Opini

Lima Nilai Dasar yang Menopang Keunggulan Muhammadiyah

28
×

Lima Nilai Dasar yang Menopang Keunggulan Muhammadiyah

Sebarkan artikel ini
Lima nilai dasar yang menopang keunggulan Muhammadiyah

Lima nilai dasar inilah yang menopang keunggulan Muhammadiyah sehingga mampu hidup 112 tahun dan insyallah akan terus berkembang. Sebuah refleksi Milad Ke-112 Muhammadiyah

Opini oleh Dodik Priyambada, Anggota Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik.

Tagar.co – Milad Ke-112 Muhammadiyah mengusung tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua.”

Tema ini menggambarkan semangat dan komitmen Muhammadiyah untuk membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Muhammadiyah bisa menempuh perjalanan panjangnya dan tetap berdiri tegak untuk menjalankan misinya karena kekuatan Muhammadiyah terletak pada nilai-nilai: ta’awun (kerja sama), ikhlas, berkemajuan, menebar kemuliaan, dan toleransi.

Kelima nilai dasar itu dipegang teguh oleh segenap anggotanya.

Nilai Ta’awun: Kerja Sama untuk Kesejahteraan Bersama

Nilai ta’awun merupakan salah satu pilar utama yang menjadikan Muhammadiyah kuat dan solid. Ta’awun atau kerja sama, mencerminkan semangat gotong-royong yang telah menjadi bagian integral dari budaya bangsa Indonesia.

Melalui ta’awun, Muhammadiyah mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk bekerja bersama mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu kemakmuran bersama.

Baca Juga:  19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Gerakan ta’awun Muhammadiyah yang dilandasi nilai Al-Qur’an Surat Al-Ma’un, tak diragukan lagi dengan eksistensi sekolah dan perguruan tinggi, rumah sakit dan klinik, lembaga amil zakat, panti asuhan, kesiap- siagaan bencana dan aksi sosial, yang terus bergulir di tengah masyarakat dan bangsa Indonesia.

Ikhlas: Ketulusan dalam setiap Langkah

Ketulusan atau ikhlas adalah fondasi dari setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh Muhammadiyah.

Ikhlas berarti melakukan sesuatu dengan niat yang murni dan tanpa pamrih.

Nilai ini memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah dilandasi oleh niat yang baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Semua pimpinan, relawan, dan anggota perserikatan Muhammadiyah hanya mengenal kata ikhlas sebagai obor utama yang menggelorakan semangat mereka untuk beramar makruf nahi mungkar.

Berkemajuan: Menyongsong Masa Depan dengan Inovasi

Muhammadiyah selalu dikenal sebagai organisasi yang berkemajuan.

Berkemajuan bukan hanya berarti mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga berinovasi dan menciptakan perubahan positif.

Dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, Muhammadiyah terus berusaha memberikan kontribusi terbaiknya melalui berbagai program dan kegiatan yang inovatif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Marketing Mix 7P: Tujuh Kunci Sekolah Memenangkan Persaingan Layanan Pendidikan

Sekolah, perguruan tinggi, lembaga amil zakat dan lembaga lain di Muhammadiyah selalu aktif menggiatkan kegiatan inovatif dengan serangkaian penelitian, pengembangan dan penerapannya demi keikutertaannya membangun peradaban bangsa Indonesia yang semakin maju dan berkualitas.

Menebar Kemuliaan tanpa Menggurui

Sikap Muhammadiyah yang menebar kemuliaan tanpa menggurui merupakan cerminan dari pendekatan yang inklusif dan penuh kasih.

Muhammadiyah meletakkan keIndonesiaan dan toleransi sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Hal ini berarti bahwa dalam setiap tindakan dan programnya, Muhammadiyah selalu berupaya merangkul semua elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Bagi Muhammadiyah dakwah itu ta hanya orasi, dakwah nyata (dakwah bil hal) adalah lebih utama dan diutamakan, sehingga masyarakat bisa merasakan bagaimana sentuhan dan inspirasi suatu kemuliaan secara nyata.

Keindonesiaan dan Toleransi Muhammadiyah

Keindonesiaan dan toleransi adalah nilai-nilai yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah memahami bahwa kemajuan bangsa hanya bisa dicapai jika setiap warganya hidup dalam harmoni dan saling menghormati. Oleh karena itu, dalam setiap kegiatannya,

Baca Juga:  Proses Pembelajaran: Menghubungkan Murid dengan Dunia Nyata

Muhammadiyah selalu menekankan pentingnya toleransi dan persatuan. Layanan pendidikan, rumah sakit dan klinik di seluruh penjuru Nusantara dilaksanakan oleh Muhammadiyah tanpa membedakan agama, ras dan suku adalah wujud keindonesiaan yang nyata.

Sejak perjuangan merebut kemerdekaan hingga saat ini, tanpa perlu banyak berkoar-koar Muhammadiyah berkiprah nyata menjaga dan merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Bineka Tunggal Ika.

Semoga Muhammadiyah terus berkontribusi dalam membangun bangsa yang lebih maju dan sejahtera. Selamat Milad Ke-112 Muhammadiyah! (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni

Opini

Detak jantung tidak pernah berhenti bekerja—tetapi kita sering…