
Di Mabit MIM Dermosari siswa tak hanya menghafal ayat-ayat Al-Quran, tetapi juga menyelami maknanya melalui terjemahan yang tepat.
Tagar.co – Jumat, 20 Desember 2024, pagi MI Muhammadiyah Dermosari Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Tmur, dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Bukan lantunan biasa, melainkan suara-suara penuh semangat dari para siswa yang tengah mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit) bertajuk “Al-Qur’an the Way of Life.”
Mabit, program unggulan yang lahir dari rahim Tahfizul dan Tarjimul Qur’an di sekolah yang mengusung visi Islami, Kreatif, dan Inovatif ini, menjadi oase spiritual bagi para siswa.
Selama dua hari Jumat-Sabtu (2021/12/24), mereka ditempa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Bukan hanya untuk menghafal ayat-ayat di dalamnya, tetapi juga menyelami maknanya melalui terjemahan yang tepat.
“Ini lebih dari sekadar menghafal,” ujar Ustazah Imrokatul Mujayanah, S.Pd.I, penanggung jawab Tahfizul dan Tarjimul Qur’an MIM Dermosari. “Kami ingin anak-anak menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan. Menjadikannya pedoman di mana pun mereka berada, apa pun profesi mereka kelak.”
Baca juga: Bukan Hanya Organisasi Pelajar, IPM Wadah Pemimpin Masa Depan
Semangat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life ini begitu terasa dalam suasana Mabit. Para siswa kelas 2 dan 3 yang telah lolos target setoran harian tampak antusias menyimak bimbingan ustaz dan ustadzah.
Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 yang diwajibkan mengikuti Mabit, terlihat khusyuk mengejar target hafalan juz 30 dan menerjemahkan 141 ayat Surat Al-Baqarah dari juz 1.

Kehadiran Alumni
Yang istimewa, Mabit kali ini turut didampingi oleh kakak-kakak alumni MIM Dermosari yang kini menimba ilmu di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Trenggalek.
Kehadiran alumni dari angkatan 2012, 2016, dan 2017 ini menjadi inspirasi tersendiri bagi adik-adik kelas mereka.
Ustazah Imrokatul menambahkan bahwa tema “Al-Qur’an the Way of Life” dipilih untuk menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan. “Dengan memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an, hidup akan menjadi tenang, damai, dan tentram,” jelasnya.
Senada dengan itu, Ustaz Imam Nur Kozin, S.Pd, SD, M.Pd.I, dalam sambutannya, mengingatkan pentingnya meneladani K.H. Ahmad Dahlan dalam mengamalkan Surat Al-Ma’un.
“Mabit ini bukan hanya program tahunan, tetapi juga wujud nyata dari semangat K.H. Ahmad Dahlan,” tuturnya. “Semoga kegiatan ini semakin mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, menjadi amal jariyah di surga kelak, dan menjadikan kalian semua anak-anak saleh/salehah yang cinta Al-Qur’an.”. (#)
Jurnalis Rizka Ayu Fitrianingsih Penyunting Mohammad Nurfatoni












