Opini

Membangun Sekolah Gratis Berkualitas di Kampung Nelayan Pantura Gresik

42
×

Membangun Sekolah Gratis Berkualitas di Kampung Nelayan Pantura Gresik

Sebarkan artikel ini
Di MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, pendidikan gratis berkualitas bukan mimpi. Beragam inovasi dan kolaborasi diterapkan demi mencetak generasi berprestasi di tengah keterbatasan.
Gedung MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur.

Di MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, pendidikan gratis berkualitas bukan mimpi. Beragam inovasi dan kolaborasi diterapkan demi mencetak generasi berprestasi di tengah keterbatasan.

Oleh Nurkhan, Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur.

Tagar.co – Pendidikan adalah fondasi utama untuk membangun masa depan bangsa. Sebagai kepala madrasah yang baru genap satu tahun, saya meyakini hal itu. Karena pendidikan merupakan salah satu elemen penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia emas.

Menjadi seorang pendidik di sebuah madrasah yang berlokasi di pedesaan, tepatnya di tepi pantai utara (pantura) dengan lingkungan masyarakat nelayan, kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didik. Meskipun lembaga pendidikan yang kami kelola memiliki keterbatasan dalam beberapa hal.

MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo), Panceng, Gresik, Jawa Timur, yang kami kelola ini menawarkan program biaya gratis. Hal ini sudah berlaku sejak tahun 2002, ketika Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Campurejo dijabat oleh H. Amin Khoiri.

Pemberlakuan biaya gratis ini diperuntukkan bagi semua anak yang mau bersekolah. Hal tersebut merupakan salah satu keputusan penting yang sudah disepakati sejak awal. Namun, keputusan untuk memberikan pendidikan tanpa biaya juga membawa tantangan besar. Bagaimana memastikan bahwa pendidikan yang ditawarkan ini menjadi pendidikan yang berkualitas, meskipun lembaga ini beroperasi dengan anggaran yang terbatas?

Bahkan banyak cibiran dengan kalimat-kalimat yang melemahkan. “Masa ada pendidikan gratis berkualitas?”, “Tidak mungkin hal itu terjadi?”, dan lain sebagainya. Cibiran terus menghantam telinga dari beberapa penjuru.

Awalnya, cibiran itu sempat membuat kami ragu. Bahkan, ada beberapa guru yang nyaris putus asa. Tapi, kami terus saling menguatkan. Kami yakin, di balik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan. Kami percaya, ada pertolongan Allah Swt. yang akan membantu jika kita melaksanakan dengan penuh ikhlas dan dedikasi yang kuat.

Selain itu, banyak juga pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana cara mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak agar mereka mendapatkan pendidikan dasar yang kuat, sementara biaya saja tidak ada, dan lain sebagainya.

Baca juga: Isra Mikraj di MI Mutwo: Ketika Lantunan Al-Qur’an Menjadi Sayap Menuju Langit Ketujuh

Bagaimana kami bisa mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak agar mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan dasar, tetapi juga bisa berkembang menjadi individu yang siap menghadapi dunia yang semakin kompetitif? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang harus kami hadapi setiap hari.

Menawarkan pendidikan gratis adalah salah satu cara kami untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa kecuali, dapat merasakan manfaat dari pendidikan. Orang tua siswa kami banyak yang tidak mampu membayar biaya pendidikan, sehingga sekolah gratis menjadi satu-satunya pilihan.

Bagaimana bisa memperbaiki fasilitas, mengadakan program unggulan, atau sekadar memenuhi kebutuhan operasional jika dana yang tersedia sangat terbatas?

Selain bantuan dari pemerintah, salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah mengadakan bazar amal. Hasilnya digunakan untuk merenovasi ruang kelas dan menambah perlengkapan belajar.

Kemudian kolaborasi dengan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah. Kerja sama ini membuka peluang mendapatkan bantuan serta akses ke pelatihan guru dan pengelolaan sekolah.

Juga tim madrasah sangat berhati-hati dalam mengelola dana yang tersedia, memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat bagi siswa.

Menjaga Kualitas

Meskipun tidak memungut biaya pendidikan, kami menyadari bahwa sekolah yang hanya menawarkan pendidikan gratis tanpa memperhatikan kualitas, hanya akan sia-sia.

