
Biro Gemilang Consulting sukses menggelar upgrading karyawan PT Zam Zam Amanah di Lamongan guna memperkuat integritas, layanan prima, dan profesionalisme dalam industri perjalanan ibadah umrah.
Tagar.co — Pagi itu, sinar matahari di Kabupaten Lamongan terasa lebih hangat dari biasanya. Di salah satu sudut kota, tepatnya di Meeting Room Labuhan Cafe, suasana tampak penuh semangat pada Ahad, 25 Januari 2025.
Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan staf PT Zam Zam Amanah telah berkumpul dengan raut wajah penuh semangat. Mereka bukan hendak memberangkatkan jamaah, melainkan sedang bersiap untuk “mengisi ulang” energi dan kompetensi mereka melalui program Upgrading Karyawan yang dipandu oleh Biro Gemilang Consulting.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan bagi PT Zam Zam Amanah. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa perjalanan umrah dan haji, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah jantung dari keberlangsungan bisnis.
Direktur Biro Gemilang Consulting, Dwi Fitria Aini, S.Psi., Psikolog mengungkap, manajemen menyadari sepenuhnya, di tengah persaingan biro perjalanan yang semakin ketat, kepercayaan publik hanya bisa diraih melalui pelayanan yang bukan hanya profesional, tetapi juga amanah. Oleh karena itu, investasi pada manusia menjadi prioritas utama untuk menjaga marwah perusahaan sebagai penyedia jasa ibadah yang unggul.
“Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk meninjau kembali sejauh mana kesiapan tim dalam melayani tamu-tamu Allah. Dalam industri jasa keagamaan, kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak besar pada kekhusyukan jamaah,” terang Dwi.
Dengan kesadaran itulah, lanjut Dwi, Biro Gemilang Consulting merancang kurikulum upgrading yang komprehensif. Materi yang mereka sajikan tidak hanya menyentuh aspek teknis pekerjaan, tetapi juga menyentuh sisi spiritual dan karakter masing-masing individu agar selaras dengan budaya kerja islami yang menjadi fondasi utama perusahaan.
Membangun Mindset Kerja Amanah
Lebih lanjut, Dwi mengungkap, tujuan besar dari pelatihan ini adalah menciptakan perubahan pola pikir atau mindset. Para fasilitator dari Gemilang Consulting menekankan, bekerja di biro umrah bukan sekadar mencari nafkah, melainkan menjalankan misi pelayanan.
Peserta mereka ajak untuk memahami secara mendalam pentingnya pelayanan prima (service excellence) dalam setiap tahapan, mulai dari pendaftaran hingga kepulangan jamaah ke tanah air. Setiap staf harus mampu memposisikan diri sebagai pelayan yang tulus, yang memudahkan urusan orang lain demi meraih keberkahan.
Komunikasi yang efektif dan kerja sama tim menjadi poin penting berikutnya. Dalam dunia travel, sinkronisasi antar divisi—mulai dari administrasi, perlengkapan, hingga pendamping lapangan—harus berjalan mulus tanpa celah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap karyawan memiliki frekuensi yang sama dalam memandang visi dan misi perusahaan,” ujar salah satu perwakilan manajemen. Melalui simulasi dan paparan materi, para karyawan diingatkan kembali bahwa integritas adalah mata uang yang paling berharga dalam bisnis kepercayaan ini.
Sesi Utama: Menjadi Karyawan Autentik
Sorotan utama pada sesi pagi hari adalah kehadiran Roys Dwi Nugroho. Sebagai seorang praktisi yang kenyang pengalaman, ia membawakan materi bertajuk “Authentic Employee”. Roys tidak hanya bicara soal teori manajemen, tetapi lebih kepada penggalian potensi diri dan integritas personal. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan diri: apakah mereka bekerja hanya karena tuntutan tugas, atau karena panggilan hati yang jujur?
Konsep Authentic Employee yang ia tawarkan menekankan bahwa karyawan adalah representasi hidup dari nilai-nilai perusahaan. Saat seorang staf berbicara dengan calon jamaah, ia tidak hanya membawa nama dirinya, tetapi juga membawa citra PT Zam Zam Amanah.
Jika staf tersebut memiliki karakter yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab, maka secara otomatis kepercayaan jamaah akan terbangun dengan sendirinya. Roys membedah bagaimana etos kerja yang berlandaskan kejujuran akan melahirkan dedikasi yang tanpa batas.
Dalam paparannya yang interaktif, Roys menjelaskan, menjadi karyawan autentik berarti berani menunjukkan integritas meski tanpa pengawasan. Ia menegaskan bahwa karyawan bukan sekadar pelaksana tugas atau “robot” yang menjalankan prosedur operasi standar (SOP). Mereka adalah duta yang membawa misi mulia.
“Kalian adalah wajah perusahaan di mata masyarakat. Jika kalian melayani dengan tulus, maka jamaah akan merasakan kehadiran Tuhan dalam pelayanan kalian,” ungkapnya di hadapan para peserta yang menyimak dengan saksama.
Materi ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi para peserta. Banyak yang menyadari, selama ini mereka mungkin terjebak dalam rutinitas mekanis. Melalui kesadaran baru ini, peserta diajak untuk mengembangkan sikap profesional yang tidak hanya berbasis kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Kesadaran untuk menjadi pribadi yang autentik diharapkan mampu membentuk tim yang solid dan tahan banting dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Dinamika Focus Group Discussion
Setelah mendapatkan asupan motivasi yang mendalam, suasana berubah menjadi lebih dinamis saat memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD). Dwi Fitria Aini dari Gemilang Consulting memimpin sesi ini.
