ahmad Rafih)

Halalbihalal adalah wujud cinta yang nyata saling memaafkan bukan karena kita sempurna, tapi karena kita ingin menjaga apa yang telah Allah anugerahkan, yaitu keluarga.

Tagar.co – Halaman rumah Mas Iwan di Jombang malam itu dipenuhi senyum, tawa, dan haru. Keluarga Besar Bani Fadeli kembali berkumpul dalam agenda tahunan penuh makna, Jumat (4/4/2025).

Halalbihalal Keluarga Bani Fadeli adalah sebuah tradisi yang bukan hanya ajang temu kangen, tapi juga momentum mempererat kasih sayang lintas generasi.

Tahun ini, giliran keluarga Mas Iwan menjadi tuan rumah. Sejak sore hari, satu per satu anggota keluarga dari berbagai kota mulai berdatangan, mulai dari Semarang, Gresik, Malang, Nganjuk, hingga Kalimantan.

Wajah-wajah yang lama tak bersua saling menyapa, anak-anak berlarian, dan orang tua larut dalam nostalgia. Jarak bukan halangan ketika cinta keluarga menjadi pengikatnya.

Acara dibuka secara khidmat oleh Bapak Nurul Qomari selaku sesepuh keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru di Pondok Pesantren Tebu Ireng yang juga merupakan bagian dari keluarga besar, Ustadz Zainal Fanani.

Baca Juga:  AUM sebagai Ujung Tombak Dakwah Muhammadiyah

Dengan suara teduh, dia memimpin doa untuk para tetua yang telah wafat, memohon keberkahan untuk keluarga yang ditinggalkan, serta mengingatkan arti penting dari saling memaafkan.

Halalbihalal bukan sekadar tradisi lebaran. Acara ini adalah ruang untuk menyembuhkan luka-luka kecil yang mungkin tak sengaja tercipta, menjahit kembali retak yang tak terlihat, dan menyatukan hati yang sempat berjeda.

Halalbihalal adalah wujud cinta yang nyata—saling memaafkan bukan karena kita sempurna, tapi karena kita ingin menjaga apa yang telah Allah anugerahkan, yaitu keluarga.

Makna mendalam dari halalbihalal adalah kesediaan untuk membuka hati. Di sinilah kita belajar bahwa saling memaafkan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan untuk memilih damai. Ini adalah momentum membersihkan hati, menundukkan ego, dan memperbaharui kasih sayang dalam keluarga.

Dalam musyawarah keluarga yang berlangsung hangat, diputuskan bahwa halalbihalal tahun 2026 InsyaAllah akan diselenggarakan di rumah Mas Alif Rizki, sesuai giliran keturunan. Musyawarah juga menghasilkan kesepakatan tentang alokasi dana yang akan difokuskan pada kebutuhan konsumsi dan transportasi, agar ke depannya acara semakin tertata dan nyaman untuk semua.

Baca Juga:  Refleksi Awal Tahun PSIB UMM: Menakar Jalan Indonesia Emas 2045

Sesi salam-salaman menjadi salah satu momen paling mengharukan malam itu. Tangis, haru, dan tawa bahagia berbaur jadi satu saat seluruh keluarga saling berjabat tangan, berpelukan, dan memaafkan. Ada kekuatan luar biasa dalam pelukan-pelukan hangat itu—sebuah pesan tanpa kata bahwa keluarga adalah tempat kembali, apa pun yang terjadi.

Acara pun ditutup dengan makan bersama yang tak kalah meriah. Hidangan khas lebaran seperti bebek goreng, lele goreng, opor ayam, bakso, es segar, dan beragam sajian lainnya menggugah selera dan menambah kehangatan suasana.

Tak lupa, sesi foto bersama menjadi penanda momen bersejarah ini, sebagai kenangan indah untuk generasi kini dan yang akan datang.

Halalbihalal Bani Fadeli bukan hanya agenda tahunan, tapi juga warisan cinta dan kebersamaan yang terus dijaga. Karena keluarga adalah rumah sejati—tempat segala luka diobati, tempat segala rindu ditambatkan, dan tempat cinta tak pernah lelah untuk bertumbuh. (#)

Jurnalis Reza Ainur Rahma. Penyunting Ichwan Arif.