
Ratusan siswa SMPM 7 Cerme menyemarakkan Spemaju Art Fest, dari menggambar batik hingga menari nusantara. Acara ini juga jadi momen penuh haru untuk melepas 74 siswa kelas IX yang telah lulus.
Tagar.co – Sabtu pagi (14/6/2025), halaman SMP Muhammadiyah 7 Cerme, Gresik, Jawa Timur, tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa memenuhi halaman sekolah untuk mengikuti Spemaju Art Fest dan Apresiasi Siswa Kelas IX, sebuah pementasan seni sekaligus momen perpisahan yang dikemas sederhana namun sarat makna.
Suasana semarak langsung terasa sejak pukul 07.00 WIB. Sebanyak 105 siswa kelas VII duduk rapi di bawah tenda, siap menggambar batik khas Gresik secara serempak di atas kanvas putih. Aroma cat dan semangat kreatif membaur menjadi satu.
“Anak-anak menggambar batik khas Gresik sebagai bentuk cinta budaya lokal,” ujar Syamsul Arifin, penanggung jawab acara.
Lebih pagi lagi, sejak pukul tiga dini hari, 104 siswa kelas VIII sudah bersiap di sekolah. Mereka satu per satu didandani oleh para siswi dari Kelas Vokasi Tata Rias Smamdela. Wajah-wajah remaja itu berubah menjadi karakter budaya yang siap mementaskan delapan tarian middle nusantara, puncak dari proyek P5 mereka.

Namun momen paling mengharukan justru hadir dari para siswa kelas IX. Sebanyak 74 siswa yang telah resmi dinyatakan lulus, tampil anggun dengan batik terbaik mereka. Mereka menerima apresiasi sederhana dari sekolah, sebuah bentuk pelepasan penuh kesan tanpa harus berlebihan.
“Apresiasi ini bentuk kenangan dari kami. Tidak perlu pesta mewah, cukup dengan rasa syukur dan doa terbaik,” ujar Kepala SMP Muhammadiyah 7 Cerme, Yuli Kusminarsih, S.Pd.
Di antara haru dan tawa, suara para orang tua pun ikut menyemangati.
“Selamat kepada para siswa kelas IX yang telah menuntaskan masa studi di SMP. Semangat untuk terus belajar dan gantungkan cita-citamu setinggi langit,” pesan seorang wali murid dengan mata berbinar.
Spemaju Art Fest tahun ini tak hanya menjadi panggung seni, tetapi juga panggung perpisahan yang meninggalkan jejak kenangan di hati setiap yang hadir. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












