
Selasa Literasi di TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik hadirkan pengalaman membaca yang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mendengarkan cerita, berimaji
Tagar.co – Keceriaan tampak di wajah anak-anak kelas A Strawberry di TK Aisyiyah 41 Menganti, Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (11/2/2025). Hari itu, mereka dengan penuh antusias mengikuti program Serasi (Selasa Literasi), kegiatan rutin yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. Dengan mendengarkan cerita, mereka diajak untuk mengenal dunia melalui buku dan merangsang daya imajinasi mereka.
Di tengah suasana belajar yang penuh semangat, Dian Kurniawati, S.Pd, atau yang akrab disapa Bu Dini, melangkah ke depan kelas dengan membawa sebuah buku cerita berwarna putih. Seketika, mata-mata mungil penuh rasa ingin tahu tertuju pada buku yang dipegang oleh sang guru. Anak-anak pun langsung mengerumuni Bu Dini dengan penasaran.
Baca juga: Jalan-Jalan Siswa TK Aisyiyah 41 Menganti: Belajar Berpikir Kritis untuk Menemukan Solusi
“Buku apa itu, Bu Guru?” tanya Ajisaka Bagus Sanjaya dengan penuh semangat.
“Semuanya duduk yang manis ya, Bu Guru akan membacakan cerita untuk anak-anak,” ujar Bu Dini dengan senyum lembutnya.
Kegiatan mendongeng pun dimulai. Sebelum membuka lembar pertama buku, Bu Dini terlebih dahulu mengajak anak-anak berbagi pengalaman tentang berkunjung ke rumah nenek. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan untuk merangsang daya pikir mereka.
“Siapa yang pernah berlibur ke rumah nenek?” tanyanya. Spontan, tangan-tangan kecil terangkat tinggi disertai jawaban serempak, “Saya, Bu Guru!”
Tak hanya itu, obrolan semakin menarik saat Bu Dini bertanya tentang kendaraan yang digunakan untuk pergi ke rumah nenek. Jawaban anak-anak beragam, mulai dari naik mobil, bus, hingga yang unik seperti Keyla Yumna Azzahra Irawan yang menjawab dengan riang, “Aku ke rumah nenek naik kapal, Bu Guru!”
“Oh, sama dengan Bu Guru. Kalau mudik ke Kangean, Bu Guru juga naik kapal,” kata Bu Dini, membuat anak-anak semakin tertarik.

Saat cerita dimulai, suasana kelas pun hening, hanya suara Bu Dini yang terdengar. Dengan intonasi yang penuh ekspresi, ia membacakan kisah Liburan di Rumah Nenek. Seperti halnya di rumah, keluarga dalam cerita tersebut bersiap untuk berangkat. Ketika sampai di bagian sarapan bersama, Bu Dini mengajukan pertanyaan.
“Bagaimana ya doa sebelum makan?” tanyanya. Dengan sigap, anak-anak pun melafalkan doa bersama.
Cerita berlanjut tentang persiapan sebelum pergi. Pada bagian ini, Bu Dini kembali melibatkan anak-anak dengan bertanya, “Kira-kira apa saja yang perlu diperiksa sebelum meninggalkan rumah?”
Tsamara Aretha Cantya menjawab dengan semangat, “Kompor!”
“Iya, betul. Kompornya diperiksa dulu sebelum ditinggal pergi, siapa tahu masih menyala,” ujar Bu Dini. Tak lama kemudian, Najwa Fayra Mecca menyahut, “Air!”
Melalui sesi interaktif ini, anak-anak bukan hanya mendengar cerita, tetapi juga belajar memahami konsep dasar kehidupan sehari-hari.
Ketika sampai pada bagian perjalanan, anak-anak diminta untuk membaca doa naik kendaraan. Tanpa ragu, mereka pun serentak melafalkan doa dengan fasih. Dari awal hingga akhir cerita, mereka tetap antusias dan penuh perhatian.
Bagi anak-anak kelompok A Strawberry, sesi mendongeng seperti ini selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan. Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini melatih daya imajinasi, meningkatkan daya ingat, mengenalkan hal-hal baru, serta menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak dini.
Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 41 Menganti, kegiatan literasi bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah jembatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia melalui cerita. Melalui program Serasi, mereka tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memahami, bertanya, dan berimajinasi. Sebuah langkah kecil yang bisa membawa perubahan besar dalam kebiasaan membaca anak-anak Indonesia. (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












