FeatureUtama

Menag Nasaruddin Umar Lepas Kloter Pertama Haji 2025: “Ini Perjalanan ke Langit”

27
×

Menag Nasaruddin Umar Lepas Kloter Pertama Haji 2025: “Ini Perjalanan ke Langit”

Sebarkan artikel ini
Menag Nazaruddin Umar memberi sambutan pada pelepasan jemaah haji kloter JKG-01, Kamis (1/5/2025). (Foto kemenag.go.id/Fadhlillah Hafizhan M.)

Menag Nasaruddin Umar melepas kloter pertama haji 2025. Ia tekankan pentingnya niat ikhlas, kesehatan, dan disiplin. Pemerintah juga umumkan fasilitas baru dan imbau jaga kekompakan jemaah.

Tagar.co — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025) malam. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 2025. Dalam sambutannya, dia menyampaikan pesan yang tidak sekadar seremonial, tetapi sarat makna spiritual.

“Perjalanan haji ini bukan perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan ke langit. Karena itu, perbaikilah niat, karena keikhlasan adalah vitamin paling kuat dalam menjalankan ibadah ini,” ujar Menag di hadapan 393 jemaah kloter pertama asal embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01).

Ia mengingatkan bahwa kesempatan berhaji bukan hak semua orang. “Ratusan juta umat Islam di dunia, tetapi yang diundang hanya segelintir. Maka jagalah kesucian perjalanan ini, jangan sampai energi tersedot oleh hal-hal yang tidak perlu,” pesannya, dikutop dari kemenag.go.id.

Doa dan Harapan dari Pemerintah

Baca Juga:  Fatwa Tarjih: Dam Bisa Disembelih di Tanah Air

Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala BPKH Fadhlul Imansyah, serta perwakilan Badan Penyelenggara Haji (BPH) dan Kemenko PMK.

Baca juga: Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Masuk Asrama, Kloter Jakarta Terbang Perdana

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan apresiasi atas kerja sama Kemenag dan BPH dalam penyelenggaraan haji. Ia juga menitipkan pesan kepada jemaah. “Terima kasih atas kerja samanya untuk mewujudkan pelayanan haji yang semakin baik. Bapak Ibu adalah duta bangsa. Jangan lupakan negeri ini dalam setiap doa,” ucap Cucun.

Menag Nazaruddin Umar berbincang dengan salah seorang jemaah haji kloter JKG-01, Kamis (1/5/2025). (Foto kemenag.go.id/Fadhlillah Hafizhan M.)

Imbauan Kesehatan: Jangan Abaikan Tiga Indikator Risiko

Perhatian khusus juga datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengungkapkan keprihatinan atas angka kematian jemaah pada 2023 yang mencapai lebih dari 773 orang, mayoritas akibat penyakit jantung dan paru.

“Bapak Ibu, kalau ingin berbuat baik, jagalah kesehatan. Jika banyak jemaah tidak sehat, dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga bisa berimbas pada pembatasan kuota dan kenaikan premi asuransi di masa depan,” jelas Menkes.

Baca Juga:  Korupsi Kuota Haji: Kejahatan Jabatan Merusak Hak Rakyat

Ia menekankan pentingnya memantau tiga indikator yang kerap menjadi pemicu serangan jantung: tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Selain itu, jemaah diimbau tidak sungkan mengenakan masker jika merasa kurang sehat untuk mencegah penularan.

Disiplin dan Fasilitas Baru

Menag Nasaruddin juga mengingatkan soal pentingnya disiplin mengikuti aturan, terutama terkait visa haji. “Tidak ada toleransi bagi jemaah yang tidak memiliki visa haji resmi,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, telah berhasil melobi otoritas Saudi sehingga Indonesia mendapatkan berbagai kemudahan, termasuk akses ke rumah sakit dan pendampingan medis yang lebih baik. “Alhamdulillah, dengan sistem pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan adanya pendampingan medis, angka kematian jemaah haji Indonesia tahun lalu menurun drastis dibanding tahun 2023,” tambah Menkes.

Mengakhiri sambutannya, Menag mengajak seluruh pihak untuk menjaga kekompakan. “Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, tetapi haji adalah ibadah yang penuh tantangan. Dengan ikhtiar, doa, dan niat yang lurus, insya Allah semua bisa berjalan lancar,” tuturnya. (#)

Baca Juga:  Siar Ramadan di Masjid Nailur Roja Jatinom

Penyunting Mohammad Nurfatoni