Pendidikan yang hanya berfokus pada pengajaran formal tanpa memberikan keterampilan hidup yang relevan atau memperhatikan perkembangan karakter siswa, akan menghasilkan lulusan yang kurang siap menghadapi tantangan dunia nyata.

Dengan terbatasnya anggaran dan fasilitas seperti sekolah-sekolah besar di kota yang memiliki akses ke teknologi modern, laboratorium lengkap, atau ruang kelas yang representatif, kami memutuskan bahwa keterbatasan ini tidak boleh menjadi penghalang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas.

Baca Juga:  Isra Mikraj Dihidupkan lewat Puisi di MI Muhammadiyah 2 Campurejo

Kami harus berpikir lebih kreatif dan memanfaatkan setiap sumber daya yang ada untuk menciptakan pendidikan yang bermakna bagi peserta didik. Maka, salah satu aspek paling penting dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas adalah kualitas pengajaran.

Kami memahami bahwa pengajaran bukan hanya tentang mengajar mata pelajaran dari buku teks, tetapi lebih dari itu, tentang membimbing anak-anak untuk berpikir kritis, kreatif, dan memahami dunia di sekitar mereka.

Untuk itu, kami berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas guru. Kami yakin bahwa kualitas guru adalah salah satu penentu utama dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa.

Secara berkala, lembaga kami mengadakan pelatihan-pelatihan. Pelatihan ini mencakup berbagai topik. Mulai dari penguasaan materi pelajaran, penilaian, keterampilan mengelola kelas, hingga pemahaman terhadap psikologi perkembangan anak. Dan mendorong para guru untuk berinovasi dalam metode pengajaran mereka sendiri.

Selain itu, kami juga melakukan studi banding ke beberapa sekolah atau madrasah yang bagus dan mapan manajemennya, agar kami terinspirasi dan bisa membuka diri untuk menerima perkembangan pendidikan yang begitu cepat. Sehingga bisa keluar dari zona nyaman.

Kami pernah berkunjung ke SD Muhammadiyah di Kota Gresik. Di sana, kami melihat bagaimana teknologi dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran. Kami juga belajar tentang manajemen sekolah yang efektif dan transparan. Kunjungan ini benar-benar membuka mata kami dan memotivasi kami untuk terus berbenah.

Meluaskan Jaringan

Kami terus berkomitmen untuk membawa perubahan positif demi kemajuan madrasah dan siswa-siswa kami. Sebagai bagian dari upaya tersebut, kami telah meluaskan jaringan dengan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk lembaga Lazismu.

Dulunya, program Filantropi Cilik Lazismu sempat dirasa tabu, namun kini kami membuka diri dan aktif mengikuti program ini. Melalui program ini, kami berhasil mendapatkan bantuan dana untuk perbaikan ruang kelas yang atapnya bocor. Selain itu, Lazismu juga memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para orang tua siswa, sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Langkah ini tidak hanya mendukung pengembangan madrasah secara berkelanjutan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa, orang tua siswa, dan masyarakat tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.

Melalui kolaborasi ini, kami percaya bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan semakin memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang inovatif, peduli, dan berorientasi pada kemajuan generasi penerus bangsa.

Kami terus berupaya menciptakan ruang yang inklusif untuk kontribusi berbagai pihak demi masa depan yang lebih baik. Agar masyarakat semakin yakin dan tidak ragu lagi memasukkan anaknya ke lembaga ini.

Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan sekolah sepak bola (SSB) sebagai upaya untuk mendukung pengembangan bakat siswa di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Program ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka di luar bidang akademik, sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, dan disiplin.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing, madrasah ini bekerja sama dengan lembaga kursus bahasa Inggris dengan tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara global.

Program ini dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan berbahasa yang akan membantu mereka bersaing di era globalisasi. Melalui kegiatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, kami berharap siswa dapat lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris di berbagai kesempatan.

Dengan berbagai kerja sama strategis ini, kami berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang holistis, di mana siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkembang dalam aspek keterampilan, karakter, dan bakat.

Hal ini sejalan dengan visi madrasah kami, yaitu mendidik generasi berkarakter Islami, berdaya guna, siap menghadapi tantangan zaman, dan memiliki masa depan cemerlang.

Sinergi dengan Wali Murid

Dalam rangka memperkuat jalinan antara guru dan orang tua siswa, kami mencanangkan program pembentukan Ikatan Wali Murid (Ikwam) MI Mutwo sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Baca Juga:  Berpetualang ke Kampung Nelayan Kenjeran, Menemukan Hewan Ini

Program ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan solid demi mendukung perkembangan pendidikan anak-anak.

Melalui ikwam, diharapkan adanya kerja sama yang lebih baik dalam mendukung kegiatan madrasah, meningkatkan partisipasi orang tua siswa dalam berbagai program, serta membangun kebersamaan untuk kemajuan madrasah.

Nantinya, kegiatan seperti pertemuan rutin, diskusi pengasuhan anak (parenting), dan kegiatan sosial akan menjadi agenda utama untuk mempererat sinergi antara guru dan orang tua siswa.

Kami percaya bahwa dengan adanya dukungan aktif dari para wali murid, cita-cita menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas dapat terwujud dengan lebih baik.

Setelah ikatan wali murid resmi terbentuk, ibu-ibu langsung bergerak cepat memulai menjalankan berbagai program. Langkah awal yang telah dilaksanakan adalah kegiatan studi tiru ke Ikwam SD Muhammadiyah GKB (SD Mugeb). Kegiatan ini sebagai upaya belajar dari keberhasilan mereka.

Program berikutnya yang sudah dilaksanakan oleh ikwam adalah bazar makanan. Kegiatan ini dirancang untuk mempererat hubungan antara orang tua, guru, dan siswa, sekaligus menjadi ajang kreativitas dan partisipasi aktif dari semua pihak.

Selain itu, bazar ini juga dapat menjadi sarana penggalangan dana untuk mendukung berbagai kegiatan dan program madrasah. Hasil dari bazar ini digunakan untuk membeli seragam olahraga baru bagi seluruh siswa. Ini sangat membantu meringankan beban orang tua, terutama mereka yang kurang mampu.

Program orang tua mengajar pun mereka tata secara apik. Dengan berbagai profesi, para orang tua siswa MI Muhammadiyah 2 Campurejo memberikan pengalamannya kepada anak didik kami. Salah satu yang berkesan adalah ketika seorang nelayan, ayah dari salah satu siswa kami, berbagi cerita tentang pengalamannya melaut. Anak-anak sangat antusias mendengarkan dan belajar tentang berbagai jenis ikan dan cara menangkapnya. Ini memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna bagi mereka.

Kerja Sama dengan Edumu

Kerja sama dengan Edumu, platform teknologi milik Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, merupakan langkah yang sangat strategis untuk menghadapi tantangan global di bidang pendidikan.

Dalam era digital seperti saat ini, pengelolaan madrasah yang berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak agar dapat bersaing dan tetap relevan di tengah perubahan dunia yang cepat.

Melalui kolaborasi ini, madrasah tidak hanya dapat memanfaatkan teknologi untuk efisiensi administratif, seperti pengelolaan data siswa, keuangan, dan absensi, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Dengan berkolaborasi dengan Edumu, diharapkan akan tersedia akses ke berbagai materi ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum, sistem evaluasi berbasis teknologi, hingga integrasi perangkat lunak yang mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah.

Selain itu, Edumu juga dapat menjadi sarana pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran.

Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa.

Kerja sama ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk menciptakan lembaga pendidikan yang modern dan unggul, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam.

Dengan adanya integrasi ini, lembaga kami memiliki peluang besar untuk menjadi teladan bagi lembaga pendidikan lainnya, terutama dalam memadukan teknologi dan nilai-nilai spiritual dalam pengelolaan pendidikan.

Pendidikan Khusus Al-Quran

Proses pembelajaran berlangsung mulai pukul 06.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo wajib hadir sebelum pukul 06.00 WIB dan para guru diwajibkan berada di madrasah sebelum pukul 06.15 WIB, karena kegiatan pembelajaran dimulai pukul 06.30 WIB.

Pukul 06.30 WIB, siswa melaksanakan salat Duha berjemaah yang didampingi semua guru. Setelah itu mereka masuk kelas dan melakukan pengulangan hafalan (murajaah) sampai pukul 07.00 WIB.

Baca Juga:  Hari Pertama Masuk Sekolah, Sebuah Renungan

Setelah itu, mereka mendapatkan pembelajaran umum dan keagamaan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan sampai pukul 12.00 WIB.