Peserta terbagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang heterogen, menggabungkan staf dari berbagai divisi agar terjadi pertukaran perspektif yang lebih kaya. Di sini, suasana formal mulai mencair dan digantikan dengan diskusi hangat penuh ide kreatif.
Dwi, sapaan akrabnya, melempar berbagai pemantik diskusi mengenai tantangan nyata yang mereka hadapi di lapangan. Bagaimana menangani komplain jamaah dengan kepala dingin? Bagaimana mempercepat proses administrasi tanpa mengurangi ketelitian? Pertanyaan-pertanyaan ini memicu perdebatan sehat di antara peserta.
Masing-masing kelompok berusaha merumuskan strategi terbaik untuk meningkatkan kualitas layanan. FGD ini menjadi ruang aman bagi karyawan untuk bersuara, menyampaikan kegelisahan, sekaligus menawarkan solusi inovatif bagi kemajuan perusahaan.
Suasana Interaktif di Labuhan Cafe
Keberhasilan sebuah pelatihan sering kali terukur dari tingkat partisipasi pesertanya. Di Labuhan Cafe hari itu, antusiasme terlihat jelas. Tidak ada peserta yang hanya duduk diam mendengarkan. Mereka aktif bertanya, menyanggah, dan memberikan masukan.
Interaksi dua arah yang terbangun antara pemateri dan peserta menciptakan atmosfer pembelajaran yang sangat hidup. Suasana ini membuktikan bahwa para karyawan PT Zam Zam Amanah memiliki keinginan besar untuk berkembang.
Fasilitator dari Gemilang Consulting pun terlihat cekatan dalam mengarahkan alur pembicaraan agar tetap solutif. Setiap pertanyaan teknis dijawab dengan pendekatan yang praktis, sementara masukan mengenai kebijakan internal dicatat sebagai bahan evaluasi bagi pihak manajemen.
Mempererat Sinergi Lintas Divisi
Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, kegiatan upgrading ini berfungsi sebagai ajang mempererat hubungan emosional antar karyawan. Terkadang, kesibukan harian membuat komunikasi antar divisi menjadi kaku dan terbatas pada urusan pekerjaan semata. Melalui berbagai aktivitas kelompok dan ice breaking yang mereka selipkan, sekat-sekat formalitas itu perlahan runtuh. Mereka mulai saling mengenal karakter satu sama lain di luar konteks meja kantor.
Sinergi tim yang kuat adalah modal utama dalam menghadapi target-target perusahaan yang ambisius di tahun 2025. Dengan membaiknya kualitas komunikasi internal, potensi miskomunikasi yang sering menjadi penghambat kerja dapat diminimalisir.
“Upgrading ini adalah sarana kita untuk saling menguatkan. Kita bukan hanya rekan kerja, tetapi satu keluarga besar yang memiliki tujuan sama: melayani jamaah dengan sebaik-baiknya,” ujar Elyna Fajriatun Nisa’ dari tim Biro Gemilang Consulting saat merangkum hasil diskusi.
Harapan untuk Layanan Masa Depan
Menjelang akhir acara, raut wajah lelah namun puas terpancar dari para peserta. Mereka pulang tidak hanya membawa materi dalam bentuk berkas, tetapi juga semangat baru yang siap terimplementasikan. PT Zam Zam Amanah berharap melalui investasi waktu dan pikiran ini, mereka dapat terus bertransformasi menjadi biro perjalanan yang unggul dan terpercaya di tingkat nasional.
Langkah konkret setelah kegiatan ini adalah monitoring dan evaluasi. Manajemen berkomitmen untuk melihat perubahan perilaku dan kualitas layanan di kantor sehari-hari. Dengan SDM yang kini lebih “berisi” dan berkarakter autentik, PT Zam Zam Amanah optimis dapat menghadapi tantangan industri layanan keagamaan yang terus berkembang pesat. Kepuasan jemaah bukan lagi sekadar slogan, melainkan hasil nyata dari proses pembinaan yang berkelanjutan dan penuh integritas.
Pada akhirnya, apa yang Biro Gemilang Consulting bersama PT Zam Zam Amanah lakukan adalah kontribusi nyata bagi pengembangan kualitas tenaga kerja Indonesia. Di era digital di mana semua hal bisa secara otomatis, sentuhan kemanusiaan yang tulus dan karakter yang kuat tetap menjadi pemenang dalam industri jasa. Pelatihan ini adalah bukti di balik suksesnya sebuah perjalanan umrah, ada tim yang solid, profesional, dan memiliki spiritualitas yang terjaga.
Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan jabat tangan penuh optimisme. Setiap langkah kaki meninggalkan Labuhan Cafe membawa harapan baru bagi pelayanan umrah di Lamongan dan sekitarnya. PT Zam Zam Amanah telah membuktikan bahwa untuk terbang tinggi menjangkau visi perusahaan, mereka harus terlebih dahulu memperkuat akar integritas karyawannya. Sebuah pelajaran berharga bahwa kesuksesan bisnis dan kemuliaan karakter adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan.
Jurnalis Helmy Choiriyanto Penyunting Sayyidah Nuriyah












