Feature

Guru Spemupat Hidupkan Mabit SD Muri dengan Permainan Edukatif

28
×

Guru Spemupat Hidupkan Mabit SD Muri dengan Permainan Edukatif

Sebarkan artikel ini
Suasana pembukaan Mabit di halaman SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Jumat malam (28/11/2025). (Tagar.co/Mila Sopia)

Mabit di SD Muhammadiyah 1 Kebomas berubah menjadi malam penuh cerita. Ustazah SMP Muhammadiyah 4 Kebomas menghadirkan tiga game edukatif yang membuat siswa belajar sambil bermain.

Tagar.co — Jumat malam (28/11/2025), halaman SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, berubah menjadi ruang penuh tawa dan semangat. Para siswa berkumpul mengikuti Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa), sebuah kegiatan rutin yang selalu ditunggu-tunggu.

Namun tahun ini terasa berbeda. Ada kejutan khusus: para guru dari SMP Muhammadiyah 4 (Spemupat) Kebomas hadir untuk menemani mereka menjalani malam penuh pembelajaran dan keceriaan.

Baca juga: Guru SD Muri Unjuk Kreativitas: Dari Tartil Merdu hingga Pidato Jawa

Sejak awal acara, antusiasme siswa sudah tampak. Ketika Pristy Novida S., S.Pd, guru Bahasa Inggris Spemupat, mengajak mereka bersiap memainkan permainan edukatif, sorak gembira langsung menyambut.

Anak-anak bergerak cepat membentuk kelompok berisi sepuluh orang—lima laki-laki dan lima perempuan—dari berbagai tingkatan kelas. Bagi mereka, ini bukan sekadar pembagian kelompok; ini kesempatan untuk bekerja bersama teman-teman baru yang biasanya hanya bertemu sekilas di lorong sekolah.

Baca Juga:  Smart Class Diluncurkan, SD Muri Petakan Minat dan Bakat Siswa sejak Dini
Guru Spemupta Pristi (tengah) dalam permainan di Mabit SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Jumat malam (28/11/2025). (Tagar.co/Mila Sopia)

Tiga Permainan, Tiga Pembelajaran

Lampu-lampu di halaman sekolah memantulkan cahaya lembut ketika permainan pertama dimulai: Tepak Jawaban Pengetahuan Umum. Dengan suara lantang, Pristi membaca pertanyaan satu per satu. Para siswa menjawab dengan cepat, sebagian sambil tertawa karena salah tebak, sebagian lagi melonjak kegirangan saat jawaban mereka benar.

Permainan kedua, Eja Kata Pengetahuan Umum, membuat suasana semakin hidup. Anak-anak berusaha mengeja dengan tepat, sementara teman satu kelompok memberi dukungan penuh. Fokus dan ketelitian mereka benar-benar diuji, tetapi semuanya dilakukan sambil tetap ceria.

Lalu tibalah permainan terakhir: Tebak Gambar Jenis-Jenis Bunga. Gambar demi gambar ditampilkan. Ada yang langsung menebak mawar, ada yang bingung membedakan antara melati dan kenanga. Di sinilah kreativitas dan daya ingat siswa diuji, sekaligus memperkaya pengetahuan mereka tentang keindahan flora.

Keceriaan yang Menular

Di tengah riuh rendah suara para peserta, tampak seorang siswa kelas 4, Michelle Akira Lavina, tertawa lepas saat kelompoknya bersorak karena berhasil menebak jawaban dengan benar. Keceriaannya menular, membuat suasana malam itu terasa hangat dan penuh energi positif.

Baca Juga:  PKDA SD Muri: Belajar Makna Puasa dengan Cara Ceria

Bagi panitia, permainan-permainan ini bukan sekadar hiburan. Ada tiga nilai penting yang ingin ditanamkan: melatih konsentrasi, mengasah daya ingat, dan memperkuat kerja sama. Dan malam itu, ketiganya benar-benar menjadi pengalaman langsung bagi para peserta.

Keceriaan siswa SD Muri dalam Mabit di halaman SD Muhammadiyah 1 (SD Muri) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Jumat malam (28/11/2025). (Tagar.co/Mila Sopia)

Akhir yang Manis

Ketika semua permainan selesai, panitia mengumumkan kelompok terbaik. Sorakan kembali mengudara saat hasilnya dibacakan:

  • Juara 1 : Kelas 5

  • Juara 2 : Kelas 6

  • Juara 3 : Kelas 4

Para pemenang tersenyum bangga, sementara kelompok lain tetap menunjukkan semangat sportivitas.

Menjelang akhir acara, langit malam Kebomas terasa lebih tenang. Anak-anak duduk melingkar, menutup Mabit dengan rasa syukur dan kebahagiaan.

Malam itu bukan hanya mengajari mereka kerja sama dan ketelitian, tetapi juga memberikan kenangan hangat tentang belajar sambil bermain, tentang kebersamaan, dan tentang iman yang dipupuk melalui pengalaman sederhana namun bermakna. (#)

Jurnalis Mila Sopia Penyunting Mohammad Nurfatoni