Feature

Lingkungan Sekolah yang Hijau Cermin Kesadaran Menjaga Bumi

34
×

Lingkungan Sekolah yang Hijau Cermin Kesadaran Menjaga Bumi

Sebarkan artikel ini
Serat Lombok untuk juri LLSMS: Dari kanan: Kepala MI Mutwo Nurkhan, Umayah, dan Suwarno (Tagar.co/Istimewa)

Dalam kunjungan LLSMS di MI Mutwo, juri menegaskan pentingnya sekolah hijau sebagai cermin kesadaran menjaga bumi. Pesan tentang penghijauan, jajanan sehat, dan pengelolaan sampah jadi pengingat bagi seluruh warga madrasah.

Tagar.co – Suasana pagi di Desa Campurejo, Panceng, Gresik, tampak berbeda pada Sabtu (23/8/2025). Sejak pukul 08.30 WIB, puluhan siswa MI Muhammadiyah 2 Campurejo (MI Mutwo) sudah berjejer rapi di tepi jalan.

Di tangan mungil mereka berkibar bendera merah putih, simbol semangat kebersihan, kerapian, sekaligus cinta Tanah Air.

Baca juga: Kebersihan Jadi Cermin Karakter: Pesan Juri LLSMS di MI Mutwo

Kedatangan dewan juri Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) dari PDM Gresik pun disambut hangat. Sorak riang anak-anak yang melambaikan bendera membuat suasana meriah dan penuh kebanggaan.

Kain Tenun Lombok, Simbol Kepedulian Lingkungan

Di barisan depan, Ketua PRM Campurejo Rofi’ud Darojat didampingi Waka Kurikulum MI Mutwo Ratna Sri Handayani yang membawa kain lombok sepanjang dua meter. Kain alami itu tak sekadar hiasan, melainkan simbol kepedulian lingkungan yang sarat makna.

Baca Juga:  Teologi Kepemimpinan: Kepala Sekolah Tak Cukup Menjabat, Harus Meninggalkan Legasi

Mewakili warga sekolah dan masyarakat, Rofi’ud Darojat kemudian mengalungkan serat lombok tersebut kepada dua juri: Drs. Suwarno, M.Pd., dari Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik, dan Drs. Umayah dari Majelis Lingkungan Hidup PDM Gresik. Prosesi sederhana ini menghadirkan keakraban sekaligus kesan hangat dalam kunjungan penilaian LLSMS di MI Mutwo.

Paduan bendera merah putih dan kain tenun lombok menjadi pesan kuat: LLSMS bukan sekadar lomba kebersihan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan cinta lingkungan, kebersamaan, dan kearifan lokal.

Senam Penuh Semangat

Usai penyambutan, siswa MI Mutwo bersama dewan juri melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat di halaman madrasah. Dipandu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nur Lailatul Hikmah, anak-anak bergerak penuh semangat. Gerakan yang kompak membuat suasana kian hidup dan sarat energi positif.

Setelah itu, rombongan juri berkeliling menyusuri lingkungan sekolah. Mereka melihat langsung upaya menjaga kebersihan, menata taman, hingga menghadirkan suasana belajar yang sehat dan menyenangkan.

Apresiasi dan Pesan Lingkungan

Dalam penilaiannya, Umayah memberikan apresiasi pada usaha penghijauan MI Mutwo, meski lahan sekolah tergolong sempit. Beragam pot tanaman dan bunga tampak menghiasi sudut-sudut madrasah.

Baca Juga:  Fokal Mutwo: Energi Baru Alumni MI Mutwo

“Lingkungan sekolah yang hijau adalah cermin kesadaran kita menjaga bumi. Saya melihat sudah ada upaya penghijauan di sini, dan itu perlu ditingkatkan. Namun, jajanan di kantin juga penting. Harus bersih, sehat, dan sebisa mungkin mengurangi plastik sekali pakai. Anak-anak harus dibiasakan dengan makanan sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah. Pemisahan sampah organik dan nonorganik harus dilakukan agar mudah dikelola.

“Sampah jangan dibiarkan menumpuk. Jika dikelola dengan benar, justru bisa bermanfaat. Mari bersama menuju budaya zero waste, sehingga sekolah Muhammadiyah benar-benar jadi teladan lingkungan sehat dan berkelanjutan,” tambahnya.

LLSMS di MI Mutwo tahun ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar ajang penilaian. Ia menjelma momentum untuk meneguhkan komitmen warga sekolah dan masyarakat dalam menanamkan budaya hidup bersih, mencintai lingkungan, sekaligus mempererat kebersamaan. (#)

Jurnalsi Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni