Feature

Meraih Keberkahan Ramadan: Tiga Keutamaan yang Harus Dimanfaatkan

29
×

Meraih Keberkahan Ramadan: Tiga Keutamaan yang Harus Dimanfaatkan

Sebarkan artikel ini
ILustrasi freepik.com premium

Bulan Ramadan memiliki keutamaan luar biasa yang tidak ditemukan di bulan lainnya. Hal itu mengemuka dalam kultum Tarawih di Masjid Baitul Hasanah Ambarawa Residence. Apa makna di balik keistimewaan ini?

Tagar.co – Setelah berbuka puasa, Sabtu (1/3/25) ratusan warga Perumahan Ambarawa Residence, Pojoksari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, berbondong-bondong ke Masjid Baitul Hasanah untuk mengikuti salat Tarawih berjemaah.

Seusai salat, Ustaz Subari, yang bertugas sebagai imam dan khatib, berdiri di depan jemaah untuk memberikan tausiah singkat alias kultum.

Baca juga: Mengelola Ramadan dengan Pancausaha: Tausiah Inspiratif Seorang Dokter

Dalam kesempatan tersebut, dia membahas tentang keutamaan-keutamaan bulan Ramadan yang dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh umat Islam. Materi tersebut menjadi pengingat bagi para jemaah yang hadir setelah menunaikan salat tarawih pada hari pertama puasa.

“Ketika datang bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu,” ujarnya, mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

1. Pintu Surga Dibuka untuk Orang yang Berpuasa

Baca Juga:  Lebaran tanpa Manhaj, Hari Ini Buka Puasa Besok Salat Idulfitri

Ustaz Subari menjelaskan bahwa salah satu keutamaan Ramadan adalah dibukanya pintu-pintu surga, salah satunya pintu Ar-Rayyan, yang dikhususkan bagi orang yang berpuasa. Pintu ini merupakan salah satu dari delapan pintu surga yang disediakan oleh Allah Swt. “Orang-orang yang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu Ar-Rayyan pada hari kiamat,” katanya, mengutip hadis Bukhari dan Muslim.

Dia menekankan pentingnya untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya dengan kesungguhan dan ketulusan, seseorang dapat memperoleh pahala dan keberkahan dari Allah, termasuk kesempatan untuk masuk melalui pintu surga Ar-Rayyan.

2. Pintu Neraka Ditutup untuk Memberi Ketenangan

Selama bulan Ramadan, pintu-pintu neraka juga ditutup. Dengan berpuasa dan beribadah dengan penuh keikhlasan, umat Islam diharapkan bisa memperoleh perlindungan dari siksa neraka. Ustaz Subari mengingatkan agar setiap langkah ibadah dalam Ramadan ditujukan semata-mata untuk mendapatkan rida Allah Swt dan terhindar dari api neraka.

3. Setan-Setan Dibelenggu agar Tidak Mengganggu Ibadah

Selain pintu surga yang dibuka dan pintu neraka yang ditutup, Ustaz Subari juga menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, setan-setan dibelenggu oleh Allah Swt. Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk beribadah tanpa gangguan dari godaan setan.

Baca Juga:  40 Guru PAUD Gresik Ikuti Bimtek Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

“Di luar bulan Ramadan, kita mungkin merasa berat untuk melangkah ke masjid, tetapi di bulan Ramadan, langkah kita terasa lebih ringan,” ujar beliau, menekankan kemudahan yang diberikan Allah bagi umat yang ingin beribadah.

Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, Ustaz Subari berharap agar setiap jemaah dapat memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan semangat beribadah yang lebih tinggi. “Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya,” pesannya.

Melalui tausiah ini, Ustaz Subari mengajak seluruh umat Islam untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan, agar dapat meraih keberkahan dan terhindar dari segala keburukan. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni