Feature

Laporan Disetujui, Mahasiswa KKN STIT Mulu Siap Tancap Gas ke Tahap Akhir

25
×

Laporan Disetujui, Mahasiswa KKN STIT Mulu Siap Tancap Gas ke Tahap Akhir

Sebarkan artikel ini
DPL Eka Ismaya Indra Punamanita menyetujui laporan program kerja kelompok dan sebagian individu. (Tagar.co/Abdullah Rodi)

Laporan program kerja KKN Kelompok 1 STIT Mulu diterima DPL dengan catatan positif. Dengan semangat baru, para mahasiswa siap menapaki tahap pembekalan ketiga sambil membawa harapan kontribusi jangka panjang bagi Desa Wonokerto.

Tagar.co – Suasana antusias mewarnai pertemuan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 STIT Muhammadiyah Lumajang dengan Dosen Pembimbing Lapangan Eka Ismaya Indra Punamanita, S.Pd., M.Pd., di Balai Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Hari itu, mereka menyampaikan laporan hasil wawancara dan perkembangan program kerja, baik kelompok maupun individu, yang telah dijalankan selama beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Remaja Wonokerto Menjauh, Aisyiyah–Muhammadiyah Butuh Pendekatan Baru

Laporan program kelompok dinyatakan diterima sepenuhnya oleh DPL. Begitu pula sebagian besar program individu yang telah di-ACC, menjadi sinyal positif bahwa arah pelaksanaan KKN berada di jalur yang tepat. Senyum lega dan semangat baru pun terpancar dari wajah para mahasiswa. Kabar baik ini menjadi bekal penting menyambut pembekalan tahap ketiga yang tinggal menghitung hari.

Muhammad Syafiq Ihza, Ketua Kelompok 1, tampil memimpin pemaparan laporan umum pelaksanaan KKN. Ia menggarisbawahi bahwa seluruh program dirancang berdasar kebutuhan riil masyarakat, hasil dari wawancara mendalam dengan aparat desa, termasuk Kasi Pemerintahan, Timbul.

Baca Juga:  Ketika Lagu ‘Stop Bullying’ Menggema dan Anak Desa Wiyurejo Belajar Saling Menjaga

“Kami tidak hanya datang dengan program, tapi juga mendengar langsung aspirasi masyarakat. Dari situlah arah kerja kami disusun,” ujar Syafiq.

Beberapa anggota kelompok juga turut menyampaikan kilasan program individu. Umi Fauzia Yuniarsih, misalnya, menggarap program yang menyinergikan dakwah dan edukasi bagi anak dan remaja melalui kegiatan kreatif. Sedangkan Siti Maulidiyaturrohmah memfokuskan pada pelatihan kepemimpinan remaja desa.

“Pelatihan ini penting untuk menumbuhkan keberanian dan karakter positif remaja. Mereka harus berani tampil sebagai panutan, baik dalam kegiatan sosial maupun spiritual,” ungkap Maulidiyaturrohmah.

Di balik keberhasilan laporan yang tertata rapi, ada peran sunyi namun vital dari Abdullah Rodi, koordinator dokumentasi. Hampir di setiap kegiatan, ia tampak hadir dengan kamera di tangan, mendokumentasikan momen-momen penting yang kelak menjadi bagian dari laporan visual dan narasi kelompok.

“Rodi itu luar biasa. Kamera selalu standby, dia tahu kapan harus merekam, bahkan tanpa perlu diminta,” ujar salah satu anggota kelompok memberi kesan.

Pertemuan itu juga menjadi ruang diskusi yang produktif antara mahasiswa dan DPL. Eka Ismaya memberi sejumlah catatan penting, seperti pentingnya menjaga koordinasi intensif dengan perangkat desa, pencatatan logbook kegiatan harian, hingga cara sistematis dalam mempresentasikan hasil di pembekalan akhir nanti.

Baca Juga:  Mahasiswa STITM Lumajang Bagikan Kado Ramadan

“Pembekalan bukan sekadar formalitas. Ini momen kalian menunjukkan capaian nyata, sekaligus analisis yang mendalam atas kebutuhan masyarakat,” tegas Eka memberi arahan.

Dengan laporan yang sebagian besar telah disetujui, semangat mahasiswa Kelompok 1 kian menyala. Harapannya, program-program yang telah dimulai tak berhenti di masa KKN semata, tetapi terus tumbuh menjadi kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonokerto. (#)

Jurnalis Umi