Rileks

Menakjubkan! Keseruan Bertahan dan Menikmati Transit 18 Jam di Changi Airport

77
×

Menakjubkan! Keseruan Bertahan dan Menikmati Transit 18 Jam di Changi Airport

Sebarkan artikel ini
Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.
Peserta putra berpose di area The Dreamscape, taman tematik berlantai kaca dan langit digital, Terminal 2 Changi. ( Tagar.co/Dina Hanif Mufidah)

Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.

Catatan Perjalanan Edu Cultural Trip (ECT) Bangkok 2025 oleh Dina Hanif Mufidah, Ketua PBS Language Center.

Tagar.co – Transit panjang biasanya rentan menjadi momen melelahkan. Tetapi tidak bagi 13 peserta Edu Cultural Trip (ECT) Bangkok 2025. Mereka terdiri dari 12 siswa International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dan 1 siswa perwakilan dari SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik.

Transit ini bagian dari English Community Trip yang terancang secara khusus oleh PBS Language Center. Tujuannya untuk memberikan pengalaman internasional, penguatan budaya, dan praktik berbahasa Inggris secara langsung bagi siswa sekolah Muhammadiyah GKB.

Keseruan sudah terasa sejak awal perjalanan. Rombongan kami mendarat di Terminal 2 Bandara Changi, Singapura pada Ahad, 25 Mei 2025 dengan penerbangan SQ 926 dari Surabaya.

Transit kali ini tidak main-main—18 jam sebelum melanjutkan perjalanan ke Bangkok dengan SQ 714 keesokan harinya, pukul 17.30 waktu Singapura. Namun, alih-alih bosan dan lelah, transit ini justru menjadi petualangan berkesan yang penuh tawa, eksplorasi, dan pelajaran hidup.

Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.
Rain Vortex the Jewel Icon di Terminal 1 Changi. (Tagar.co/Dina Hanif Mufidah)

Taman Tematik dan Oasis

Setelah melewati proses kedatangan, rombongan kami yang terdiri dari 13 peserta dan 2 pendamping, langsung menuju area transit E. Kami bergegas mencari lounge terbaik untuk beristirahat.

Sambil mendorong troli berisi ransel dan hand carry, peserta tampak semangat menyusuri travelator (jalur pejalan kaki yang otomatis bergerak) panjang—meski kantuk dan lelah mulai terasa, canda tawa tetap mengiringi langkah kami.

Di sepanjang jalur menuju area transit, kami menjumpai beragam karya seni dan taman indah khas Bandara Changi. Salah satunya adalah The Dreamscape. Inilah taman tematik futuristik dengan langit digital, lantai kaca, dan iringan musik yang menenangkan.

Di sana, terdapat banyak tanaman hijau yang tumbuh subur. Termasuk pohon-pohon berukuran sedang dan tanaman gantung.

Baca Juga:  Peserta Kajian Ramadan Buka Bersama, Menikmati Hangatnya Sayur Asem di Joglo Unmuh Jember

Di bagian bawah, terdapat lantai kaca yang jernih. Alhasil tampak beberapa tanaman di dalamnya, memantulkan cahaya dari langit-langit.

Langit-langit di beberapa bagian tampak seperti layar digital besar yang menampilkan gambar-gambar bernuansa bawah laut. Ini sukses memberikan kesan “digital sky”. Suasana yang sangat alami dan futuristik secara bersamaan sungguh mengagumkan.

Tak lama setelah itu, kami juga menemui The Enchanted Garden, taman dengan dominasi bunga anggrek yang cantik. Di tempat ini, kami beristirahat sejenak dan mengambil foto grup.

Sekitar pukul 12 malam waktu Singapura, akhirnya kami menemukan tempat ideal untuk beristirahat: Oasis Lounge. Ini berlokasi di seberang Gate E11.

Lounge ini memiliki puluhan kursi tunggu dan kursi tidur yang nyaman, dengan alas karpet tebal seperti hotel bintang lima. Saat kami tiba, sudah banyak traveler dari berbagai negara beristirahat, termasuk beberapa keluarga muda dengan balita.

Fasilitas sekitar Oasis sangat lengkap dan ramah pengguna. Toilet bersih tersedia dengan berbagai pilihan—ada yang berbidet, memiliki pegangan tangan untuk lansia, hingga lengkap dengan meja untuk mengganti popok bayi. Air keran pun tersedia dalam suhu dingin dan hangat.

Di sekitarnya, tersedia juga dispenser air minum gratis, untuk mengisi tumbler masing-masing peserta. Hanya satu aturan: tidak diperbolehkan mandi di area ini. Malam itu, kami beristirahat dengan nyaman di Oasis hingga waktu Subuh datang.

Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.
Setelah mandi pagi di Hub and Spoke Lounge terminal 2 Changi ( Tagar.co/Dina Hanif Mufidah)

Waktu Subuh dan Misi Pagi

Senin pagi, 26 Mei 2025, kami menunaikan salat Subuh di prayer room (musala) yang terletak di level 3 dekat toko Seven Eleven. Tempat ibadah ini tertutup, bersih, dan nyaman. Setelah salat, kami berpindah ke lounge lain yang lebih dekat ke imigrasi, tepatnya di seberang gate E5.

Masih cukup waktu sebelum kegiatan eksplorasi berikutnya. Alhasil, kami memanfaatkannya dengan sebuah misi seru: membuat vlog eksplorasi hiburan gratis di Terminal 2 Changi.

Peserta kami bagi menjadi dua kelompok—6 peserta perempuan dan 7 peserta laki-laki—untuk menyelesaikan tantangan ini. Area yang kami eksplorasi antara lain Dreamscape, Enchanted Garden, Fit & Fun Zone, Sunflower Garden, dan berbagai spot lain. Misi berhasil mereka tuntaskan dengan kreativitas dan kerjasama tim.

Baca Juga:  Saat Kue Jadi Kanvas 12 Perempuan Gresik

Setelah menyelesaikan misi, peserta bisa membeli sarapan sendiri sesuai kebutuhan dan selera. Momen ini juga menjadi latihan kemandirian dalam pengambilan keputusan sederhana dalam suasana internasional.

Perjuangan Mandi Pagi: Lelah yang Terbayar

Pukul 08.30, rombongan bersiap keluar area imigrasi untuk agenda mandi pagi. Tujuan kami adalah Hub & Spoke Lounge. Yakni area publik di luar Terminal 2 yang menawarkan fasilitas mandi berbayar.

Kami mengikuti petunjuk arah di seluruh terminal. Ternyata jaraknya cukup menantang—sekitar kilometer berjalan kaki, tanpa bantuan troli karena kami lupa membawa dari dalam. Walhasil, kami harus berjalan jauh sambil menggendong ransel dan barang-barang lainnya.

Tiket mandi kami beli melalui aplikasi Changi seharga 5 dolar Singapura. Setelah barcode kami tukar di kasir, setiap peserta mendapat giliran mandi di ruang bilas bersih dan nyaman.

Usai mandi, tubuh terasa lebih segar dan siap untuk petualangan berikutnya. Pukul 11, kami sudah rapi dan bersiap menuju ikon lain Bandara Changi: The Jewel.

Menikmati The Jewel

Kami tiba di The Jewel dengan menggunakan Skytrain dari Terminal 2 ke Terminal 1. Perjalanan singkat berdurasi 4 menit ini menjadi pengalaman tersendiri—nyaman, efisien, dan merupakan fasilitas gratis antar-terminal yang menjadi kebanggaan Changi Airport.

Begitu sampai, kami langsung dapat menikmati pemandangan menakjubkan: HSBC Rain Vortex. Ialah air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia, setinggi 40 meter.

Air terjun ini bisa kami nikmati dari berbagai sudut dan level. Mulai lantai 1 hingga lantai 5.  Masing-masing menawarkan pengalaman visual yang menakjubkan.

Selain Rain Vortex, sebenarnya banyak wahana lain yang patut kami jelajahi di The Jewel. Mulai dari level B2 hingga level 5, tersedia atraksi seperti Canopy Park, Bounce Net, Experience Studio, Hedge Maze, dan lainnya dengan tiket berkisar antara 5 hingga 25 dolar Singapura.

Baca Juga:  Di Bawah Langit Mendung, Ketua Umum PR IPM Spemdalas Resmi Terpilih

Tak kalah menarik, beberapa wahana juga bisa pengunjung akses secara gratis. Hal ini menjadikan The Jewel sebagai destinasi ideal untuk keluarga dan traveler muda.

Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.
Menu andalan Bounce Teochew Fishball and Noodles, semacam mi ayam dan sup bakso ikan, seharga 9,30 dolar Singapura per porsi. (Tagar.co/Dina Hanif Mufidah)

Rasa Halal Singapura

Untuk makan siang, kami menuju Food Republic di level B2. Di sana, kami belajar mengenali makanan halal dan non-halal yang terbedakan melalui dua cara. Stiker halal di etalase/tembok dan warna nampan—hijau untuk halal, putih untuk non-halal.

Setelah makan, pengunjung wajib mengembalikan sendiri nampannya ke tempat yang sudah ditentukan. Pengunjung juga perlu memisahkannya berdasarkan jenis kehalalan makanan.

Kami mencicipi Bounce Teochew Fishball and Noodles. Ini semacam mi ayam dan sup bakso ikan yang menjadi menu andalan. Harganya 9,30 dolar Singapura per porsi.

Selain itu, kami juga mencoba jajanan legendaris Old Chang Kee. Seperti ayam goreng saus keju, curry puff, dan berbagai camilan lainnya seharga 3–8 dolar Singapura per aitem.

Menakjubkan! Optimalisasi transit panjang di Bandara Changi Singapura menjadi petualangan edukatif bagi peserta Edu Cultural Trip. Eksplorasi the Jewel dan spot menarik lainnya hadirkan pengalaman tak terlupakan.
Dina Hanif Mufidah dan Jamilah, dua guru pendamping, saat kembali ke Terminal 2 dengan Skytrain. (Tagar.co/Dina Hanif Mufidah)

Tutup Transit dengan Keajaiban The Wonderfall

Setelah puas menikmati The Jewel, kami kembali ke Terminal 2 dengan Skytrain. Sebelum kembali ke area imigrasi untuk bersiap terbang ke Bangkok, kami sempatkan menikmati atraksi terakhir.

Di Departure Hall Terminal 2 ada The Wonderfall. Yakni air terjun digital setinggi empat lantai yang menjadi contoh nyata kecanggihan teknologi modern Bandara Changi.

Sungguh, masih banyak hal menarik yang ingin kami jelajahi di bandara ini. Namun waktu tak berpihak. Lagipula kami harus berhemat tenaga untuk tujuan utama, Bangkok.

Setidaknya transit panjang ini bukan sekadar menunggu di bandara. Ini adalah petualangan yang memperkaya pengalaman internasional peserta. Mulai dari kemandirian, adaptasi budaya, pengelolaan waktu, hingga kerja sama tim.

Bandara Changi, dengan segala fasilitas dan keajaibannya, telah memberi lebih dari sekadar tempat singgah. Bye Changi Singapore, and Bangkok, here we come! (#)

Penyunting Sayyidah Nuriyah