Setelah kegiatan belajar-mengajar selesai, siswa melanjutkan dengan salat Zuhur berjemaah di madrasah. Kegiatan berjemaah ini bertujuan menanamkan kedisiplinan dan kebiasaan beribadah bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Pukul 12.30 WIB, siswa pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat, makan siang, atau bermain hingga sore hari. Pukul 15.00 WIB, mereka kembali ke madrasah untuk mengikuti program pembelajaran kitab klasik (kitab kuning) yang diselenggarakan oleh Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah.

Program ini dirancang untuk memperdalam wawasan keislaman siswa, terutama dalam pemahaman kitab kuning atau literatur Islam klasik. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, setelah itu siswa kembali pulang ke rumah.

Sore hari menjelang malam, siswa kembali lagi ke madrasah pukul 17.50 WIB untuk mengikuti program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Kegiatan ini dimulai dengan salat Magrib berjemaah, diikuti dengan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan metode Tilawati jilid 1-5.

Sedangkan bagi anak-anak yang sudah selesai jilid 5, dia akan melanjutkan ke kelas Al-Qur’an. Di kelas ini mereka akan belajar tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik yang mencakup tahsin, tahfiz, serta pemahaman kandungan ayat-ayat suci.

Bagi anak-anak yang sudah lancar membaca Al-Qur’an dan paham baik tajwid-nya, gharib musykilat-nya, waqf dan ibtida’-nya, mereka juga wajib memahami materi tambahan mulai dari doa harian, ayat pilihan, praktik salat, surat pendek, dan Al-Islam.

Kemudian anak-anak mengikuti munaqasah yang diikuti oleh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA)/Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA) se-Kabupaten Gresik di bawah naungan LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Gresik. Setelah lulus, anak-anak diwisuda secara serentak bersama santri TPA/TKA yang lain.

Setelah sesi pembelajaran selesai, siswa melanjutkan dengan salat Isya berjemaah, yang menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan hari itu.

Seluruh kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mendidik siswa secara akademis, tetapi juga membentuk akhlak mulia, kedisiplinan, dan kecintaan mereka terhadap nilai-nilai agama. Rutinitas ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Siswa MI Muhammadiyah 2 Campurejo Achmad Tegar Al-Ayman dan Uswatun Hasanah, guru pembimbing (Tagar.co/Nurkhan)

Meraih Prestasi

Program-program yang kami lakukan itu alhamdulillah sudah menampakkan hasil. Perlahan tapi pasti, jumlah siswa meningkat tajam. Jika pada tahun ajaran 2023-2024 kelas 1 hanya mendapt 20 siswa, maka tahun ajaran 2024-2025 kelas 1 mendapat 32 siswa. Angka itu mungkin kecil bagi sebagian orang, tetapi bagi madrasah ini, itu adalah kemenangan besar.

Tidak hanya itu, tahun 2024 banyak prestasi yang diperoleh para siswa. Di antaranya Juara 2 Lomba Kader Kesehatan Remaja Tingkat Kabupaten Gresik Jenjang SD/MI yang diraih Achmad Tegar Al-Ayman. Kemudian Harapan 2 Lomba Pidato Bahasa Arab  Festival Faqih Usman Ke-8 Tahun 2024, dan Juara 1 Komba Gerak Jalan Kecamatan Panceng.

Ada juga siswa kelas 1 Abdullah Azmi Najiya yang meraih medali perak pada olimpiade matematika tingkat nasional dalam ajang Rumbo Competition.

Orang tua mulai melihat bahwa anak-anak mereka bisa berprestasi. Keberhasilan ini menjadi titik balik dalam meningkatkan kepercayaan orang tua terhadap madrasah.

Perjalanan ini memang tidak mudah. Banyak kendala yang harus kami lalui. Namun, dengan semangat kebersamaan, ketekunan, dan keyakinan bahwa Allah Swt. akan selalu memberikan jalan, kami yakin madrasah ini akan terus berkembang.

Kami bermimpi, kelak lulusan MI Muhammadiyah 2 Campurejo ini akan menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama. Semoga Allah Swt. meridai setiap langkah kecil kami dalam merajut asa di madrasah gratis di pesisir ini. (*)

Gresik, 29 Januari 2025

Peyunting Mohammad Nurfatoni

Opini

Detak jantung tidak pernah berhenti bekerja—tetapi kita sering…