Telaah

Meraih Pahala Setahun dengan Puasa Syawal

42
×

Meraih Pahala Setahun dengan Puasa Syawal

Sebarkan artikel ini
Puasa Syawal selama enam hari memiliki keutamaan besar. Pahalanya setara puasa setahun penuh. Sunah ini jangan sampai terlewat hanya karena kesibukan dunia yang melalaikan.
Ilustrasi freepik.com premium

Puasa Syawal selama enam hari memiliki keutamaan besar. Pahalanya setara puasa setahun penuh. Sunah ini jangan sampai terlewat hanya karena kesibukan dunia yang melalaikan.

Oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Tagar.co – Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh dan melaksanakan salat Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Amalan ini mengandung keutamaan luar biasa sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw.

من صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا من شَوَّالٍ كان كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa sepanjang tahun.” (H.R. Muslim)

Baca juga: Dakwah dan Godaan Eksistensi di Era Digital

Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Keutamaan puasa ini begitu besar, karena dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan menjadi seperti puasa selama satu tahun penuh.

Baca Juga:  Jangan Lelah Berbuat Baik

Keutamaan Puasa Syawal

Rasulullah Saw. bersabda:

من صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barang siapa berpuasa penuh di bulan Ramadan, lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (H.R. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa alasan puasa Syawal setara dengan puasa setahun adalah karena dalam Islam, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan selama sebulan dinilai setara dengan puasa sepuluh bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan, sehingga totalnya menjadi satu tahun penuh.

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Tidak harus dilakukan secara berturut-turut, tetapi lebih utama jika dikerjakan secara berurutan setelah Idulfitri. Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Nawawi ‘ala Muslim menjelaskan:

قال أصحابنا والأفضل أن تصام الستة متوالية عقب يوم الفطر، فإن فرقها أو أخرها عن أوائل شوال إلى أواخره حصلت فضيلة المتابعة لأنه يصدق أنه أتبعه ستا من شوال

Baca Juga:  Jangan Sia-siakan Ramadan, setiap Detiknya Bernilai Surga

Para ulama kami mengatakan, yang lebih utama adalah berpuasa enam hari secara berurutan setelah hari raya. Jika seseorang memisah-misah hari puasanya atau mengakhirkannya hingga akhir bulan Syawal, tetap ia mendapatkan keutamaan, karena masih dihitung sebagai menyambung Ramadan dengan enam hari di Syawal.

Pendapat Ulama tentang Puasa Syawal

Sebagian ulama dari mazhab Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa puasa Syawal hukumnya makruh karena khawatir disangka sebagai bagian dari puasa wajib. Namun, jumhur ulama — termasuk Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Daud az-Zhahiri — menyatakan bahwa puasa ini adalah sunah, berdasarkan hadis sahih yang jelas. Imam Nawawi rahimahullah berkata:

وإذا ثبتت السنة لا تترك لترك بعض الناس أو أكثرهم أو كلهم لها، وقولهم قد يظن وجوبها ينتقض بصوم عرفة وعاشوراء وغيرهما من الصوم المندوب

Jika suatu sunah telah tetap dalilnya, maka tidak boleh ditinggalkan hanya karena sebagian orang atau mayoritas orang meninggalkannya. Pendapat yang mengatakan bahwa puasa ini bisa disangka wajib, tertolak dengan adanya puasa sunah lainnya seperti puasa Arafah, Asyura, dan lainnya.

Baca Juga:  Doa Anak dan Amal yang Tak Terputus untuk Mayat

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan luar biasa karena menyempurnakan pahala puasa Ramadan menjadi seperti puasa setahun penuh. Puasa ini boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah, asalkan masih dalam bulan Syawal. Jangan sampai kesempatan meraih pahala besar ini terlewatkan hanya karena kesibukan dunia.

Semoga Allah Swt. memberikan kita kekuatan untuk melaksanakan sunah yang penuh berkah ini. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni